SUARARAKYAT..info|| Jakarta- Wacana pembentukan oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) terkait Direktorat Perguruan Tinggi Swasta (PTS) dengan dukungan dikalangan legislatif kearah memperkuat kualitas pendidikan tinggi di seluruh Indonesia agar setara dengan Perguruan Tinggi Negeri (PTN), menjadi pro kontra dikalangan pelaku pendidikan.
Menurut Prof Sumaryoto pembentukan Direktorat Perguruan Tinggi Swasta pasti ada plus dan minusnya. Dari sisi positifnya, nanti dengan Ditjen PTS jadi lebih khusus membina, mengembangkan PTS. Kemudian negatifnya, terkait dengan penambahan/pengaturan unsur birokrasi atau SDM yang berujung pada kenaikan anggaran.
“Sebenarnya sudah cukup yang ada sekarang , sehingga yang terpenting adalah bagaimana mekanisme peraturan yang ada dikaji lebih mendalam sehingga sesuai dengan tuntutan dan kebutuhan perkembangan PTS,” ujar Prof Sumaryoto Rektor Unindra kepada suararakyat. info, di Jakarta, Jumat (14/11/2025).
Diketahui sekarang ini PTS sedang dilanda hal yang cukup berat akibat dampak ekonomi nasional yang kurang baik dan berimbas kepada kemampuan mahasiswa untuk membayar uang kuliah . Belum lagi bagi calon mahasiswa baru yang mau masuk kuliah, kemampuan mereka cenderung menurun .
“Rata-rata di mana-mana penerimaan mahasiswa baru turun yang cukup signifikan baik PTN maupun PTS. Hal itu yang terjadi sekarang ini, jadi meskipun di tambah direktorat jenderal baru, kalau akar masalahnya tidak terselesaikan maka tidak berpengaruh banyak, “imbuhnya.
Dikatakan Prof Sumaryoto sekarang yang perlu diatasi pemerintah adalah bagaimana memberikan bantuan kepada PTS terutama perguruan tinggi swasta yang rata-rata terdampak oleh Covid 19 maupun dampak era digitalisasi sehingga banyak PHK yang terjadi.
Demikian pula kemampuan masyarakat untuk mendanai studi calon mahasiswa juga akan menurun.
” Kemampuan orang tua untuk mendanai juga menurun, yang masih kuliah tidak bisa lanjut, yang belum juga tidak mampu dan yang sudah lulus juga tidak mampu untuk mengambil ijazah.
Jadi jangan terburu-buru membentuk direktorat jenderal tapi yang lebih mendesak adalah permasalahan yang dilapangan yang perlu ditangani.
Mestinya di mapping dulu apa permasalahannya yang tengah dihadapi oleh ribuan PTS, “terangnya.
Untuk meningkatkan mutu dan kualitas dosen tambah Prof Sumaryoto tidak harus membentuk direktorat jenderal yang baru.
” Sekarang aturannya sudah jelas bagaimana kebutuhan PTS untuk meningkatan tenaga dosen, harus banyak dibantu dengan memberikan beasiswa pemerintah bukan menambah dirjen, “tegasnya.
Prof Sumaryoto bilang yang lebih penting untuk mutu dosen dengan menambahkan dana yang cukup untuk riset, mengembangkan dosen dan pengembangan kurikulum itu aja yang penting.
” Saya cenderung kurang sependapat.
Kementerian sudah dipecah mestinya fokus pada intensifikasi saja.
Dengan ditjen baru akan menambah unit baru, anggaran dan jabatan baru sehingga terlalu mengada -ada, sementara masalah pokok bukan disitu. Harusnya ada pola subsidi untuk PTS itu lebih penting, “tandasnya.
(s handoko)














