Pengembangan Kurikulum Dan Dosen Lebih Penting Ketimbang Bentuk Direktorat PTS

- Penulis

Jumat, 14 November 2025 - 01:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARARAKYAT..info|| Jakarta- Wacana pembentukan oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) terkait Direktorat Perguruan Tinggi Swasta (PTS) dengan dukungan dikalangan legislatif kearah memperkuat kualitas pendidikan tinggi di seluruh Indonesia agar setara dengan Perguruan Tinggi Negeri (PTN), menjadi pro kontra dikalangan pelaku pendidikan.

Menurut Prof Sumaryoto pembentukan Direktorat Perguruan Tinggi Swasta pasti ada plus dan minusnya. Dari sisi positifnya, nanti dengan Ditjen PTS jadi lebih khusus membina, mengembangkan PTS. Kemudian negatifnya, terkait dengan penambahan/pengaturan unsur birokrasi atau SDM yang berujung pada kenaikan anggaran.

“Sebenarnya sudah cukup yang ada sekarang , sehingga yang terpenting adalah bagaimana mekanisme peraturan yang ada dikaji lebih mendalam sehingga sesuai dengan tuntutan dan kebutuhan perkembangan PTS,” ujar Prof Sumaryoto Rektor Unindra kepada suararakyat. info, di Jakarta, Jumat (14/11/2025).

Diketahui sekarang ini PTS sedang dilanda hal yang cukup berat akibat dampak ekonomi nasional yang kurang baik dan berimbas kepada kemampuan mahasiswa untuk membayar uang kuliah . Belum lagi bagi calon mahasiswa baru yang mau masuk kuliah, kemampuan mereka cenderung menurun .

“Rata-rata di mana-mana penerimaan mahasiswa baru turun yang cukup signifikan baik PTN maupun PTS. Hal itu yang terjadi sekarang ini, jadi meskipun di tambah direktorat jenderal baru, kalau akar masalahnya tidak terselesaikan maka tidak berpengaruh banyak, “imbuhnya.

Dikatakan Prof Sumaryoto sekarang yang perlu diatasi pemerintah adalah bagaimana memberikan bantuan kepada PTS terutama perguruan tinggi swasta yang rata-rata terdampak oleh Covid 19 maupun dampak era digitalisasi sehingga banyak PHK yang terjadi.

Demikian pula kemampuan masyarakat untuk mendanai studi calon mahasiswa juga akan menurun.
” Kemampuan orang tua untuk mendanai juga menurun, yang masih kuliah tidak bisa lanjut, yang belum juga tidak mampu dan yang sudah lulus juga tidak mampu untuk mengambil ijazah.
Jadi jangan terburu-buru membentuk direktorat jenderal tapi yang lebih mendesak adalah permasalahan yang dilapangan yang perlu ditangani.
Mestinya di mapping dulu apa permasalahannya yang tengah dihadapi oleh ribuan PTS, “terangnya.

Untuk meningkatkan mutu dan kualitas dosen tambah Prof Sumaryoto tidak harus membentuk direktorat jenderal yang baru.
” Sekarang aturannya sudah jelas bagaimana kebutuhan PTS untuk meningkatan tenaga dosen, harus banyak dibantu dengan memberikan beasiswa pemerintah bukan menambah dirjen, “tegasnya.

Prof Sumaryoto bilang yang lebih penting untuk mutu dosen dengan menambahkan dana yang cukup untuk riset, mengembangkan dosen dan pengembangan kurikulum itu aja yang penting.

” Saya cenderung kurang sependapat.
Kementerian sudah dipecah mestinya fokus pada intensifikasi saja.
Dengan ditjen baru akan menambah unit baru, anggaran dan jabatan baru sehingga terlalu mengada -ada, sementara masalah pokok bukan disitu. Harusnya ada pola subsidi untuk PTS itu lebih penting, “tandasnya.

(s handoko)

READ  Yakub F Ismail,Di Balik Gencatan: Implikasinya bagi Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.suararakyat.info untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Skandal Laptop Siluman BGN: Menguak Korupsi Ratusan Miliar Berkedok Transformasi Digital, Peruri Terlibat
DPR Kota Sorong Dorong Penyelesaian Internal Terkait Pemalangan Kantor Distrik Sorong Barat
Babinsa Koramil 1802-02/Sorong Barat Monitoring Pembangunan Jembatan Garuda Tahap IV
Pangdam XVIII/Kasuari Hadiri Rapat Kerja Pemprov Papua Barat : Perkuat Sinergi dan Stabilitas Daerah
Percepatan Konstruksi Jembatan Garuda Tahap IV, Kodim 1802/Sorong Perkuat Struktur Dasar
Bamsoet Raih Penghargaan Wartawan Parlemen Awards 2026 Kategori Legislator Penggerak Profesionalisme Institusi dan Aparat Penegak Hukum
Korupsi APBD Kabupaten Sorong Terbongkar, Kerugian Negara Capai Rp54 Miliar
Dugaan Minim nyaTransparansi Proyek Kopdes Merah Putih, Publik Pertanyakan Penggunaan Anggaran Negara di Lapangan
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 18 April 2026 - 23:51 WIB

Skandal Laptop Siluman BGN: Menguak Korupsi Ratusan Miliar Berkedok Transformasi Digital, Peruri Terlibat

Sabtu, 18 April 2026 - 07:59 WIB

DPR Kota Sorong Dorong Penyelesaian Internal Terkait Pemalangan Kantor Distrik Sorong Barat

Sabtu, 18 April 2026 - 03:45 WIB

Babinsa Koramil 1802-02/Sorong Barat Monitoring Pembangunan Jembatan Garuda Tahap IV

Jumat, 17 April 2026 - 13:03 WIB

Pangdam XVIII/Kasuari Hadiri Rapat Kerja Pemprov Papua Barat : Perkuat Sinergi dan Stabilitas Daerah

Jumat, 17 April 2026 - 03:22 WIB

Percepatan Konstruksi Jembatan Garuda Tahap IV, Kodim 1802/Sorong Perkuat Struktur Dasar

Berita Terbaru

Berita Daerah

Kodim 1802/Sorong Percepat Progres Jembatan Perintis Garuda Tahap IV

Minggu, 19 Apr 2026 - 02:13 WIB