Diterpa Isu Penggelapan Dana Rp245 Juta, Kontraktor di Cigombong Angkat Bicara: Tegaskan Tak Bersalah dan Siap Buktikan Fakta

- Penulis

Sabtu, 28 Maret 2026 - 10:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SURARAKYAT.info ||Bogor – Dugaan penggelapan dana sebesar Rp245 juta yang mencuat di Kampung Slawi RT 007 RW 02, Desa Ciburayut, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor, menuai bantahan keras dari pihak yang dituduh. Ujang Suhendar selaku kontraktor menegaskan bahwa tudingan yang dilayangkan oleh seorang warga berinisial M tidak benar dan telah mencemarkan nama baik dirinya maupun rekan kerjanya.

Dalam keterangannya, Ujang Suhendar menjelaskan bahwa proyek pembangunan rumah yang menjadi polemik tersebut benar-benar dikerjakan sesuai dengan kesepakatan awal. Ia menyebut seluruh penggunaan dana sebesar Rp245 juta telah dialokasikan secara transparan untuk kebutuhan pembangunan, mulai dari pembelian material hingga pembayaran upah para pekerja.

“Tidak ada unsur penipuan ataupun penggelapan. Semua dana digunakan untuk pembangunan rumah tersebut. Data pembelian material dan pembayaran gaji tukang semuanya ada pada kami. Bahkan kami siap mempertanggungjawabkan hasil pekerjaan ini secara terbuka, termasuk jika harus menempuh jalur hukum atau mediasi,” tegas Ujang Suhendar.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Lebih lanjut, ia menyayangkan tudingan yang dinilai tidak berdasar tersebut telah berkembang luas dan beredar hingga ke ranah publik. Menurutnya, tuduhan itu sangat merugikan secara moral maupun profesional.

“Ini tudingan yang sangat tidak mendasar dan merupakan fitnah yang keji. Apalagi proyek tersebut justru dihentikan oleh pemilik rumah sendiri yang berinisial M. Kami tetap siap mempertanggungjawabkan pekerjaan kami kapan pun diperlukan,” tambahnya.

READ  SP2HP Diserahkan kepada Wartawan Korban Intimidasi, Polres Kuansing Dalami Dugaan Penghalangan Peliputan PETI di Desa Logas

Di tempat yang sama, Ujang Hendrik yang akrab disapa Bocor, selaku pekerja dalam proyek tersebut, juga menyampaikan keberatannya atas tuduhan yang menyeret namanya. Ia menegaskan bahwa dirinya hanya berperan sebagai pekerja harian dan tidak memiliki keterlibatan dalam pengelolaan dana maupun pengambilan keputusan proyek.

“Saya hanya pekerja biasa dengan upah sekitar Rp150 ribu per hari. Memang saya yang mengenalkan Ujang Suhendar kepada pemilik rumah, tapi hanya sebatas itu. Saya tidak ikut dalam urusan pemborongan atau pengelolaan dana,” jelasnya.

Ujang Hendrik juga mengungkapkan bahwa dirinya merasa sangat dirugikan karena tudingan tersebut telah menyebar luas dan berdampak pada reputasinya di lingkungan sekitar.

“Kami ini masih satu lingkungan, bahkan rumah saya dekat dengan yang bersangkutan. Seharusnya bisa dibicarakan baik-baik, bukan malah disebarkan ke mana-mana sampai dimuat di media. Ini jelas mencemarkan nama baik saya,” ujarnya dengan nada kecewa.

Kasus ini pun menjadi perhatian warga setempat, mengingat kedua belah pihak masih berada dalam satu lingkungan yang sama. Hingga kini, pihak Ujang Suhendar dan Ujang Hendrik menyatakan siap menempuh jalur mediasi maupun langkah hukum guna membersihkan nama baik mereka dari tuduhan tersebut.

Penulis : Hr

Editor : Redaksi

Sumber Berita: Suararakyat.info

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.suararakyat.info untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Menu MBG di SDN Pasirwalang Disorot Wali Murid, Makanan Terlambat hingga Anak Memilih Pulang
Korcam PKH Pakenjeng Imbau KPM Hentikan Judi Online, Waspadai Penyalahgunaan NIK Dan Nomor HP
PDAM Tirta Jaya Mandiri Bangun Tapping Point di Parungkuda, Pelayanan Air Bersih Ditingkatkan
Tanggapan Perumda Tirta Jaya Mandiri Atas Aksi Unjuk Rasa Forum Mahasiswa Perubahan Sukabumi
Galih Permana Soroti Transparansi Anggaran Proyek Bina Marga Jabar, Aksi BMI Dikawal Ratusan Aparat Kepolisian
Misteri Proyek Revitalisasi SD Negeri Manggis Rp1 Miliar, Kepala Sekolah Sulit di Konfirmasi, Informasi Publik Seolah Tertutup
Listrik Kerap Padam Tanpa Pemberitahuan, Warga RT 023 Perumahan Kedungwaringin Bekasi Keluhkan Terganggunya Aktivitas dan Pasokan Air Bersih
Desy Ratnasari Gandeng Puslitkoka Tingkatkan Kapasitas Petani Kopi di Gegerbitung
Berita ini 0 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 07:44 WIB

Menu MBG di SDN Pasirwalang Disorot Wali Murid, Makanan Terlambat hingga Anak Memilih Pulang

Kamis, 6 Agustus 2026 - 12:57 WIB

Korcam PKH Pakenjeng Imbau KPM Hentikan Judi Online, Waspadai Penyalahgunaan NIK Dan Nomor HP

Rabu, 5 Agustus 2026 - 08:09 WIB

PDAM Tirta Jaya Mandiri Bangun Tapping Point di Parungkuda, Pelayanan Air Bersih Ditingkatkan

Rabu, 5 Agustus 2026 - 08:05 WIB

Tanggapan Perumda Tirta Jaya Mandiri Atas Aksi Unjuk Rasa Forum Mahasiswa Perubahan Sukabumi

Senin, 3 Agustus 2026 - 10:03 WIB

Galih Permana Soroti Transparansi Anggaran Proyek Bina Marga Jabar, Aksi BMI Dikawal Ratusan Aparat Kepolisian

Berita Terbaru