suararakyat info SUKABUMI, 4 Juni 2026 – Sebuah bangunan menyerupai Kabah berdiri kokoh di pelosok Kampung Jabon Manglid, Desa Cidahu, Kecamatan Cidahu, Kabupaten Sukabumi. Bangunan tersebut merupakan mushola di sekolah SMK Tunas Bhayangkara Cidahu yang didirikan oleh pendiri sekolahnya, IPDA Sandi Praja – yang saat ini menjabat sebagai Kanit Kamsel Satlantas Polres Sukabumi – bersama dengan sekelompok warga setempat dengan desain yang tidak biasa.
Bentuk Kabah di tanah suci diadopsi secara lengkap, mulai dari corak hitam, ornamen kaligrafi yang mengelilingi dinding, hingga miniatur hajar aswad yang dibuat hampir mirip dengan Kabah asli. “Ini bangunan sebuah mushola yang sengaja dibuat mirip dengan Kabah. Saya punya nazar untuk membangun masjid atau mushola sebelum (nanti) pergi Haji ke Mekah,” ungkap IPDA Sandi Praja (38) saat ditemui.
Sandi mengaku menyadari bahwa waktu tunggu untuk naik haji bisa mencapai hingga 21 tahun bagi warga Sukabumi khususnya di Kampung Jabon Manglid. Waktu tunggu puluhan tahun itu menjadi kerinduan tersendiri bagi dirinya, siswa, dan warga masyarakat, sehingga ia memutuskan untuk mewujudkannya dengan membangun mushola menyerupai Kabah. Sebelumnya pada tahun 2018, IPDA Sandi pernah berangkat ke tanah suci untuk melaksanakan ibadah umroh setelah mendapatkan hadiah umroh gratis dari Kapolda Jabar atas prestasinya sebagai Bhabinkamtibmas teladan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Tiada niatan lain selain untuk ibadah. Ini wujud dari kerinduan saya dan siswa serta warga masyarakat yang pengin banget lihat Kabah yang aslinya,” ujar Sandi.
Ide pembuatan mushola berbentuk kubus ini juga didorong oleh kebutuhan para siswa, mengingat SMK Tunas Bhayangkara belum memiliki mushola sebelumnya. “Ukuran mushola nya 7 kali 7 meter. Kira-kira bisa menampung 70 siswa atau jemaah,” paparnya.
Saat ini mushola tersebut masih dalam proses pembangunan. Beberapa ornamen seperti kaligrafi dan corak hitam sudah melekat pada dinding bangunan. Sandi tidak bekerja sendirian, ia dibantu oleh warga sekitar, para siswa, serta komunitas sosial Sahabat Sandi Peduli (SSP) yang dia bina. Ornamen kaligrafi yang menyerupai Kabah asli menggunakan batuan dari warga masyarakat yang peduli terhadap dunia pendidikan dan tempat ibadah.
“Saya juga membuat hajar aswadnya agar dibuat semirip mungkin. Tujuan lainnya untuk mengedukasi warga bahwa begini loh bentuk Ka’bah,” tutur Sandi.
Penulis Dede
Editor lambang indra Setiawan
Publikasi suararakyat info














