Kado Hitam HUT ke-50 Kolaka: Koalisi Masyarakat Desak Dirut Perumda Aneka Usaha Diproses Hukum

- Penulis

Jumat, 6 Februari 2026 - 00:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARARAKYAT.info|| Kolaka- Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-50 Kabupaten Kolaka diwarnai aksi unjuk rasa besar-besaran. Puluhan massa yang tergabung dalam Koalisi Masyarakat Sipil Kolaka turun ke jalan, Kamis (5/2/2026), membongkar dugaan korupsi, nepotisme, dan pengelolaan “keluarga” di tubuh PT Perumda Aneka Usaha.

Aksi dimulai di Kantor Bupati Kolaka, dipimpin oleh Musdalim, S.H. dan Dudy Haeruddin, dengan membawa temuan serius yang disebut bersumber dari hasil pemeriksaan BPK.

Dana Rp11,9 Miliar Diduga Mengalir ke Rekening Pribadi

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam orasinya, massa membeberkan dugaan penyelewengan dana senilai Rp11,9 miliar yang tidak masuk ke kas perusahaan daerah, melainkan justru mengalir ke rekening pribadi dan keluarga.

Modus yang diungkap dinilai sangat mencolok. Disebutkan terdapat lima rekening Bank Mandiri yang digunakan untuk menampung dana Kerja Sama Operasi (KSO). Rekening tersebut atas nama sopir pribadi, mertua, hingga keponakan Direktur Utama PT Perumda Aneka Usaha, Arman, SE.

“Ini penghinaan terhadap akal sehat publik. Modal Perumda berasal dari uang rakyat, tapi dikelola seperti warung keluarga. Dana KSO mengendap di rekening sopir dan mertua, ini indikasi korupsi yang sangat telanjang,” tegas Musdalim di hadapan massa.

Desakan Copot Dirut dan Bentuk Pansus DPRD

Koalisi mendesak Bupati Kolaka selaku Kuasa Pemegang Modal (KPM) agar segera mencopot Dirut PT Perumda Aneka Usaha. Mereka menilai manajemen perusahaan daerah telah rusak dan sarat praktik nepotisme.

READ  Ditres Narkoba Polda Papua Barat Daya Berhasil Mengungkap Dua Kasus Peredaran Narkotika Jenis Sabu dan Ganja Di Sorong

Aksi berlanjut ke Gedung DPRD Kolaka. Lima anggota dewan dari Komisi II dan III menemui massa dan berjanji akan segera membentuk Panitia Khusus (Pansus) guna mengusut dugaan penyimpangan tersebut.

Tekanan ke Kejaksaan: “Jangan Masuk Angin”

Titik akhir aksi berada di Kejaksaan Negeri (Kejari) Kolaka. Massa mempertanyakan mandeknya laporan dugaan penyimpangan Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) senilai Rp10 miliar tahun 2024.

Mereka mengingatkan Kasi Pidsus Kejari Kolaka, Yayan Alfian, agar bertindak profesional dan bebas dari intervensi.

“Kami minta Kejaksaan tidak ‘masuk angin’ dan tidak bermain mata dengan oknum koruptor. Jika laporan masyarakat terus jalan di tempat, kepercayaan rakyat terhadap hukum akan runtuh,” tegas perwakilan massa.

Poin Tuntutan Koalisi Masyarakat Sipil Kolaka

Transparansi saham dan pengelolaan Perumda Aneka Usaha

Pembentukan Pansus DPRD dan rekomendasi pidana ke APH

Audit total dan terbuka oleh Inspektorat atas pengelolaan Perumda

Aksi unjuk rasa ini dikawal ketat oleh Polres Kolaka dan Kodim 1412 Kolaka, berlangsung tertib hingga berakhir sekitar pukul 13.00 WITA. Namun pesan yang ditinggalkan jelas: rakyat Kolaka menolak diam ketika uang daerah diduga dijarah oleh manajemen “keluarga”

Penulis : Tim

Editor : Red

Sumber Berita: Suararakyat.info

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.suararakyat.info untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kurangi Ketergantungan Impor, HKA Ajak Ekosistem Dorong Asbuton Untuk Infrastruktur Nasional
Masjid Rest Area Cisayar Tinggal Rangka: Dana Miliaran Menguap, Pemkab Sukabumi Diduga Tutup Mata
Dapur Program MBG di Garut Terbakar Tengah Malam, Dugaan Kelalaian Standar K3 dan Pengawasan SPPG Menguat
Dapur MBG atau Bom Waktu? Dugaan Pelanggaran Sanitasi di SPPG Tanjung Jaya 2 Garut Picu Kekhawatiran Publik
KORPRI Kepulauan Meranti Dukung Pemkab Selesaikan Tunda Bayar Gaji ASN, TPP, dan PPPK April 2026
MIO Sukabumi Raya Desak Bupati Asep Japar Copot Kadis PU, Dinilai Gagal dan Tak Transparan
LSM ANNAHL Bongkar Kejanggalan: Program Air MBR Sukabumi dan Jejak Rp300 Miliar
Kepala tukang: Pondasi Bak Penampungan Air Bersih Harus Presisi
Berita ini 0 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 14 Mei 2026 - 10:40 WIB

Kurangi Ketergantungan Impor, HKA Ajak Ekosistem Dorong Asbuton Untuk Infrastruktur Nasional

Kamis, 14 Mei 2026 - 01:00 WIB

Masjid Rest Area Cisayar Tinggal Rangka: Dana Miliaran Menguap, Pemkab Sukabumi Diduga Tutup Mata

Kamis, 14 Mei 2026 - 00:15 WIB

Dapur Program MBG di Garut Terbakar Tengah Malam, Dugaan Kelalaian Standar K3 dan Pengawasan SPPG Menguat

Kamis, 14 Mei 2026 - 00:11 WIB

Dapur MBG atau Bom Waktu? Dugaan Pelanggaran Sanitasi di SPPG Tanjung Jaya 2 Garut Picu Kekhawatiran Publik

Rabu, 13 Mei 2026 - 06:52 WIB

KORPRI Kepulauan Meranti Dukung Pemkab Selesaikan Tunda Bayar Gaji ASN, TPP, dan PPPK April 2026

Berita Terbaru