Dugaan Gratifikasi di Balik Pertemuan Hotel Mewah Penandatanganan HGU PT IJA di Batam

- Penulis

Jumat, 14 November 2025 - 08:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARARAKYAT.info||Batam — Sebuah pertemuan tertutup yang digelar di sebuah hotel mewah di Batam pada pertengahan Januari 2024 kini menjadi sorotan publik. Pertemuan tersebut diduga kuat berkaitan dengan proses penandatanganan Hak Guna Usaha (HGU) PT IJA yang melibatkan pejabat penting Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), berinisial T, beserta sejumlah stafnya, serta perwakilan desa dari kawasan operasional perusahaan tersebut.

Informasi yang diterima dari seorang narasumber yang enggan disebutkan namanya mengungkap bahwa seluruh peserta pertemuan mendapatkan layanan mewah selama kegiatan berlangsung. Bahkan, menurut kesaksiannya, selain fasilitas pelayanan yang sangat memuaskan, para undangan juga menerima uang saku setelah acara selesai. Hal ini memunculkan dugaan adanya praktik gratifikasi yang mengiringi proses penandatanganan HGU tersebut.jumat (14/11/2025)

Pertemuan itu juga dihadiri seorang perempuan dari Kanwil Pekanbaru, yang disebut turut terlibat dalam proses penandatanganan dokumen. Narasumber menegaskan bahwa penandatanganan berjalan lancar dan sesuai dengan kepentingan perusahaan PT IJA, tanpa hambatan berarti.

Namun, yang menjadi pertanyaan besar adalah mengapa proses penandatanganan HGU ini dilakukan di Batam, jauh dari wilayah Inhil, tempat perusahaan tersebut beroperasi. Publik menilai bahwa lokasi pertemuan yang jauh dari daerah konflik dapat menimbulkan dugaan adanya upaya menghindari perhatian masyarakat yang selama ini bersengketa dengan perusahaan.

Sampai saat ini, PT IJA masih menghadapi berbagai persoalan dengan masyarakat tempatan. Masalah hama kumbang yang berdampak pada kebun warga belum terselesaikan, begitu pula konflik sengketa lahan yang bertahun-tahun tidak menemukan titik terang. Situasi ini memperkuat dugaan bahwa perusahaan berupaya mengamankan legalitas lewat pendekatan yang bertentangan dengan prinsip transparansi.

Masyarakat berharap pemerintah daerah maupun aparat penegak hukum lebih jeli dan tegas dalam menindaklanjuti persoalan ini. Dugaan gratifikasi dalam proses administrasi HGU adalah pelanggaran serius dan dapat merusak kepercayaan publik terhadap penyelenggara negara. Selain itu, pemerintah diminta memastikan bahwa perusahaan yang beroperasi di Inhil benar-benar memperhatikan kesejahteraan dan kehidupan masyarakat sekitar, bukan justru membuat keputusan yang dapat memicu ketidakadilan baru.

Kasus ini diharapkan dapat segera diusut tuntas agar terang benderang, sehingga hak-hak masyarakat tetap terlindungi dan setiap proses perizinan berjalan sesuai prinsip akuntabilitas dan integritas.

(Syw)

READ  Desa Serosah dan Sekitarnya Diduga Jadi Surga PETI, Penegakan Hukum Dipertanyakan? 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.suararakyat.info untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

DUKUNG SWASEMBADA PANGAN PRESIDEN RI, KAPOLSEK BENGKALIS GENCAR DORONG KELOMPOK TANI BUDIDAYA JAGUNG PIPIL.
LAMR Bengkalis Terima Kunjungan Mahasiswa MKWK Polbeng, Bahas Pelestarian Permainan Rakyat Melayu
Dua Remaja Diduga Spesialis Curanmor di Sorong Diamankan, Polisi Ungkap 18 TKP
Kepala Unit BRI Jalan Mesjid Selatpanjang Belum Tanggapi Konfirmasi Media, Transparansi Prosedur Penagihan dan Penjualan Agunan Jadi Sorotan
Jelang Operasi Patuh Dofior 2026, Polda Papua Barat Daya Ajak Masyarakat Tertib Berlalu Lintas
Jadwal Kapal Pelni Sorong Bulan Juni 2026, Kacab Jhoni Rachman: Cek Rute dan Beli Tiket Resmi Agar Pelayaran Aman Sampai Tujuan
Crosser Cilik Berprestasi, M Dylan Ramadhan Terima Penghargaan pada Upacara HJB ke-544 Tingkat Kecamatan Cijeruk
Dukung Program Ketahanan Pangan Nasional, Bhabinkamtibmas Polsek Bengkalis Monitoring Lahan Jagung di Desa Ketamputih Kec. Bengkalis
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 6 Juni 2026 - 03:13 WIB

DUKUNG SWASEMBADA PANGAN PRESIDEN RI, KAPOLSEK BENGKALIS GENCAR DORONG KELOMPOK TANI BUDIDAYA JAGUNG PIPIL.

Sabtu, 6 Juni 2026 - 03:04 WIB

LAMR Bengkalis Terima Kunjungan Mahasiswa MKWK Polbeng, Bahas Pelestarian Permainan Rakyat Melayu

Jumat, 5 Juni 2026 - 15:53 WIB

Dua Remaja Diduga Spesialis Curanmor di Sorong Diamankan, Polisi Ungkap 18 TKP

Jumat, 5 Juni 2026 - 07:38 WIB

Kepala Unit BRI Jalan Mesjid Selatpanjang Belum Tanggapi Konfirmasi Media, Transparansi Prosedur Penagihan dan Penjualan Agunan Jadi Sorotan

Jumat, 5 Juni 2026 - 06:37 WIB

Jelang Operasi Patuh Dofior 2026, Polda Papua Barat Daya Ajak Masyarakat Tertib Berlalu Lintas

Berita Terbaru