Skandal Beras Oplosan: Mentan Amran Sulaiman Bongkar Praktik Curang yang Rugikan Negara 

- Penulis

Kamis, 3 Juli 2025 - 00:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suararakyat.info.Jakarta-Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman secara terbuka membongkar praktik pengoplosan beras yang diduga telah berlangsung bertahun-tahun dan kini terbukti menyusup hingga ke jaringan minimarket dan supermarket besar di Indonesia. Dalam pernyataannya di Gedung DPR RI, Jakarta Pusat, Rabu (2/7), Amran mengungkap bahwa pihaknya telah mengambil sejumlah sampel beras dari berbagai ritel modern dan mendapati adanya beras oplosan yang tersebar luas di pasaran.

“Beras oplosan itu beredar, supermarket juga ada. Kita ambil sampel dari semua tingkatan, dari seluruh jaringan ritel. Temuannya mengejutkan,” kata Amran kepada awak media.

Penarikan Beras Oplosan dan Investigasi Berjalan

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Setelah temuan ini dipublikasikan, Amran menyatakan bahwa pihak minimarket segera menarik peredaran beras bermasalah tersebut dari rak-rak penjualan. Ia berharap langkah ini bisa memberikan efek jera sekaligus dampak positif bagi masyarakat konsumen.

“Sudah mulai terlihat pergerakan, beras itu ditarik. Dan mudah-mudahan ini berdampak baik bagi konsumen,” ujarnya.

Meski penarikan tersebut berlangsung cepat, Amran menegaskan bahwa proses penegakan hukum tidak akan berhenti. Kementerian Pertanian, menurutnya, telah mengumpulkan dan menyerahkan bukti-bukti kuat kepada aparat penegak hukum, termasuk Kapolri dan Kejaksaan.

“Bukti sudah kami kantongi. Kami kirim langsung dengan tanda tangan saya sendiri ke Kapolri dan Kejaksaan Agung,” tegas Amran.

Targetkan Pemain Besar, Lindungi Pedagang Kecil

Mentan Amran memastikan bahwa investigasi dan tindakan hukum akan menyasar perusahaan-perusahaan besar yang terlibat dalam praktik pengoplosan. Ia menegaskan bahwa pedagang kecil yang hanya menjual kembali produk tersebut tanpa pengetahuan tentang isinya tidak akan menjadi sasaran hukum.

“Kalau ada perusahaan besar yang melakukan pengoplosan, itu harus ditindak tegas. Tapi pedagang kecil, mereka hanya menerima dan menjual. Kadang mereka tidak tahu apakah sesuai standar atau tidak. Mereka harus kita lindungi,” ucapnya.

READ  Buka 'Indonesia Banking and Finance Summit 2025', Bamsoet Dorong Pemerintah Segera Bentuk Otoritas Perlindungan Data Pribadi

Modus Oplosan SPHP: 80% Dijual Sebagai Premium

Lebih jauh, Amran memaparkan bahwa praktik ini sudah merugikan negara dalam skala besar. Ia menyebut, selama lima tahun terakhir, negara mengalami kerugian sekitar Rp 10 triliun akibat pengoplosan beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).

Dalam sidang bersama Komisi IV DPR RI sehari sebelumnya, Amran menjelaskan bahwa hanya sekitar 20% dari beras SPHP yang benar-benar dipajang di outlet resmi, sementara sisanya sebesar 80% dioplos dan dijual sebagai beras premium dengan selisih harga Rp 2.000–3.000 per kilogram.

“Kami bersama Satgas Pangan Polri, Kemendag, dan Bapanas terjun langsung ke lapangan. Hasilnya mencengangkan. Dari total SPHP, yang benar-benar dijual sesuai tujuan hanya 20 persen. Sisanya dibongkar dan dijual dengan harga lebih tinggi,” ungkap Amran.

Desakan Pengawasan Ketat dan Reformasi Distribusi Pangan

Temuan ini menambah deretan panjang problematika distribusi pangan nasional, sekaligus menguak adanya mafia yang diduga bermain di balik naiknya harga beras meski stok diklaim aman. Dalam berbagai kesempatan, Amran telah menyuarakan perlunya reformasi menyeluruh dalam rantai distribusi beras dan peningkatan pengawasan dari hulu ke hilir.

Dengan terbukanya kasus ini, publik kini menanti langkah tegas dari pemerintah dan aparat penegak hukum untuk menindak pelaku-pelaku besar di balik skandal beras oplosan. Kepercayaan konsumen terhadap kualitas pangan dan integritas distribusi nasional menjadi taruhannya.

 

(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.suararakyat.info untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Musrenbang Papua Barat Daya Resmi Dibuka, Otsus Jadi Kunci Pembangunan Inklusif
HKG PKK ke-54 Papua Barat Daya Dicanangkan, Fokus Penguatan 10 Program Pokok PKK
Perjuangkan Hak Orang Asli Papua, DPR Kota Sorong Siapkan Regulasi Khusus
Menteri PPPA Minta Maaf, Tegaskan Fokus Penanganan Trauma dan Perlindungan Anak Korban Tragedi Kreta Api Bekasi Timur
Dukung Program Nasional, Pemkot Sorong Gratiskan BPHTB bagi Warga Berpenghasilan Rendah
Pemkot Sorong Resmi Bebaskan PBG dan BPHTB untuk MBR, Dorong Perumahan Rakyat
Ditegur Menteri PKP, WaliKota Sorong Pastikan BPHTB dan PBG Gratis Mulai Besok, Ancam Copot Pejabat
Kolaborasi Jadi Kunci, Kementerian PKP Percepat Rumah Subsidi di Papua
Berita ini 0 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 30 April 2026 - 07:48 WIB

Musrenbang Papua Barat Daya Resmi Dibuka, Otsus Jadi Kunci Pembangunan Inklusif

Kamis, 30 April 2026 - 04:50 WIB

HKG PKK ke-54 Papua Barat Daya Dicanangkan, Fokus Penguatan 10 Program Pokok PKK

Kamis, 30 April 2026 - 01:05 WIB

Perjuangkan Hak Orang Asli Papua, DPR Kota Sorong Siapkan Regulasi Khusus

Rabu, 29 April 2026 - 16:24 WIB

Menteri PPPA Minta Maaf, Tegaskan Fokus Penanganan Trauma dan Perlindungan Anak Korban Tragedi Kreta Api Bekasi Timur

Selasa, 28 April 2026 - 17:24 WIB

Dukung Program Nasional, Pemkot Sorong Gratiskan BPHTB bagi Warga Berpenghasilan Rendah

Berita Terbaru

Uncategorized

Polres Kediri ungkap 5 Kasus curanmor, dan kembalikan ke pemilik

Kamis, 30 Apr 2026 - 09:19 WIB

Uncategorized

Kapolres Kediri Resmikan Renovasi Jembatan Merah Putih Presisi

Kamis, 30 Apr 2026 - 09:09 WIB