Dukung Penuh Program Makan Bergizi Prabowo, Rahmawati Gerindra Tinjau Dapur di Sekatak Buji

- Penulis

Rabu, 15 Oktober 2025 - 03:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARARAKYAT.info||Bulungan, Kalimantan Utara — Anggota DPR RI Fraksi Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Hj. Rahmawati Zainal Palliwang menunjukkan dukungan penuh terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas Presiden Prabowo Subianto.

Dukungan tersebut ia wujudkan dengan turun langsung meninjau pembangunan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Desa Sekatak Buji, Kecamatan Sekatak, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara.

Dalam kunjungannya, Rahmawati menyampaikan optimisme terhadap peran dapur MBG sebagai pusat pelayanan gizi yang dapat menjangkau ribuan penerima manfaat setiap harinya. Ia mengapresiasi kesiapan infrastruktur dan sistem yang sudah mulai dibangun.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Dan akhirnya pendistribusian makanan juga gampang. Dan saya juga melihat tempatnya cukup bersih. Sudah dari tim BGN juga sudah memverifikasi ya. Artinya sudah lolos. Kemudian di sini juga bisa melayani 2000 penerima manfaat,” ungkapnya saat meninjau dapur.

Rahmawati yang juga tokoh Gerindra Kalimantan Utara ini menegaskan, kehadiran program MBG di Kalimantan Utara akan memberikan dampak signifikan terhadap pemenuhan gizi masyarakat. Program ini menargetkan siswa sekolah, ibu hamil, hingga lansia sebagai penerima manfaat utama.

Anak buah Prabowo ini menyebutkan bahwa kedepannya, pola distribusi makanan bergizi harus terukur dan terjamin kebersihannya akan menjadi solusi nyata mengatasi persoalan gizi yang masih menjadi tantangan di daerah-daerah.

“Kita ingin memastikan setiap anak bangsa bisa tumbuh sehat, cerdas, dan kuat. Program ini adalah bentuk komitmen negara hadir secara nyata untuk rakyat,” kata Rahmawati.

READ  Wakomindo: Mendorong Profesionalisme dan Standar Kompetensi Wartawan

Selain berdampak pada perbaikan gizi, program MBG juga menciptakan efek ganda dalam bentuk kesempatan kerja dan penguatan ekonomi masyarakat lokal. Dapur SPPG tidak hanya berfungsi sebagai pusat memasak, tetapi juga membuka lapangan kerja bagi warga sekitar yang terlibat langsung dalam aktivitas dapur, mulai dari memasak, pengemasan, hingga distribusi makanan jadi harus dikawal dengan baik lantaran manfaatnya sangat besar.

“Selain memenuhi kebutuhan gizi anak, program ini juga membuka lapangan pekerjaan bagi warga, dan mendorong tumbuhnya perputaran ekonomi di wilayah dapur tersebut berdiri, jadi kita harus bersama-sama mengawalnya” jelas Rahmawati.

Dengan adanya dapur MBG, para petani dan pelaku UMKM lokal juga berpeluang mendapatkan manfaat melalui penyediaan bahan baku makanan yang dibutuhkan setiap hari. Hal ini menciptakan rantai pasok yang berkesinambungan dan memperkuat ekonomi desa.

Rahmawati menilai, program MBG yang digagas Presiden Prabowo merupakan bukti nyata keberpihakan pemerintah terhadap kesejahteraan rakyat. Ia berharap masyarakat Kalimantan Utara mendukung penuh program ini agar manfaatnya bisa dirasakan lebih luas.

“Kehadiran dapur MBG ini adalah bukti kepedulian pemerintah, khususnya Presiden Prabowo Subianto, kepada masyarakat. Saya yakin jika semua pihak ikut mendukung, program ini akan sukses dan membawa kebaikan besar,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.suararakyat.info untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Proyek Sumur Bor APBD Sukabumi 2026 Disorot, Biaya Borong Hanya Rp18 Juta per Titik Padahal Pagu Hingga Ratusan Juta
Dirjen Imigrasi Lakukan Penyegaran Kepemimpinan, Tegaskan Komitmen Reformasi dan Integritas Pelayanan Publik
Kawal Kemerdekaan Pers: PPWI Siapkan Gugatan Praperadilan Lawan Kapolri Hingga Kasat Reskrim Pekanbaru
Dr. Fachrul Razi: Revisi UU Pemerintahan Aceh Minus Penguatan Kewenangan Aceh, Berpotensi Sia-Sia!
Hak Siswa Dipertanyakan, Dugaan Penahanan PIP dan Denda Tunggakan Mencuat di MA Sabilal Muhtadin
Muswil I MUI Papua Barat Daya Dipalang Adat, MMP Tuntut Keterlibatan Muslim Asli Papua
APINDO Minta Kajian Komprehensif Sebelum Konvensi ILO tentang Pekerja Platform Diratifikasi
Otonomi Daerah di Persimpangan Jalan, Dr. Fachrul Razi Beberkan Masalah Pokok dan Solusi Strategis di Kuliah Umum UICI
Berita ini 0 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 24 Juni 2026 - 00:36 WIB

Proyek Sumur Bor APBD Sukabumi 2026 Disorot, Biaya Borong Hanya Rp18 Juta per Titik Padahal Pagu Hingga Ratusan Juta

Selasa, 23 Juni 2026 - 05:14 WIB

Dirjen Imigrasi Lakukan Penyegaran Kepemimpinan, Tegaskan Komitmen Reformasi dan Integritas Pelayanan Publik

Minggu, 21 Juni 2026 - 23:20 WIB

Kawal Kemerdekaan Pers: PPWI Siapkan Gugatan Praperadilan Lawan Kapolri Hingga Kasat Reskrim Pekanbaru

Minggu, 21 Juni 2026 - 23:16 WIB

Dr. Fachrul Razi: Revisi UU Pemerintahan Aceh Minus Penguatan Kewenangan Aceh, Berpotensi Sia-Sia!

Sabtu, 20 Juni 2026 - 08:03 WIB

Hak Siswa Dipertanyakan, Dugaan Penahanan PIP dan Denda Tunggakan Mencuat di MA Sabilal Muhtadin

Berita Terbaru