Kota Sorong Papua Barat Daya – Forum Dekan Asosiasi Institusi Pendidikan Kedokteran Indonesia (AIPKI) menggelar pertemuan nasional pada 30 hinggah 31 Januari 2026 di Hotel Vega Kota Sorong Papua Barat Daya, Sabtu (31/1/2026).
Pertemuan ini membahas strategi penguatan pendidikan kedokteran nasional, khususnya percepatan pendidikan dokter spesialis dan subspesialis untuk menjawab kebutuhan layanan kesehatan di seluruh wilayah Indonesia, termasuk daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
Ketua Umum AIPKI, Prof. Dr. Wisnu Berlianto, menegaskan bahwa institusi pendidikan kedokteran pada prinsipnya siap menerima sebanyak-banyaknya dokter yang dikirim oleh pemerintah daerah untuk mengikuti pendidikan dokter spesialis.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Pada dasarnya, institusi pendidikan siap menampung sebanyak-banyaknya dokter yang dikirim daerah untuk pendidikan spesialis. Saat ini terdapat sekitar 15 fakultas kedokteran dengan 126 program studi spesialis yang telah dibuka, sehingga pilihan bagi pemerintah daerah sangat terbuka,” ujar Prof. Wisnu dalam konferensi pers.
Ia menjelaskan, jumlah dokter yang dapat dikirimkan sepenuhnya bergantung pada kesiapan dan kemampuan pembiayaan masing-masing pemerintah daerah. Skema yang dijalankan saat ini menekankan kerja sama antara fakultas kedokteran, rumah sakit pendidikan, dan pemerintah daerah, agar dokter yang disekolahkan dapat kembali dan mengabdi di daerah asalnya.
Sementara itu, Ketua Divisi Pendidikan Penyelenggara Program Studi Spesialis (AP2PS) AIPKI menjelaskan bahwa pengembangan program studi spesialis di Papua terus mengalami kemajuan, meskipun masih menghadapi tantangan keterbatasan dokter subspesialis sebagai syarat utama pembukaan program.
“Saat ini, di Papua baru Universitas Cenderawasih yang telah memulai pembukaan program studi spesialis, antara lain Anestesi, dengan persiapan pembukaan Bedah dan Obstetri Ginekologi (OBGYN). Universitas Pattimura juga telah menyiapkan program OBGYN, Penyakit Dalam, dan Bedah, serta beberapa universitas lain yang masih dalam tahap persiapan,” jelasnya.
Program percepatan pembukaan program studi spesialis ini didukung oleh universitas pembina, salah satunya Universitas Hasanuddin, yang berperan penting dalam penyediaan tenaga subspesialis dan pendampingan akademik bagi Indonesia Timur.
Dalam pertemuan tersebut, Forum Dekan AIPKI juga menyepakati sejumlah rekomendasi strategis, antara lain:
1. Mendorong percepatan pembukaan program studi dokter spesialis dan subspesialis untuk mendukung Program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, guna menjamin pemerataan layanan kesehatan nasional dengan tetap menjaga mutu pendidikan.
2. Keterlibatan aktif AIPKI dalam pendirian Rumah Sakit Pendidikan Penyelenggara Utama (RSPPU) sesuai regulasi Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.
3. Pelaksanaan program deployment PPDS senior ke daerah 3T untuk memenuhi kompetensi pendidikan sekaligus memperkuat pelayanan spesialis dan subspesialis.
4. Mendorong implementasi Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 111/PUU-XXII/2024 dengan tetap menjaga keberlanjutan pendidikan kedokteran.
5. Mendorong akses pembiayaan pendidikan spesialis dan subspesialis melalui berbagai skema beasiswa, seperti LPDP dan sumber pembiayaan lainnya.
Forum Dekan AIPKI menegaskan komitmennya untuk terus berperan aktif dalam pengembangan pendidikan kedokteran yang berorientasi pada mutu, pemerataan layanan kesehatan, dan kepentingan masyarakat.
Penulis : Leonardo
Editor : Tim redaksi
Sumber Berita: Suara Rakyat














