Kades Parakansalak Beri Klarifikasi Soal Tuduhan Tumpukan Sampah: Pengelolaan Dilakukan Sementara Sambil Menunggu Armada ke TPA

- Penulis

Selasa, 10 Februari 2026 - 00:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARARAKYAT.info || SUKABUMI — Kepala Desa Parakansalak, Rini Mulyani, akhirnya angkat bicara menanggapi tudingan adanya tumpukan sampah yang dikeluhkan warga di wilayahnya. Ia menegaskan bahwa persoalan tersebut bukanlah bentuk pembiaran, melainkan solusi sementara yang dilakukan desa dan warga akibat keterbatasan armada pengangkut sampah menuju Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

Salah satu titik yang disorot berada di Kampung Cisarandi RT 03 RW 01, tepatnya di belakang Gedung Serba Guna (GSG) Desa Parakansalak, Kecamatan Parakansalak, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Selasa (10/2/2026). Lokasi tersebut diketahui merupakan area pembakaran sampah lama yang kini kembali difungsikan.

Menurut Rini Mulyani, lokasi tersebut bukan tempat pembuangan sampah liar, melainkan area yang memang sejak lama digunakan sebagai tempat pembakaran sampah sementara. Pengaktifan kembali lokasi itu dilakukan karena hingga kini belum tersedia armada pengangkut sampah ke TPA.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Itu bukan tempat baru, melainkan tempat pembakaran sampah lama yang diaktifkan kembali. Bahkan Pak Camat dan Kasi PMD juga sudah mengetahui kondisi dan kebijakan sementara ini,” jelas Rini Mulyani.Selasa (10/2/2026)

Ia menegaskan, pihak desa tidak menutup mata terhadap persoalan lingkungan. Namun keterbatasan sarana membuat desa harus mengambil langkah realistis agar sampah tidak berserakan di lingkungan permukiman warga.

Sebagai bentuk upaya penanganan mandiri, khususnya di RW 04 Desa Parakansalak, warga justru telah melakukan inovasi pengelolaan sampah berbasis pemberdayaan masyarakat. Mengingat banyaknya pemuda yang belum memiliki pekerjaan tetap, pengelolaan sampah dijadikan sebagai kegiatan produktif sekaligus solusi lingkungan.

READ  Desa Babakanjaya Gelar Sosialisasi Dana Desa 2025: Dorong Transparansi dan Sinergi Pembangunan Lokal

Sampah rumah tangga di RW 04 dikelola dengan sistem pemilahan sejak awal. Sampah yang memiliki nilai ekonomi, seperti botol plastik, kardus, dan bahan daur ulang lainnya, dikumpulkan secara terpisah untuk kemudian dijual. Hasil penjualan dimanfaatkan untuk mendukung operasional pengelolaan sampah.

Sementara itu, sisa sampah yang tidak memiliki nilai ekonomis ditangani dengan cara pembakaran terkontrol di lokasi yang telah ditentukan, yakni di area eks Gedong Patamon. Sistem ini diterapkan sebagai langkah darurat sambil menunggu solusi jangka panjang dari pemerintah daerah.

Untuk mendukung operasional, warga secara swadaya memberikan kontribusi sebesar Rp17.000 per kepala keluarga per bulan. Sampah diangkut secara rutin dua kali dalam seminggu, yakni setiap hari Rabu dan Sabtu.

“Ini bentuk gotong royong warga. Bukan dibiarkan, tapi dikelola semampu kami sambil menunggu adanya armada resmi ke TPA,” tambah Rini.

Kepala Desa Parakansalak berharap masyarakat dapat melihat persoalan ini secara utuh dan proporsional. Ia juga meminta dukungan dari pemerintah kabupaten agar segera menyediakan armada pengangkut sampah sehingga pengelolaan bisa dilakukan lebih maksimal dan ramah lingkungan.

“Kami terbuka terhadap kritik, tapi mohon dipahami kondisi di lapangan. Desa dan warga sudah berupaya semaksimal mungkin dengan keterbatasan yang ada,” pungkasnya.

Dengan klarifikasi ini, Pemerintah Desa Parakansalak menegaskan komitmennya untuk terus mencari solusi terbaik demi menjaga kebersihan lingkungan dan kesehatan masyarakat, sembari menunggu dukungan fasilitas dari pihak terkait.

Editor : Red

Sumber Berita: Suararakyat.info

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.suararakyat.info untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Forkopimcam Sukalarang Dan Para Kades Pastikan Program Desa Berjalan Sesuai Mekanisme
Pemdes Langensari Gelar Sosialisasi Dana Desa 2026, Wujudkan Pembangunan Transparan dan Berkeadilan
Semangat Demokrasi Desa Kembali Tumbuh, Warga Dusun II Kedungwaringin Sukses Gelar Pemilihan Anggota BPD Periode Baru
Pengaspalan Jalan Sand Sheet di Kampung Pasir Tengek Jadi Prioritas, Pemdes Langensari Genjot Infrastruktur Desa Tahun 2026
Forum RT dan RW sekota Sukabumi Pertanyakan Dana Abadi, Ayep Zaki Tegaskan Tak Bisa Tekan Kebijakan
Forum RT/RW Kota Sukabumi Pertanyakan Etika Pemerintah, Arif Angkat Dugaan Manuver
BUMDesa Cisaat Mandiri Berdayakan Potensi Beras Lokal Untuk Memenuhi Kebutuhan Pangan Warga Sekitar
Gegerbitung Menunggu Aksi: Jalan Rusak Disorot, DPRD Sentil Kinerja Pemkab Sukabumi
Berita ini 0 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 26 Mei 2026 - 10:13 WIB

Forkopimcam Sukalarang Dan Para Kades Pastikan Program Desa Berjalan Sesuai Mekanisme

Senin, 25 Mei 2026 - 04:06 WIB

Pemdes Langensari Gelar Sosialisasi Dana Desa 2026, Wujudkan Pembangunan Transparan dan Berkeadilan

Minggu, 24 Mei 2026 - 00:17 WIB

Semangat Demokrasi Desa Kembali Tumbuh, Warga Dusun II Kedungwaringin Sukses Gelar Pemilihan Anggota BPD Periode Baru

Sabtu, 23 Mei 2026 - 03:02 WIB

Pengaspalan Jalan Sand Sheet di Kampung Pasir Tengek Jadi Prioritas, Pemdes Langensari Genjot Infrastruktur Desa Tahun 2026

Kamis, 21 Mei 2026 - 14:00 WIB

Forum RT dan RW sekota Sukabumi Pertanyakan Dana Abadi, Ayep Zaki Tegaskan Tak Bisa Tekan Kebijakan

Berita Terbaru

Uncategorized

Rupiah Melemah, Tren Tabungan Emas di BRImo Semakin Diminati

Minggu, 31 Mei 2026 - 09:14 WIB