SUARARAKYAT.info || HALMAHERA TENGAH — Semangat dan ketekunan para petani di Desa Wairoro Indah, Kecamatan Weda Selatan, Kabupaten Halmahera Tengah, akhirnya berbuah manis. Pada Rabu (25/2/2026), kelompok tani setempat mencatatkan panen perdana melon sebanyak 7 ton. Tak berhenti di situ, dalam waktu singkat total produksi yang berhasil terserap pasar mencapai 10,5 ton.
Keberhasilan ini bukan sekadar angka produksi. Ia menjadi simbol kebangkitan ekonomi desa yang dibangun melalui perencanaan matang, sistem tanam berjenjang, penguatan kelembagaan kelompok tani, pendampingan berkelanjutan, serta akses pasar yang telah dipetakan sejak awal musim tanam.
Kepala Desa Wairoro Indah dalam keterangannya menyampaikan bahwa keberhasilan panen tersebut merupakan hasil kolaborasi seluruh elemen desa.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kami belajar bahwa membangun desa tidak bisa instan. Sistem tanam kami atur berjenjang agar panen tidak menumpuk dalam satu waktu. Kelompok tani diperkuat, pendampingan dilakukan rutin, dan pasar sudah disiapkan sebelum bibit ditanam. Hasilnya, panen terserap dan petani mendapatkan kepastian harga,” ujarnya.
Program budidaya melon ini dirancang sebagai bagian dari strategi penguatan ekonomi produktif desa. Dengan pola tanam bertahap, petani mampu menjaga kontinuitas suplai ke pasar lokal maupun regional. Skema ini juga mengurangi risiko anjloknya harga akibat panen serempak.
Salah satu perwakilan kelompok tani menegaskan bahwa perubahan paling terasa adalah meningkatnya kepercayaan diri petani.
“Dulu kami ragu menanam komoditas hortikultura skala besar karena takut tidak ada pembeli. Sekarang kami tanam dengan tenang karena pasar sudah jelas. Pendampingan teknis juga membuat kualitas buah lebih terjaga,” katanya.
Panen melon ini tidak hanya berdampak pada peningkatan pendapatan petani, tetapi juga membuka peluang kerja musiman bagi warga sekitar, mulai dari proses penanaman, perawatan, hingga distribusi. Aktivitas ekonomi desa pun ikut bergerak.
Keberhasilan Desa Wairoro Indah menjadi contoh konkret bahwa ketika kapasitas desa diperkuat secara sistematis melalui manajemen produksi, penguatan kelembagaan, dan jaminan akses pasar yang tumbuh bukan hanya hasil panen, tetapi juga kemandirian ekonomi masyarakat.
Langkah ini sejalan dengan semangat pembangunan desa yang menempatkan masyarakat sebagai subjek utama pembangunan. Dengan dukungan kebijakan pemberdayaan desa dan komitmen kolektif warga, sektor pertanian hortikultura berpotensi menjadi tulang punggung ekonomi lokal di wilayah Weda Selatan.
Kini, para petani Wairoro Indah menatap musim tanam berikutnya dengan optimisme. Target produksi ditingkatkan, kualitas dijaga, dan jaringan pasar diperluas. Tekad yang ditanam bersama telah membuktikan satu hal: ketika desa diberi ruang untuk tumbuh, hasilnya bukan hanya kesejahteraan, tetapi juga kedaulatan ekonomi dari akar rumput.
Penulis : Eza
Editor : Red
Sumber Berita: Suararakyat.info














