SUARARAKYAT.info||Sukabumi – Proyek pemeliharaan jalan lingkungan yang dibiayai melalui Bantuan Gubernur (Banprov) Tahun Anggaran 2025 di Desa Lembursawah, Kecamatan Cicantayan, Kabupaten Sukabumi, kembali menjadi sorotan warga. Pasalnya, hasil pekerjaan pengaspalan dengan metode sandsheet pada ruas Jalan Selakopi–Lemburjami tersebut dilaporkan mulai mengelupas meski belum genap satu minggu sejak pelaksanaan.
Berdasarkan papan proyek yang terpasang di lokasi, pekerjaan ini masuk dalam kegiatan Pemeliharaan Jalan Lingkungan dengan nilai anggaran Rp 98 juta, dilaksanakan oleh CV Jaya Laksana, dan memiliki durasi 15 hari kalender. Proyek ini menggunakan sumber dana Bantuan Gubernur Provinsi Jawa Barat (Banprov) Tahun Anggaran 2025.
Namun di lapangan, sejumlah warga mengeluhkan kondisi jalan yang dianggap tidak sesuai harapan. Mereka mengaku kecewa melihat kualitas pekerjaan yang mudah rusak, terlebih karena anggaran tersebut berasal dari uang negara.
“Baru dikerjakan beberapa hari, sudah mulai mengelupas. Warga mempertanyakan kualitas jalan ini karena dananya besar, dari Banprov. Apalagi Pak Gubernur selalu menegaskan agar infrastruktur dibangun dengan baik. Harusnya dikerjakan lebih serius,” ujar seorang warga yang enggan disebutkan namanya.

Keluhan serupa juga mencuat dari warga sekitar yang khawatir jika pengerjaan yang tidak maksimal justru menimbulkan kerusakan lebih cepat. Mereka berharap pemerintah desa dan pihak pengawas turun lebih intensif mengontrol pelaksanaan pekerjaan.
Saat dikonfirmasi terpisah melalui pesan singkat whatsapp bagian Kaur Desa Lembursawah, Muis, menyampaikan bahwa pihaknya sudah menindaklanjuti keluhan warga tersebut. Ia mengaku telah berkomunikasi dengan pihak pelaksana, dan CV terkait disebut sudah turun kembali ke lokasi untuk melakukan perbaikan.
“Waalaikumsalam Pak. Puntén, Pak, betul baru dikerjakan lima hari. barusan dapat informasi dari pihak CV bahwa jalan sedang diperbaiki kembali. Mereka sudah di lokasi untuk membenahi bagian yang rusak,” ungkap Muis.
Muis menegaskan bahwa pihak desa mendorong agar penyedia jasa memperbaiki seluruh bagian yang bermasalah sebelum masa pengerjaan selesai. Ia juga menambahkan bahwa kualitas jalan menjadi perhatian penting karena proyek tersebut merupakan fasilitas publik yang digunakan masyarakat luas.
Warga berharap agar insiden seperti ini tidak terulang kembali pada proyek-proyek yang dibiayai dari anggaran pemerintah. Selain itu, mereka meminta agar pemerintah daerah maupun tim pengawas teknis lebih tegas memastikan standar kualitas pekerjaan infrastruktur.
Menurut warga, jika pekerjaan dilakukan sesuai spesifikasi dan prosedur, kerusakan dini semestinya tidak terjadi. Dengan dana yang cukup besar, masyarakat berharap hasil pembangunan dapat dinikmati dalam jangka panjang dan bukan hanya bertahan beberapa hari.
Proyek pengaspalan ini masih dalam masa pengerjaan. Warga berharap perbaikan yang sedang dilakukan dapat benar-benar menyelesaikan seluruh kerusakan sehingga jalan dapat digunakan dengan aman dan nyaman.
CATATAN REDAKSI:
Sebagai media yang menjunjung tinggi prinsip independensi dan keberimbangan, redaksi membuka ruang hak jawab bagi semua pihak yang berkepentingan terhadap pemberitaan ini sesuai dengan ketentuan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers dan Kode Etik Jurnalistik.
(*)
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT













