SUARARAKYAT.info || CIANJUR – Destinasi wisata Cemara Ciwidig yang berlokasi di Desa Kertajadi, Kecamatan Cidaun, Kabupaten Cianjur, tengah menjadi sorotan publik. Tempat wisata yang seharusnya menjadi kebanggaan daerah dan sumber ekonomi masyarakat lokal itu justru menuai kritik tajam akibat dugaan buruknya pengelolaan serta minimnya transparansi keuangan.Jum’at (27/3/2026)
Wisata yang dikelola oleh Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), serta Kelompok Tani Hutan (KTH) Desa Kertajadi tersebut dinilai semakin menunjukkan tanda-tanda ketidakteraturan, baik dari sisi administrasi maupun tata kelola di lapangan.
Berdasarkan pantauan dan keluhan sejumlah pengunjung, kondisi kawasan wisata terlihat memprihatinkan. Sampah berserakan di berbagai titik, mulai dari area parkir hingga lokasi utama wisata. Tidak terlihat adanya sistem pengelolaan kebersihan yang memadai, sehingga menimbulkan kesan kumuh dan tidak terawat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kalau dibiarkan seperti ini, wisata ini bisa ditinggalkan pengunjung. Padahal potensinya bagus, tapi pengelolaannya sangat buruk,” ujar salah satu pengunjung yang enggan disebutkan namanya.
Di sisi lain, pungutan biaya masuk dan parkir juga menjadi perhatian. Pengunjung dikenakan tarif parkir sebesar Rp5.000 untuk sepeda motor, Rp10.000 untuk mobil, serta tiket masuk per orang sebesar Rp10.000. Namun, dengan kondisi fasilitas yang jauh dari layak, publik mulai mempertanyakan ke mana aliran dana tersebut.
Minimnya papan informasi, laporan keuangan terbuka, serta tidak adanya transparansi dalam pengelolaan dana memunculkan dugaan adanya oknum yang memanfaatkan pemasukan wisata untuk kepentingan pribadi.
“Kalau pemasukan rutin ada, harusnya bisa untuk kebersihan dan perawatan. Tapi ini malah sebaliknya. Jadi wajar kalau masyarakat curiga,” ungkap warga sekitar.
Persoalan ini pun dinilai bukan sekadar masalah teknis, melainkan sudah menyentuh aspek tata kelola pemerintahan desa dan potensi pelanggaran hukum. Sejumlah pihak mendesak agar dilakukan audit menyeluruh terhadap pengelolaan wisata tersebut, termasuk menertibkan administrasi dan memastikan akuntabilitas lembaga yang terlibat.
Kabar yang beredar menyebutkan bahwa Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, dikabarkan akan turun tangan menindaklanjuti persoalan ini. Masyarakat berharap adanya langkah tegas dari pemerintah provinsi untuk membenahi kondisi wisata Cemara Ciwidig agar kembali layak dan memberikan manfaat nyata bagi warga.
Selain itu, aktivis dan pemerhati pariwisata menilai bahwa jika dibiarkan, kondisi ini dapat merusak citra pariwisata daerah serta menghambat potensi ekonomi lokal yang seharusnya bisa berkembang.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pengelola terkait dugaan buruknya pengelolaan dan penggunaan dana tersebut. Publik kini menanti kejelasan dan tindakan nyata dari pihak terkait, agar destinasi wisata Cemara Ciwidig tidak terus terpuruk akibat kelalaian dan dugaan penyimpangan pengelolaan.
Penulis : Irv
Editor : Redaksi
Sumber Berita: Suararakyat.info














