Suararakyat.info.Lombok Timur– Gunung Rinjani kembali menjadi saksi bisu sebuah tragedi pendakian. Juliana De Sauza Pereira Marins, seorang wisatawan sekaligus pendaki asal Brasil, ditemukan dalam kondisi meninggal dunia setelah dilaporkan terjatuh dari tebing Cemara Nunggal. Proses evakuasi jenazahnya berlangsung dramatis dan penuh tantangan, menuntut kerja keras dari tim SAR gabungan yang terdiri dari personel Polri dan Basarnas.
Setelah laporan hilangnya korban diterima oleh pihak berwenang, upaya pencarian langsung dikerahkan dengan mengandalkan kemampuan teknis dan pengalaman lapangan dari Tim SAR Gabungan. Medan pencarian yang sangat terjal, dipadu dengan cuaca ekstrem yang berubah-ubah, membuat proses evakuasi menjadi sangat berat dan penuh risiko.(27/6/2025)
Jenazah Juliana akhirnya ditemukan di dasar jurang sedalam kurang lebih 500 meter, di area terjal kawasan Cemara Nunggal. Lokasi tersebut dikenal sangat berbahaya dengan bebatuan licin dan minim pijakan. Untuk mencapai titik jatuhnya korban, tim harus melakukan vertical rescue dengan perlengkapan khusus, mempertaruhkan keselamatan demi kemanusiaan. Bahkan, salah seorang anggota tim evakuasi harus bermalam di lokasi tebing demi memastikan jalur evakuasi tetap aman dan memungkinkan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Jenazah korban kemudian ditandu secara manual dari titik jatuh menuju Posko Pendakian Sembalun. Setelah itu, direncanakan akan dilakukan evakuasi lanjutan melalui jalur udara menuju Rumah Sakit Bhayangkara Polda NTB di Kota Mataram untuk proses identifikasi dan penanganan lebih lanjut sesuai prosedur penanganan jenazah Warga Negara Asing (WNA).
Kepala Basarnas Mataram, melalui keterangan resminya, menyampaikan apresiasi tinggi kepada seluruh anggota tim SAR gabungan, khususnya dari Korps Bhayangkara yang tak gentar menghadapi cuaca ekstrem dan medan berbahaya demi misi kemanusiaan ini. Ia juga menyampaikan belasungkawa yang mendalam atas meninggalnya Juliana, sembari menegaskan pentingnya keselamatan dan kepatuhan terhadap protokol pendakian bagi seluruh pendaki, baik lokal maupun mancanegara.
“Peristiwa ini menjadi pengingat bagi kita semua bahwa alam memiliki kekuatan yang tak bisa diprediksi. Kami berpesan agar seluruh pendaki memperhatikan keselamatan, tidak meremehkan risiko, dan selalu mengikuti petunjuk serta prosedur yang berlaku,” ujarnya.
Gunung Rinjani yang memiliki ketinggian 3.726 meter di atas permukaan laut memang kerap menjadi tujuan favorit para pendaki dari seluruh dunia karena keindahan alamnya. Namun, tidak jarang, medan yang curam dan cuaca ekstrem dapat menjadi ancaman nyata, seperti yang dialami Juliana.
Hingga berita ini diturunkan, proses evakuasi jenazah masih berlangsung menuju rumah sakit rujukan. Pihak kepolisian dan instansi terkait juga telah melakukan koordinasi dengan Kedutaan Besar Brasil untuk penanganan jenazah serta kepentingan administratif dan konsuler lainnya.
(Hs)














