Suararakyat.info.Jakarta-Tak ada cinta yang lebih tulus, tak ada pengorbanan yang lebih besar, dan tak ada doa yang lebih tajam menembus langit kecuali doa dari seorang ibu. Dalam ungkapan sederhana yang sering kita dengar, “Doa ibu seluas langit yang biru,” tersimpan makna mendalam yang tak pernah lekang dimakan zaman. Kalimat ini bukan sekadar puisi atau peribahasa, melainkan kebenaran spiritual dan emosional yang mengikat kehidupan anak dan ibu dalam satu tali kasih tak bersyarat.(17/6/2025)
Di era modern yang serba cepat ini, ketika teknologi menggantikan interaksi dan perhatian terkikis oleh kesibukan, peran seorang ibu justru semakin penting dan suci. Di balik keheningan malam, di dalam bilik sederhana atau bahkan di rumah mewah sekalipun, masih banyak ibu-ibu yang merapalkan doa untuk keselamatan, rezeki, dan masa depan anak-anak mereka. Mereka tak menuntut balasan, hanya berharap anaknya hidup dalam kebaikan.
Doa ibu bukan sekadar harapan, tapi sebuah kekuatan metafisik yang dalam tradisi banyak masyarakat dipercaya mampu membuka jalan yang tertutup, menenangkan badai kehidupan, dan menguatkan jiwa yang lelah. Seorang ulama pernah berkata, “Doa ibu adalah doa yang tak punya hijab.” Ia menembus langit tanpa halangan, karena ia lahir dari cinta yang bersih dan tak mengharap balasan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Lalu, apakah kita sebagai anak sudah cukup menghargai doa itu?
Masih banyak anak-anak yang melupakan ibunya setelah sukses. Ada pula yang merasa keberhasilan mereka semata hasil kerja keras pribadi, melupakan air mata ibu yang pernah terurai dalam diam. Sebaliknya, tidak sedikit pula anak-anak yang setia merawat, menjaga, dan kembali kepada ibunya di masa tua. Merekalah yang memahami bahwa surga tak hanya di bawah telapak kaki ibu, tapi juga di balik setiap untaian doanya.
Hari ini, mari sejenak merenung. Di antara hiruk pikuk dunia, suara paling sunyi tapi paling kuat itu datang dari seorang ibu. Ia tak memaki meski kita lalai. Ia tak menuntut meski kita pelit waktu. Ia hanya berdoatanpa suara, tanpa pamrih. Dan dari doanya yang seluas langit yang biru itulah, kita masih bisa berdiri, melangkah, dan berharap.
Karena ibu adalah satu-satunya manusia yang tak akan pernah meninggalkanmu, bahkan setelah ia tiada sebab doanya tetap menggema di langit.
(Opini Redaksi)














