Proyek Rabat Beton di Kampung Cidahu Desa Jatisari Diduga Asal Jadi, Warga Kecewa Karena Tidak Transparan

- Penulis

Rabu, 3 September 2025 - 10:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARARAKYAT.Info|| Cianjur – Proyek pembangunan rabat beton jalan desa di Kampung Cidahu RT 04 RW 01, Desa Jatisari, Kecamatan Sindangbarang, Kabupaten Cianjur, mulai menuai sorotan warga. Papan informasi kegiatan menunjukkan bahwa proyek ini bersumber dari Dana Desa (DD) tahap II Tahun Anggaran 2025 dengan total anggaran mencapai Rp100.000.000, yang seharusnya digunakan untuk pekerjaan rabat beton sepanjang 140 meter, lebar 2,5 meter, dan tebal 0,15 meter.

Namun, di lapangan, salah seorang warga menyampaikan kekecewaannya. Pasalnya, hasil pengerjaan proyek tersebut diduga tidak sesuai dengan spesifikasi yang tertera di papan informasi. Warga menilai ketebalan coran rabat beton tidak mencapai ukuran 0,15 meter sebagaimana tertulis, melainkan jauh di bawah standar. Kondisi ini menimbulkan kecurigaan bahwa kualitas pengerjaan bisa menurun dan umur konstruksi jalan tidak akan bertahan lama.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kalau dilihat langsung, corannya tipis, jelas tidak sesuai dengan 15 cm. Kami khawatir nanti jalan cepat rusak,dari pelaksaan juga tertera dikerjakan dari Januari sampai Desember 2025,masa iya kerjaan sepanjang 140 meter ini harus dikerjakan setahun?,kan dana desa tahap dua ini baru keluar ? padahal ini jelas pakai uang negara”: ungkap seorang warga dengan nada kecewa.rabu (3/9/2025)

Selain masalah ketebalan rabat beton, warga juga menyoroti sistem swakelola yang diterapkan dalam proyek tersebut. Berdasarkan aturan, pengerjaan yang bersumber dari Dana Desa seharusnya mengutamakan pemberdayaan masyarakat lokal. Namun faktanya, pekerja yang dilibatkan dalam proyek rabat beton ini justru didominasi oleh warga dari luar Kampung Cidahu.

READ  Kasus Korupsi Pengadaan Tanah Bank Kalbar PAM di Vonis 10 Tahun Penjara 

Hal itu menambah kekecewaan masyarakat setempat yang merasa tidak dilibatkan dalam pembangunan di kampungnya sendiri. “Kenapa yang kerja orang luar? Padahal banyak warga di sini yang bisa ikut kerja. Kalau begini namanya tidak memberdayakan masyarakat,” tambah warga lainnya.

Sejumlah pihak menduga adanya praktik asal-asalan dalam pengerjaan proyek ini, baik dari sisi teknis maupun transparansi. Dengan anggaran Rp100 juta, seharusnya kualitas pembangunan rabat beton bisa lebih maksimal dan melibatkan masyarakat kampung agar manfaatnya terasa langsung.

Warga berharap pemerintah desa maupun pihak terkait segera turun tangan melakukan pengawasan ketat, mengukur kembali ketebalan rabat beton di lapangan, serta memastikan pekerjaannya sesuai dengan RAB (Rencana Anggaran Biaya) yang sudah ditentukan. Tanpa pengawasan yang serius, pembangunan berpotensi hanya menjadi formalitas dan tidak membawa manfaat nyata bagi masyarakat.

Kasus di Desa Jatisari ini menjadi contoh nyata bahwa transparansi dan pengawasan dalam pelaksanaan Dana Desa sangat penting. Jika dibiarkan, bukan hanya mutu pembangunan yang menurun, tapi juga kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah desa akan semakin tergerus.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak pelaksana dan pemerintah Desa Jatisari belum terkonfirmasi waetawan

Bersambung…. 

(Tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.suararakyat.info untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Skandal Tanah Bengkok Desa Munjul: Diduga Dihibahkan Diam-Diam, Kini Jadi Ladang Bisnis di Atas Aset Desa
Relokasi Warga Terdampak Pergerakan Tanah di Ciengang Mulai Bergerak, 66 Huntap Siap Dibangun
Ephar Sayid Abdullah Terpilih sebagai Kades PAW Sukaraja, Camat: Rangkul Semua Elemen dan Fokus Layani Masyarakat
BUMDes Bukan Sekadar Usaha Desa, Camat Sukaraja Dorong Lahirnya Penggerak Ekonomi Rakyat
Forkopimcam Sukalarang Dan Para Kades Pastikan Program Desa Berjalan Sesuai Mekanisme
Pemdes Langensari Gelar Sosialisasi Dana Desa 2026, Wujudkan Pembangunan Transparan dan Berkeadilan
Semangat Demokrasi Desa Kembali Tumbuh, Warga Dusun II Kedungwaringin Sukses Gelar Pemilihan Anggota BPD Periode Baru
Pengaspalan Jalan Sand Sheet di Kampung Pasir Tengek Jadi Prioritas, Pemdes Langensari Genjot Infrastruktur Desa Tahun 2026
Berita ini 0 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 12 Juni 2026 - 00:33 WIB

Skandal Tanah Bengkok Desa Munjul: Diduga Dihibahkan Diam-Diam, Kini Jadi Ladang Bisnis di Atas Aset Desa

Rabu, 10 Juni 2026 - 14:02 WIB

Relokasi Warga Terdampak Pergerakan Tanah di Ciengang Mulai Bergerak, 66 Huntap Siap Dibangun

Selasa, 9 Juni 2026 - 05:46 WIB

Ephar Sayid Abdullah Terpilih sebagai Kades PAW Sukaraja, Camat: Rangkul Semua Elemen dan Fokus Layani Masyarakat

Senin, 8 Juni 2026 - 04:38 WIB

BUMDes Bukan Sekadar Usaha Desa, Camat Sukaraja Dorong Lahirnya Penggerak Ekonomi Rakyat

Selasa, 26 Mei 2026 - 10:13 WIB

Forkopimcam Sukalarang Dan Para Kades Pastikan Program Desa Berjalan Sesuai Mekanisme

Berita Terbaru