Dugaan Fitnah Penelantaran Anak di Sukabumi, Orang Tua Korban Masih Mencari Titik Terang Pelaku Penyebar Informasi Palsu

- Penulis

Sabtu, 26 Juli 2025 - 14:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suararakyat.info.Sukabumi– Sebuah dugaan fitnah mengenai penelantaran anak mengguncang ketenangan warga di wilayah Desa Parakanlima, Kabupaten Sukabumi. Fitnah tersebut menyeret nama seorang pria bernama Muhidin yang disebut-sebut telah menelantarkan anaknya. Namun, setelah dilakukan klarifikasi dan pertemuan antar pihak, tudingan tersebut tampaknya tidak berdasar dan justru mengarah pada kesalahpahaman serta kemungkinan kuat keterlibatan pihak ketiga yang menyebarkan informasi palsu.sabtu (26/7/2025)

Perkembangan terbaru dari kasus ini terjadi pada Sabtu, 26 Juli 2025, ketika pihak keluarga Pak Muhidin melakukan pertemuan langsung dengan seseorang berinisial D yang sebelumnya diduga menjadi sumber informasi. Pertemuan tersebut berlangsung di Kampung Lembur Jati, Desa Padabeunghar, Kecamatan Jampangtengah, Sukabumi.

Dalam pertemuan tersebut, inisial D dengan tegas membantah telah menyebarkan isu penelantaran anak. Ia menyatakan bahwa keterlibatannya selama ini semata-mata atas dasar nurani untuk membantu seorang anak yang dinilai membutuhkan perhatian, namun ia tidak pernah menyebarkan kabar bahwa anak tersebut ditelantarkan oleh orang tuanya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Informasi itu bukan dari saya. Saya hanya membantu anak itu dari hati nurani, karena merasa kasihan. Kalau ada yang bilang saya yang menyebarkan fitnah, itu salah besar. Bahkan saya punya bukti percakapan yang bisa menunjukkan bahwa saya tidak menyebarkan kabar bohong itu,” ujar inisial D saat dikonfirmasi di lokasi.

Pernyataan ini diterima langsung oleh Pak Muhidin, yang sempat merasa geram dan malu atas informasi yang telah tersebar luas di masyarakat, bahkan hingga menimbulkan stigma terhadap keluarganya di Desa Parakanlima. Dalam pertemuan itu, keduanya sepakat bahwa telah terjadi miskomunikasi dan kesalahpahaman. Pak Muhidin pun menyampaikan ucapan terima kasih kepada D karena bersedia memberikan klarifikasi secara langsung dan terbuka.

READ  Orang Tua di Sukabumi Bantah Tuduhan Penelantaran Anak: Siap Tempuh Jalur Hukum Atas Dugaan Fitnah dan Pencemaran Nama Baik

Meski telah ada upaya damai dengan inisial D, keluarga Pak Muhidin menyatakan bahwa penyelidikan akan terus dilanjutkan untuk mengungkap siapa sebenarnya pelaku utama yang menyebarkan informasi palsu tersebut. Pasalnya, dampak sosial dan psikologis dari isu ini telah dirasakan secara langsung oleh keluarga mereka, terutama anak-anak yang kini menjadi sorotan publik di lingkungan sekitar.

“Sampai saat ini, kami masih mencari tahu siapa orang yang pertama kali menyebarkan isu bahwa saya menelantarkan anak saya. Itu tuduhan sangat serius dan menyakitkan. Jika nanti sudah ditemukan siapa orangnya, kami tidak akan segan-segan menempuh jalur hukum,” tegas Pak Muhidin saat diwawancarai.

Warga setempat pun mengaku prihatin atas kejadian ini. Beberapa tokoh masyarakat berharap agar kasus ini segera menemui titik terang dan tidak menimbulkan perpecahan antarwarga. Mereka juga mengimbau agar warga lebih bijak dalam menerima dan menyebarkan informasi, apalagi yang belum dapat dipastikan kebenarannya.

Kisah ini menjadi pelajaran berharga di tengah masyarakat tentang pentingnya klarifikasi, komunikasi, dan kehati-hatian dalam era penyebaran informasi yang begitu cepat. Fitnah yang tak berdasar bukan hanya mencemarkan nama baik seseorang, tetapi juga dapat menimbulkan luka sosial dan psikologis yang dalam bagi keluarga yang menjadi korban.

Suararakyat.info akan terus memantau perkembangan kasus ini dan menghadirkan informasi terbaru seiring upaya pihak keluarga Pak Muhidin dalam mencari keadilan dan membersihkan nama baik mereka di hadapan publik

 

(Ade G)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.suararakyat.info untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Toilet Nyaman dan Bersih, Wajah Baru Pelayanan di RSUD Sekarwangi untuk Pengunjung
Sorotan Publik terhadap Dana Hibah Kesra 2025, Diduga MUI Kabupaten Sukabumi Terima Rp 8 Miliar
Dana Umat Puluhan Miliar di Sukabumi Mengalir ke Mana? Sorotan Keras Praktisi Hukum atas Transparansi BAZNAS
Ironi di Cibadak: Di Dekat Kantor PDAM, Warga Pamuruyan Masih Krisis Air Bersih
Jalan Provinsi di Cikidang Diduga Dikerjakan Asal Jadi, Proyek Rp34 Miliar Disorot Minim Pengawasan dan Transparansi
Dugaan Permainan Oknum dalam Program PTSL di Baros Sukabumi, Puluhan Bidang Tanah Tak Kunjung Tersertifikasi
Sinergitas TNI-Polri Menguat, Forkopimda Kota Bandung Gelar Olahraga Bersama Sambut Hari K3 Sedunia
Lima Tahun Terlantar Tanpa Penanganan, Noval Warga Parakansalak Diduga Alami Gangguan Jiwa di Tengah Pusat Pemerintahan, Pemdes dan Puskesmas Disorot 
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 29 April 2026 - 10:06 WIB

Toilet Nyaman dan Bersih, Wajah Baru Pelayanan di RSUD Sekarwangi untuk Pengunjung

Rabu, 29 April 2026 - 06:43 WIB

Sorotan Publik terhadap Dana Hibah Kesra 2025, Diduga MUI Kabupaten Sukabumi Terima Rp 8 Miliar

Rabu, 29 April 2026 - 02:01 WIB

Dana Umat Puluhan Miliar di Sukabumi Mengalir ke Mana? Sorotan Keras Praktisi Hukum atas Transparansi BAZNAS

Rabu, 29 April 2026 - 01:40 WIB

Ironi di Cibadak: Di Dekat Kantor PDAM, Warga Pamuruyan Masih Krisis Air Bersih

Selasa, 28 April 2026 - 15:15 WIB

Jalan Provinsi di Cikidang Diduga Dikerjakan Asal Jadi, Proyek Rp34 Miliar Disorot Minim Pengawasan dan Transparansi

Berita Terbaru