SUARARAKYAT.info||Sukabumi — Pemerintah Desa Babakanjaya, Kecamatan Parungkuda, Kabupaten Sukabumi, menggelar rapat koordinasi sekaligus sosialisasi Dana Desa tahun anggaran 2025. Kegiatan ini berlangsung di aula pertemuan Desa Babakanjaya dan dihadiri berbagai unsur pemerintahan serta masyarakat desa.
Acara tersebut dihadiri oleh Kepala Bagian Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Sukabumi, Camat Parungkuda, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), para Ketua RT dan RW, tokoh masyarakat, pemuda, perwakilan PKK, hingga kader Posyandu. Hadir pula Kepala Desa Babakanjaya, E. Beno, yang memimpin langsung jalannya kegiatan dan membuka forum diskusi dengan suasana penuh semangat kebersamaan.
Dalam sambutannya, Kepala Desa E. Beno menegaskan pentingnya rapat koordinasi ini sebagai langkah awal dalam memastikan Dana Desa dikelola secara transparan, partisipatif, dan tepat sasaran. “Dana Desa harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Karena itu, seluruh elemen harus terlibat aktif, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga pengawasan,” ujar E. Beno.selasa (4/11/2025
)
Ia juga menambahkan bahwa pemerintah desa berkomitmen untuk menjadikan Dana Desa sebagai instrumen percepatan pembangunan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Melalui sosialisasi ini, diharapkan masyarakat memahami arah kebijakan penggunaan Dana Desa tahun 2025, yang difokuskan pada peningkatan infrastruktur dasar, penguatan ketahanan pangan, dan pengembangan sumber daya manusia.
Lebih lanjut ia juga menegaskan bahwa. regulasi terbaru mengenai pengelolaan Dana Desa, termasuk prioritas program, tata cara pelaporan keuangan, serta pengawasan berbasis digital. “Transparansi dan akuntabilitas adalah kunci utama. Setiap rupiah yang digunakan harus bisa dipertanggungjawabkan, dan masyarakat berhak mengetahui penggunaannya,” tegasnya.
Camat Parungkuda yang turut hadir juga memberikan apresiasi kepada pemerintah Desa Babakanjaya atas inisiatif menggelar kegiatan sosialisasi ini. Ia berharap koordinasi lintas lembaga desa terus diperkuat agar program pembangunan dapat berjalan efektif. “Kerjasama antara perangkat desa, BPD, dan masyarakat adalah fondasi utama kemajuan desa,” ungkapnya.
Acara sosialisasi ini diakhiri dengan sesi dialog interaktif antara peserta dan narasumber, di mana masyarakat menyampaikan aspirasi dan masukan terkait program prioritas yang dibutuhkan oleh warga. Suasana berjalan dinamis dan penuh keakraban, menandakan semangat gotong royong yang masih kuat mengakar di Desa Babakanjaya.
Melalui kegiatan ini, diharapkan pengelolaan Dana Desa di Babakanjaya semakin transparan, akuntabel, serta mampu memperkuat kemandirian ekonomi dan kesejahteraan masyarakat di tingkat akar rumput.
(Hs)
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT














