Tekad Petani Wairoro Indah Berbuah Manis, 10,5 Ton Melon Tembus Pasar Halmahera

- Penulis

Rabu, 25 Februari 2026 - 13:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARARAKYAT.info || HALMAHERA TENGAH — Semangat dan ketekunan para petani di Desa Wairoro Indah, Kecamatan Weda Selatan, Kabupaten Halmahera Tengah, akhirnya berbuah manis. Pada Rabu (25/2/2026), kelompok tani setempat mencatatkan panen perdana melon sebanyak 7 ton. Tak berhenti di situ, dalam waktu singkat total produksi yang berhasil terserap pasar mencapai 10,5 ton.

Keberhasilan ini bukan sekadar angka produksi. Ia menjadi simbol kebangkitan ekonomi desa yang dibangun melalui perencanaan matang, sistem tanam berjenjang, penguatan kelembagaan kelompok tani, pendampingan berkelanjutan, serta akses pasar yang telah dipetakan sejak awal musim tanam.

Kepala Desa Wairoro Indah dalam keterangannya menyampaikan bahwa keberhasilan panen tersebut merupakan hasil kolaborasi seluruh elemen desa.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kami belajar bahwa membangun desa tidak bisa instan. Sistem tanam kami atur berjenjang agar panen tidak menumpuk dalam satu waktu. Kelompok tani diperkuat, pendampingan dilakukan rutin, dan pasar sudah disiapkan sebelum bibit ditanam. Hasilnya, panen terserap dan petani mendapatkan kepastian harga,” ujarnya.

Program budidaya melon ini dirancang sebagai bagian dari strategi penguatan ekonomi produktif desa. Dengan pola tanam bertahap, petani mampu menjaga kontinuitas suplai ke pasar lokal maupun regional. Skema ini juga mengurangi risiko anjloknya harga akibat panen serempak.

Salah satu perwakilan kelompok tani menegaskan bahwa perubahan paling terasa adalah meningkatnya kepercayaan diri petani.

READ  Forum Bojonggenteng Geram, Rumah Warga Belum Masuk Data Desa Meski Sudah Setahun Rusak

“Dulu kami ragu menanam komoditas hortikultura skala besar karena takut tidak ada pembeli. Sekarang kami tanam dengan tenang karena pasar sudah jelas. Pendampingan teknis juga membuat kualitas buah lebih terjaga,” katanya.

Panen melon ini tidak hanya berdampak pada peningkatan pendapatan petani, tetapi juga membuka peluang kerja musiman bagi warga sekitar, mulai dari proses penanaman, perawatan, hingga distribusi. Aktivitas ekonomi desa pun ikut bergerak.

Keberhasilan Desa Wairoro Indah menjadi contoh konkret bahwa ketika kapasitas desa diperkuat secara sistematis melalui manajemen produksi, penguatan kelembagaan, dan jaminan akses pasar yang tumbuh bukan hanya hasil panen, tetapi juga kemandirian ekonomi masyarakat.

Langkah ini sejalan dengan semangat pembangunan desa yang menempatkan masyarakat sebagai subjek utama pembangunan. Dengan dukungan kebijakan pemberdayaan desa dan komitmen kolektif warga, sektor pertanian hortikultura berpotensi menjadi tulang punggung ekonomi lokal di wilayah Weda Selatan.

Kini, para petani Wairoro Indah menatap musim tanam berikutnya dengan optimisme. Target produksi ditingkatkan, kualitas dijaga, dan jaringan pasar diperluas. Tekad yang ditanam bersama telah membuktikan satu hal: ketika desa diberi ruang untuk tumbuh, hasilnya bukan hanya kesejahteraan, tetapi juga kedaulatan ekonomi dari akar rumput.

Penulis : Eza

Editor : Red

Sumber Berita: Suararakyat.info

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.suararakyat.info untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Forkopimcam Sukalarang Dan Para Kades Pastikan Program Desa Berjalan Sesuai Mekanisme
Pemdes Langensari Gelar Sosialisasi Dana Desa 2026, Wujudkan Pembangunan Transparan dan Berkeadilan
Semangat Demokrasi Desa Kembali Tumbuh, Warga Dusun II Kedungwaringin Sukses Gelar Pemilihan Anggota BPD Periode Baru
Pengaspalan Jalan Sand Sheet di Kampung Pasir Tengek Jadi Prioritas, Pemdes Langensari Genjot Infrastruktur Desa Tahun 2026
Forum RT dan RW sekota Sukabumi Pertanyakan Dana Abadi, Ayep Zaki Tegaskan Tak Bisa Tekan Kebijakan
Forum RT/RW Kota Sukabumi Pertanyakan Etika Pemerintah, Arif Angkat Dugaan Manuver
BUMDesa Cisaat Mandiri Berdayakan Potensi Beras Lokal Untuk Memenuhi Kebutuhan Pangan Warga Sekitar
Gegerbitung Menunggu Aksi: Jalan Rusak Disorot, DPRD Sentil Kinerja Pemkab Sukabumi
Berita ini 0 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 26 Mei 2026 - 10:13 WIB

Forkopimcam Sukalarang Dan Para Kades Pastikan Program Desa Berjalan Sesuai Mekanisme

Senin, 25 Mei 2026 - 04:06 WIB

Pemdes Langensari Gelar Sosialisasi Dana Desa 2026, Wujudkan Pembangunan Transparan dan Berkeadilan

Minggu, 24 Mei 2026 - 00:17 WIB

Semangat Demokrasi Desa Kembali Tumbuh, Warga Dusun II Kedungwaringin Sukses Gelar Pemilihan Anggota BPD Periode Baru

Sabtu, 23 Mei 2026 - 03:02 WIB

Pengaspalan Jalan Sand Sheet di Kampung Pasir Tengek Jadi Prioritas, Pemdes Langensari Genjot Infrastruktur Desa Tahun 2026

Kamis, 21 Mei 2026 - 14:00 WIB

Forum RT dan RW sekota Sukabumi Pertanyakan Dana Abadi, Ayep Zaki Tegaskan Tak Bisa Tekan Kebijakan

Berita Terbaru

Uncategorized

Rupiah Melemah, Tren Tabungan Emas di BRImo Semakin Diminati

Minggu, 31 Mei 2026 - 09:14 WIB