Benarkah KDM Gubernur Jabar Tidak Membutuhkan Peranan Media Nasional, Prof,Dr,KH,Sutan Nasional, SH,MH:Jurnalis Bukan Musuh 

- Penulis

Rabu, 2 Juli 2025 - 02:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suararakyat.info.Bandung-Prof DR KH Sutan Nasomal SH,MH sebagai pemerhati Masyarakat Jawa Barat juga sebagai Pakar Hukum International sangat mengkagumi Bapak Gubernur Jawa Barat yang terkenal sangat merakyat serta rajin tampil dalam kegiatan sosial menyentuh paling dasar persoalan Masyarakat Jawa Barat.

Dalam kapasitas sebagai rakyat yang lahir di Jawa Barat tentu KDM sang gubernur panggilan akrabnya memiliki karakter yang kuat mensosialisasikan warna tradisi Jawa Barat dengan nama umumnya Masyarakat Sunda.

Maka seorang figur Jawa Barat bisa menjadi contoh untuk masayarakatnya pada sisi positivnya dan tinggalkan sisi negativnya. Karena tidak semua orang cerdas mengingat sejarah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Peranan Insan Pers Nasional yang telah ikut andil berjuang membawa nama Jawa Barat atau Nama Sunda ke seluruh pelosok penjuru dunia sudah tidak di sangsikan lagi.

Masyarakat Sunda tokoh Pers yang telah mengabdikan diri dalam tiga zaman berbeda, H. Ahmad Saelan, adalah suatu kehormatan dan pengalaman yang mengesankan. Ada juga Sutisna Senjaya yang terkenal dengan tulisannya yang berbahasa sunda.

Tercatat dalam sejarah Tahun 1920 terbit koran berbahasa Sunda, Sora Merdika yang dinakhodai H. Sanus dari Manonjaya. Lalu terbit surat kabar Sipatahoenan (1923). Kedua surat kabar tersebut sangat keras mengkritisi kolonial Belanda.

Jadi jejak rekam sejarah para tokoh Pers dari tanah Sunda sudah ada dan mengakar di Jawa Barat mengukir sejarah dalam perjuangan untuk kemerdekaan Indonesia.

Maka peranan Media di Jawa Barat sangatlah kental untuk pembangunan serta mencatat semua lika liku perjalanan Jawa Barat.

Bila ada seseorang yang menyampaikan tidak perlu lagi dengan peranan Media Pers Nasional bisa di duga orang tersebut tidak paham sejarah Media Pers Nasional yang sudah ada dari sebelum INDONESIA ini ada.

Prof DR KH Sutan Nasomal menyampaikan kepada media bahwa tidak ada salahnya suasana yang dingin di hangatkan oleh karya tulis Insan Pers

READ  Temuan Satgas Pangan Usai Sisir Minyakita di Pasar Se-Jateng

Para Insan Pers Jawa Barat dengan ragam narasinya bisa menyampaikan aspirasi kekecewaan tersebut karena seakan akan telah di bangun jurang pemisah antara Pemerintahan Jawa Barat dengan Insan Pers Jawa Barat. Maka hal tersebut harus di sikapi dengan santai santai saja oleh Insan Pers.

Bagi Insan Pers yang menjalankan Tugas Jurnalistik atau Wartawan yang selama ini membangun narasi karya tulisan untuk kepentingan nasional semanis gula aren mungkin bisa ditambahkan cabai rawit garam kecap agar bisa menjadi makanan segar bervitamin tinggi seperti rujak khas tradisional yang memadukan buah buahan bermutu menjadi makanan sehat

Prof DR KH Sutan Nasomal SH,MH menyampaikan Kepada Media via telp.

Juranlis Wartawan Berprofesional serta berpengalaman luas sangat dibutuhkan narasi pedasnya untuk Pemerintahan di Jawa Barat. Mungkin yang pada ngantuk akan segar (Benta Cenghar Panonna mun Ngarujak Buah Manis Asin Pedas)

Tidak lagi membutuhkan media Pers Nasional itu adalah hak kepala daerah mana saja.

Sebagai pejuang pena juga tidak perlu menuliskan kinerja para kepala daerah siapa saja yang bagusnya saja. Silahkan perhatikan kinerja kepala daerah yang tidak bagusnya karena memang harus di publikasikan. Narasi berita akan membantu para kepala daerah agar sehat dan cerdas karena peranan Jurnalis Wartawan yang handal menyampaikan apaadanya berita yang berkuwalitas serta menjadi alur edukasi untuk umum.

Peranan Jurnalis Wartawan yang telah ada tuntunan Tupoksinya serta UU Pers No 40 Thn 1999 adalah harga mati.

Tidak perlu Jurnalis Wartawan menjadi lumpuh karena seorang kepala daerah tidak butuh peranan Media Nasional

Narasumber : PROF DR KH SUTAN NASOMAL SH,MH Pakar Hukum Internasional, Ekonom juga Presiden Partai Oposisi Merdeka serta Jenderal Komite Mantan Preman Indonesia Istighfar dan Pengasuh Pondok Pesantren Terpadu ASS SAMA PLUS Jakarta 08118419260

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.suararakyat.info untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dukung Mobilitas dan Ekonomi, Pertamina Turunkan Harga BBM Diesel Nonsubsidi
Perkuat Integritas ASN, Kemenkum Papua Barat Ambil Sumpah PNS dan Angkat 10 Pejabat Fungsional
Semangat Hari Lahir Pancasila 2026, Forkopimda Kota Bandung Teguhkan Persatuan dan Nilai Kebangsaan
Dugaan Kriminalisasi Profesi Advokat, Putusan PN Denpasar terhadap Togar Situmorang Picu Kekhawatiran Dunia Hukum
Advokat Rikha Permatasari S.H., M.H., C.Med., C.LO., C.PIM: Fokus pada Fakta Hukum, Bukan Fitnah Personal
KM Dorolonda Raih Pujian Penumpang Soal Kebersihan Kabin dan Toilet: “Kapalnya Bersih, Rasanya Nyaman Sampai Tujuan”
Diduga Settingan Karena Tidak Dibacakan, Rapat Paripurna LKPJ DPR Kota Sorong Menuai Kritik Tajam
Proyek Revitalisasi SMP Islam Ciherang Sukabumi Senilai Rp1,5 Miliar , Ditemukan Besi Berkarat Bekas dan Kondisi Lapangan Memprihatinkan
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 3 Juni 2026 - 02:11 WIB

Dukung Mobilitas dan Ekonomi, Pertamina Turunkan Harga BBM Diesel Nonsubsidi

Selasa, 2 Juni 2026 - 12:47 WIB

Perkuat Integritas ASN, Kemenkum Papua Barat Ambil Sumpah PNS dan Angkat 10 Pejabat Fungsional

Senin, 1 Juni 2026 - 03:25 WIB

Semangat Hari Lahir Pancasila 2026, Forkopimda Kota Bandung Teguhkan Persatuan dan Nilai Kebangsaan

Minggu, 31 Mei 2026 - 23:17 WIB

Dugaan Kriminalisasi Profesi Advokat, Putusan PN Denpasar terhadap Togar Situmorang Picu Kekhawatiran Dunia Hukum

Minggu, 31 Mei 2026 - 11:54 WIB

Advokat Rikha Permatasari S.H., M.H., C.Med., C.LO., C.PIM: Fokus pada Fakta Hukum, Bukan Fitnah Personal

Berita Terbaru