SUARARAKYAT.info|| Jakarta— Suasana penuh keprihatinan menyelimuti keluarga besar GAKORPAN setelah seorang mahasiswi Fakultas Hukum Universitas Kristen Indonesia (FH UKI), sekaligus aktivis anti-rasuah GAKORPAN, Debby Grace Siagian, harus menjalani operasi cito akibat infeksi akut pada usus. Debby yang juga merupakan putri Ketua DPP GAKORPAN dan LBH Pers Prima Presisi Polri, Dr. Bernard BBBBI Siagian SH., M.Akp, mendadak dilarikan ke Rumah Sakit Harapan Bunda, Kp. Rambutan, Jakarta Timur.Minggu (16/11/2025)
Menurut laporan resmi internal yang disampaikan Dr. Bernard, Debby mengalami paranoid state akibat rasa sakit ekstrem, disertai panas tinggi dan peradangan berat pada usus. Kondisi itu memaksa tim medis melakukan tindakan operasi darurat untuk mengeluarkan jaringan yang mengalami infeksi bernanah.
Kabar melegakan muncul setelah pihak rumah sakit merilis hasil biopsi terhadap jaringan usus yang diambil saat operasi. Pemeriksaan laboratorium internal RS Harapan Bunda menunjukkan tidak ditemukan sel-sel keganasan atau kanker. Dr. Bernard bersama istrinya, drg. Nonin EDC, menyampaikan rasa syukur yang mendalam atas hasil tersebut.
“Puji Tuhan dan Alhamdulillah, hasil biopsi menyatakan tidak ada faktor keganasan. Ini anugerah besar bagi keluarga kami. Kami terus berdoa, bersyukur, dan berserah pada kebesaran Tuhan,” ujar Dr. Bernard.
Keluarga menyampaikan bahwa Debby, seperti banyak mahasiswa perantau lainnya, kerap mengonsumsi mie instan dan makanan cepat saji pedas bergaya Korea. Kebiasaan tersebut, menurut pihak medis, sangat mungkin menjadi pemicu infeksi usus dan pembengkakan yang dialaminya.
Fenomena ini dianggap sebagai bagian dari dilematika hidup anak kos di kota besar. Keterbatasan biaya dan waktu sering membuat mereka bergantung pada makanan instan yang kaya pengawet, sodium, dan essence berisiko iritasi.
GAKORPAN menilai kasus ini sebagai “alarm dini” bagi generasi muda, khususnya Gen Z yang gemar konsumsi cepat saji tanpa memikirkan efek jangka panjang terhadap kesehatan.
Lewat pernyataannya, GAKORPAN mengingatkan masyarakat akan bahaya laten konsumsi mie instan berlebihan, terutama produk dengan essence kuat dan kandungan pengawet tinggi.
“Hello para Gen Z yang hobi mie instan dan minuman essence instan wake up! Tragedi ini menjadi peringatan bahwa kesehatan itu mahal. Waspadalah terhadap efek mie instan berpengawet. Jangan sampai terlambat,” tegas Dr. Bernard.
Menurutnya, globalisasi dan budaya kuliner instan yang membanjiri kota metropolitan membawa ancaman tersendiri. Banyak anak muda yang abai terhadap kandungan kimia dalam makanan instan, padahal risiko gangguan pencernaan, infeksi usus, hingga komplikasi berat bisa datang kapan saja.
Keluarga besar GAKORPAN, rekan aktivis, dan komunitas LBH PERS Prima Presisi Polri turut memberikan dukungan penuh bagi pemulihan Debby. Mereka berharap peristiwa ini menjadi pelajaran bagi publik untuk meningkatkan perhatian pada pola makan dan gaya hidup sehat.
“Kepedulian terhadap kesehatan adalah bagian dari perjuangan menuju masyarakat prima dan berdaya. Menuju Indonesia Emas 2045, bangsa yang kuat harus dimulai dari generasi yang sehat,” tutur Dr. Bernard menutup pernyataannya.
CATATAN REDAKSI:
Sebagai media yang menjunjung tinggi prinsip independensi dan keberimbangan, redaksi membuka ruang hak jawab bagi semua pihak yang berkepentingan terhadap pemberitaan ini sesuai dengan ketentuan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers dan Kode Etik Jurnalistik.
(Dr.Bernard/DPP GAKORPAN)














