SUARARAKYAT.info|| Bandung-Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Yandri Susanto, didampingi Bupati Bandung Barat Jeje Ritchie Ismail, melakukan kunjungan kerja ke BUM Desa Duta Usaha Rancage di Desa Cilame, Kecamatan Padalarang, Senin (11/11/2025). Kunjungan tersebut menjadi ajang pembuktian bahwa desa mampu menjadi pusat inovasi dan kemandirian ekonomi melalui pengembangan budidaya ikan nila berbasis teknologi Bioflok dan RAS (Recirculating Aquaculture System).
Dalam tinjauannya, Menteri Yandri mengapresiasi keberhasilan Desa Cilame yang mampu mengoptimalkan potensi lokal dan sumber daya manusia desa untuk mengembangkan Desa Tematik “Desa Ikan Nila.” Ia menyebut bahwa pendekatan teknologi seperti Bioflok dan RAS tidak hanya meningkatkan produktivitas, tetapi juga menjaga kualitas air dan lingkungan, sehingga budidaya ikan menjadi lebih efisien dan ramah lingkungan.
“Desa Cilame ini luar biasa. Mereka mampu membuktikan bahwa dengan inovasi, desa bisa mandiri, produktif, dan punya daya saing. Sistem gabungan Bioflok dan RAS ini adalah contoh konkret modernisasi pertanian dan perikanan desa,” ujar Menteri Yandri di sela-sela kunjungan.
Bupati Bandung Barat Jeje Ritchie Ismail yang turut mendampingi Menteri Yandri menambahkan, keberhasilan Desa Cilame merupakan hasil sinergi antara pemerintah daerah, pemerintah desa, dan masyarakat yang terus berkomitmen mengembangkan ekonomi berbasis potensi lokal.
“BUM Desa Duta Usaha Rancage ini menjadi bukti bahwa desa bisa menjadi motor penggerak ekonomi daerah. Kami dari pemerintah kabupaten tentu terus mendukung dan memperluas program desa tematik lainnya,” tutur Bupati Jeje.
Program budidaya ikan nila di Desa Cilame juga memiliki peran strategis dalam mendukung Program Makan Bergizi Gratis yang dicanangkan pemerintah pusat. Nantinya, hasil panen ikan nila dari desa ini akan menjadi salah satu sumber bahan baku utama program tersebut, sehingga memberi dampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat dan pemenuhan gizi anak-anak sekolah.
Selain meningkatkan pendapatan masyarakat desa, inovasi ini juga membuka lapangan kerja baru bagi warga sekitar, mulai dari pembenihan, perawatan, hingga pengolahan hasil panen. Dengan penerapan teknologi yang modern, hasil panen ikan nila dari BUM Desa Duta Usaha Rancage diharapkan bisa memenuhi standar nasional bahkan berpotensi untuk ekspor.
Kementerian Desa PDTT berkomitmen menjadikan Desa Cilame sebagai model percontohan nasional bagi pengembangan desa tematik berbasis teknologi dan keberlanjutan lingkungan. Menteri Yandri menegaskan, ke depan pihaknya akan memperluas dukungan terhadap BUM Desa inovatif yang mampu meningkatkan ekonomi masyarakat sekaligus menjaga keseimbangan ekosistem.
“Kita ingin desa-desa lain meniru semangat dan inovasi Desa Cilame. Pembangunan desa bukan hanya soal infrastruktur, tapi juga bagaimana masyarakat desa bisa mandiri secara ekonomi, sehat secara sosial, dan berdaya secara teknologi,” pungkas Mendes Yandri.
Dengan semangat kolaborasi dan inovasi, Desa Cilame kini menegaskan posisinya sebagai ikon kemajuan desa berbasis perikanan modern, sekaligus teladan bagi daerah lain dalam mewujudkan kemandirian dan kedaulatan pangan nasional.
(Swd)














