Kota Sorong Papua Barat Daya – Wakil Gubernur Papua Barat Daya Ahmad Nausrau menegaskan pentingnya integrasi hasil Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Otonomi Khusus (Otsus) dalam perencanaan pembangunan daerah pada Musrenbang dan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027.
Kegiatan Musrenbang ini secara resmi dibuka dengan prosesi pemukulan tifa oleh Wakil Gubernur Papua Barat Daya sebagai simbol dimulainya forum perencanaan pembangunan, Sabtu (30/4/2026).
Dalam sambutannya, Wagub menekankan bahwa Musrenbang memiliki arti strategis sebagai forum utama untuk menyelaraskan prioritas pembangunan daerah dengan kebutuhan masyarakat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Musrenbang ini menjadi wadah penting untuk memastikan arah kebijakan pembangunan benar-benar inklusif, partisipatif, dan berkelanjutan,” ujarnya.
Wagub menyampaikan Musrenbang Provinsi Papua Barat Daya Tahun 2027 sendiri merupakan rangkaian kegiatan yang meliputi konsultasi publik rancangan awal RKPD, forum organisasi perangkat daerah (OPD), serta pelaksanaan Musrenbang yang berlangsung bersamaan dengan Musrenbang Otsus pada 30 April hingga 6 Mei 2026.
Menurut Ahmad Nausrau, hasil Musrenbang Otsus tidak boleh dipandang sebagai forum terpisah, melainkan harus menjadi bagian integral dalam sistem perencanaan pembangunan daerah.
Wagub menegaskan bahwa aspirasi masyarakat, khususnya yang menyangkut kebutuhan dasar, pemberdayaan ekonomi Orang Asli Papua (OAP), pendidikan, kesehatan, serta perlindungan sosial harus menjadi prioritas utama.
“Tahun 2027 merupakan fase penting dalam pembangunan jangka menengah daerah. Karena itu, perencanaan yang disusun harus mampu menjawab tantangan seperti peningkatan kualitas SDM, penguatan ekonomi lokal, percepatan infrastruktur, hingga pengentasan kemiskinan dan pengurangan kesenjangan antarwilayah,” jelasnya.
Lebib Lanjut, Wagub Menyampaikan Sebagai provinsi yang relatif baru, Papua Barat Daya dinilai memiliki potensi besar di berbagai sektor, termasuk kelautan, pariwisata, kehutanan, dan ekonomi kreatif.
Untuk itu, pemerintah mendorong sinergi dan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan guna menghasilkan program pembangunan yang tepat sasaran dan berdampak nyata.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa Musrenbang harus menjadi ruang dialog terbuka yang mampu menampung aspirasi masyarakat secara objektif.
Tema Musrenbang tahun ini mengusung pembangunan dan pengembangan kota berbasis klaster wisata dan UMKM melalui optimalisasi Otsus.
Ahmad Nausrau juga menyoroti pentingnya sinkronisasi antara Musrenbang reguler dan Musrenbang Otsus guna menghindari tumpang tindih program serta memastikan kebutuhan masyarakat dapat terakomodasi secara menyeluruh.
“Dengan integrasi ini, kita memastikan dana Otsus digunakan secara efektif, transparan, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat, khususnya Orang Asli Papua,” tegasnya.
Ia pun mengajak seluruh perangkat daerah, pemerintah kabupaten/kota, serta pemangku kepentingan untuk menyelaraskan program prioritas, menerapkan pendekatan pembangunan berbasis wilayah adat, serta memperkuat pengawasan dan akuntabilitas pelaksanaan program.
Menutup sambutannya, Wakil Gubernur berharap forum tersebut mampu menghasilkan perencanaan pembangunan yang berkualitas, terukur, dan implementatif.
“Mari kita jadikan Musrenbang ini sebagai momentum memperkuat komitmen bersama dalam mewujudkan Papua Barat Daya yang maju, mandiri, dan sejahtera,” pungkasnya.
Penulis : Leonardo
Editor : Tim Redaksi
Sumber Berita: Suara Rakyat Info














