Miris.Sampah Menumpuk Bertahun-tahun, Warga Nilai Kinerja Kepala Desa Parakansalak Diduga Tutup Mata

- Penulis

Minggu, 8 Februari 2026 - 04:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARARAKYAT.info||SUKABUMI – Tumpukan sampah yang dibiarkan menggunung selama bertahun-tahun di Desa Parakansalak, Kecamatan Parakansalak, Kabupaten Sukabumi, menuai kecaman keras dari warga. Kondisi tersebut dinilai sebagai bentuk pembiaran sistematis oleh Pemerintah Desa (Pemdes) Parakansalak yang hingga kini tak kunjung melakukan penanganan nyata di lapangan.

Salah satu titik tumpukan sampah lama berada di Kp cisarandi RT 3 RW 1 belakang Gedung Serba Guna (GSG) dan tak jauh dari lingkungan pendidikan SMAN setempat. Ironisnya, lokasi tersebut sebelumnya sempat ditinjau oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Sukabumi pada tahun 2025,bahkan sempat diangkat ke ruang publik.

Namun, hingga kini kondisi di lapangan tak berubah.
“Betul, sudah hampir setahun. Sekarang rumpun bambunya sudah mulai roboh, kami khawatir akan terjadi longsor dan menutup saluran sungai yang selama ini digunakan masyarakat,” ujar TLS, warga Parakansalak yang dikenal aktif menyuarakan kritik terhadap persoalan lingkungan.kepada wartawan minggu (8/2/2026)

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut warga, pembiaran tumpukan sampah tersebut bukan sekadar persoalan estetika desa, melainkan sudah masuk pada ancaman serius terhadap keselamatan dan kesehatan masyarakat. Sampah yang menumpuk berpotensi mencemari aliran sungai, memicu bau menyengat, serta menjadi sumber penyakit.

TLS menegaskan, persoalan ini seharusnya sudah selesai sejak lama apabila ada keseriusan dari kepala desa, “Dinas sudah turun, sudah meninjau. Tapi faktanya sampai sekarang tidak ada tindakan apa pun di lapangan. Ini yang kami sebut sebagai pembiaran,ada sebagian sampah juga di titik lain dibakar dengan cara manual, alhasil asapnya bau menyengat dan cemari polusi di masyarakat serta ancaman kesehatan” tegasnya.

Kekecewaan warga semakin menguat ketika membandingkan kondisi di Parakansalak dengan arahan pemerintah pusat. Presiden Prabowo Subianto, dalam pertemuan dengan para kepala daerah di Jakarta, secara tegas menginstruksikan pelaksanaan Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah) yang dilaksanakan serentak oleh TNI dan Polri di seluruh Indonesia.

READ  Pungut Retribusi, Lepas Tanggung Jawab Pantai Ciwidig Disesaki Sampah, Pengelola Diduga Abai dan Tutup Mata ? 

Gerakan tersebut, yang mulai diimplementasikan pada Kamis, 5 Februari 2026, menyasar pembersihan sampah di kawasan permukiman, sungai, hingga lokasi wisata. Instruksi ini menjadi simbol kuat komitmen negara dalam menata lingkungan hidup yang sehat dan berkelanjutan.

Namun, realitas di Desa Parakansalak justru menunjukkan jarak yang lebar antara kebijakan pusat dan pelaksanaan di tingkat desa. Warga mempertanyakan, mengapa program nasional yang gaungnya begitu besar seolah tidak bergema di wilayah mereka.

“Kalau pemerintah pusat, TNI, Polri sudah bergerak, masa di desa sendiri malah diam? Kami ini warga, bayar pajak, punya hak atas lingkungan yang bersih dan aman,” keluh TLS.

Warga mendesak agar kepala desa tidak lagi bersembunyi di balik alasan administratif atau menunggu langkah dinas terkait. Mereka menuntut tindakan konkret, transparan, dan bertanggung jawab, sebelum tumpukan sampah tersebut berubah menjadi bencana ekologis yang merugikan masyarakat luas.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Pemerintah Desa Parakansalak belum terkonfirmasi untuk memberikan keterangan resmi terkait alasan belum ditanganinya tumpukan sampah tersebut. Sikap diam ini justru semakin memperkuat persepsi publik bahwa persoalan lingkungan belum menjadi prioritas utama di tingkat desa.

Warga berharap, kritik ini tidak dipandang sebagai serangan pribadi, melainkan sebagai bentuk kecintaan dan kepedulian terhadap desa. “Kami hanya ingin desa kami bersih, aman, dan tidak membahayakan generasi ke depan,” pungkas TLS.

Bersambung….

Editor : Red

Sumber Berita: Suararakyat.info

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.suararakyat.info untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Forkopimcam Sukalarang Dan Para Kades Pastikan Program Desa Berjalan Sesuai Mekanisme
Pemdes Langensari Gelar Sosialisasi Dana Desa 2026, Wujudkan Pembangunan Transparan dan Berkeadilan
Semangat Demokrasi Desa Kembali Tumbuh, Warga Dusun II Kedungwaringin Sukses Gelar Pemilihan Anggota BPD Periode Baru
Pengaspalan Jalan Sand Sheet di Kampung Pasir Tengek Jadi Prioritas, Pemdes Langensari Genjot Infrastruktur Desa Tahun 2026
Forum RT dan RW sekota Sukabumi Pertanyakan Dana Abadi, Ayep Zaki Tegaskan Tak Bisa Tekan Kebijakan
Forum RT/RW Kota Sukabumi Pertanyakan Etika Pemerintah, Arif Angkat Dugaan Manuver
BUMDesa Cisaat Mandiri Berdayakan Potensi Beras Lokal Untuk Memenuhi Kebutuhan Pangan Warga Sekitar
Gegerbitung Menunggu Aksi: Jalan Rusak Disorot, DPRD Sentil Kinerja Pemkab Sukabumi
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 26 Mei 2026 - 10:13 WIB

Forkopimcam Sukalarang Dan Para Kades Pastikan Program Desa Berjalan Sesuai Mekanisme

Senin, 25 Mei 2026 - 04:06 WIB

Pemdes Langensari Gelar Sosialisasi Dana Desa 2026, Wujudkan Pembangunan Transparan dan Berkeadilan

Minggu, 24 Mei 2026 - 00:17 WIB

Semangat Demokrasi Desa Kembali Tumbuh, Warga Dusun II Kedungwaringin Sukses Gelar Pemilihan Anggota BPD Periode Baru

Sabtu, 23 Mei 2026 - 03:02 WIB

Pengaspalan Jalan Sand Sheet di Kampung Pasir Tengek Jadi Prioritas, Pemdes Langensari Genjot Infrastruktur Desa Tahun 2026

Kamis, 21 Mei 2026 - 14:00 WIB

Forum RT dan RW sekota Sukabumi Pertanyakan Dana Abadi, Ayep Zaki Tegaskan Tak Bisa Tekan Kebijakan

Berita Terbaru

Uncategorized

Rupiah Melemah, Tren Tabungan Emas di BRImo Semakin Diminati

Minggu, 31 Mei 2026 - 09:14 WIB