Jalan Baru Dibangun Lima Hari Diduga Sudah Mengelupas, Warga Pertanyakan Kualitas Proyek Banprov di Desa Lembursawah

- Penulis

Senin, 24 November 2025 - 06:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARARAKYAT.info||Sukabumi – Proyek pemeliharaan jalan lingkungan yang dibiayai melalui Bantuan Gubernur (Banprov) Tahun Anggaran 2025 di Desa Lembursawah, Kecamatan Cicantayan, Kabupaten Sukabumi, kembali menjadi sorotan warga. Pasalnya, hasil pekerjaan pengaspalan dengan metode sandsheet pada ruas Jalan Selakopi–Lemburjami tersebut dilaporkan mulai mengelupas meski belum genap satu minggu sejak pelaksanaan.

Berdasarkan papan proyek yang terpasang di lokasi, pekerjaan ini masuk dalam kegiatan Pemeliharaan Jalan Lingkungan dengan nilai anggaran Rp 98 juta, dilaksanakan oleh CV Jaya Laksana, dan memiliki durasi 15 hari kalender. Proyek ini menggunakan sumber dana Bantuan Gubernur Provinsi Jawa Barat (Banprov) Tahun Anggaran 2025.

Namun di lapangan, sejumlah warga mengeluhkan kondisi jalan yang dianggap tidak sesuai harapan. Mereka mengaku kecewa melihat kualitas pekerjaan yang mudah rusak, terlebih karena anggaran tersebut berasal dari uang negara.

“Baru dikerjakan beberapa hari, sudah mulai mengelupas. Warga mempertanyakan kualitas jalan ini karena dananya besar, dari Banprov. Apalagi Pak Gubernur selalu menegaskan agar infrastruktur dibangun dengan baik. Harusnya dikerjakan lebih serius,” ujar seorang warga yang enggan disebutkan namanya.


Keluhan serupa juga mencuat dari warga sekitar yang khawatir jika pengerjaan yang tidak maksimal justru menimbulkan kerusakan lebih cepat. Mereka berharap pemerintah desa dan pihak pengawas turun lebih intensif mengontrol pelaksanaan pekerjaan.

Saat dikonfirmasi terpisah melalui pesan singkat whatsapp bagian Kaur Desa Lembursawah, Muis, menyampaikan bahwa pihaknya sudah menindaklanjuti keluhan warga tersebut. Ia mengaku telah berkomunikasi dengan pihak pelaksana, dan CV terkait disebut sudah turun kembali ke lokasi untuk melakukan perbaikan.

“Waalaikumsalam Pak. Puntén, Pak, betul baru dikerjakan lima hari. barusan dapat informasi dari pihak CV bahwa jalan sedang diperbaiki kembali. Mereka sudah di lokasi untuk membenahi bagian yang rusak,” ungkap Muis.

Muis menegaskan bahwa pihak desa mendorong agar penyedia jasa memperbaiki seluruh bagian yang bermasalah sebelum masa pengerjaan selesai. Ia juga menambahkan bahwa kualitas jalan menjadi perhatian penting karena proyek tersebut merupakan fasilitas publik yang digunakan masyarakat luas.

Warga berharap agar insiden seperti ini tidak terulang kembali pada proyek-proyek yang dibiayai dari anggaran pemerintah. Selain itu, mereka meminta agar pemerintah daerah maupun tim pengawas teknis lebih tegas memastikan standar kualitas pekerjaan infrastruktur.

Menurut warga, jika pekerjaan dilakukan sesuai spesifikasi dan prosedur, kerusakan dini semestinya tidak terjadi. Dengan dana yang cukup besar, masyarakat berharap hasil pembangunan dapat dinikmati dalam jangka panjang dan bukan hanya bertahan beberapa hari.

Proyek pengaspalan ini masih dalam masa pengerjaan. Warga berharap perbaikan yang sedang dilakukan dapat benar-benar menyelesaikan seluruh kerusakan sehingga jalan dapat digunakan dengan aman dan nyaman.

CATATAN REDAKSI:
Sebagai media yang menjunjung tinggi prinsip independensi dan keberimbangan, redaksi membuka ruang hak jawab bagi semua pihak yang berkepentingan terhadap pemberitaan ini sesuai dengan ketentuan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers dan Kode Etik Jurnalistik.

(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.suararakyat.info untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

BKK Rp1,7 Miliar Digelontorkan di Tahun 2025,41 Desa di Sukabumi Disorot: LPJ Mandek, Dugaan “Kadeudeuh” Mencuat
Dana Hibah Cair Meski Legalitas Belum Jelas, KNPI Kecam Sikap Pemerintah
Belasan Tahun Jalan Kabupaten Dibiarkan Rusak, Warga Hegarmanah Terpaksa Gotong Royong: Kritik Keras untuk Pemerintah yang Dinilai Abai dan Minim Tindakan Nyata
Halal Bihalal dan Rakor Kecamatan Sukalarang, Perkuat Silaturahmi dan Sinergi Lintas Sektor
Desa Karangjaya Sosialisasikan Program PTSL, Pengukuran Dimulai Tahun Ini
Pembangunan Jalan Desa Rampung, Pemdes Margaluyu Prioritaskan Infrastruktur dan Irigasi
Transaksi Kayu Rp80 Juta Tak Kunjung Tuntas, Nama Kades Serapung Terseret, Publik Menuntut Kejelasan, Klarifikasi Masih Buntu
Sekdes Cidahu Bantah Warganya Buang Sampah ke Jembatan Cikalong, Klaim Sudah Ada Pengangkutan Rutin
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 21 April 2026 - 03:02 WIB

BKK Rp1,7 Miliar Digelontorkan di Tahun 2025,41 Desa di Sukabumi Disorot: LPJ Mandek, Dugaan “Kadeudeuh” Mencuat

Kamis, 16 April 2026 - 12:28 WIB

Dana Hibah Cair Meski Legalitas Belum Jelas, KNPI Kecam Sikap Pemerintah

Sabtu, 11 April 2026 - 04:31 WIB

Belasan Tahun Jalan Kabupaten Dibiarkan Rusak, Warga Hegarmanah Terpaksa Gotong Royong: Kritik Keras untuk Pemerintah yang Dinilai Abai dan Minim Tindakan Nyata

Kamis, 9 April 2026 - 12:30 WIB

Halal Bihalal dan Rakor Kecamatan Sukalarang, Perkuat Silaturahmi dan Sinergi Lintas Sektor

Kamis, 9 April 2026 - 07:43 WIB

Desa Karangjaya Sosialisasikan Program PTSL, Pengukuran Dimulai Tahun Ini

Berita Terbaru

Berita Daerah

GWN Dorong UMKM Bergerak di CFD Bengkalis 2–3 Mei 2026

Selasa, 21 Apr 2026 - 12:56 WIB

Berita Daerah

Percepatan Pembangunan Jembatan Garuda Tahap IV Capai 45 Persen

Selasa, 21 Apr 2026 - 04:34 WIB