Tiada Tempat Seindah Rumah Sampali: Kesaksian Iman dan Perjuangan Kemanusiaan dari Tanah yang Terluka

- Penulis

Kamis, 12 Juni 2025 - 13:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suararakyat.info.Jakarta-Di sebuah rumah kecil di Jalan Pasar Hitam, Sei Tuan, Sampali, Deli Serdang tanah yang telah puluhan tahun menjadi tempat bernaung ribuan keluarga eks pekerja PTPN II terdengar suara lembut namun tegas dari seorang perempuan pejuang. Dialah Bunda Farida Sebayang, jurnalis senior dan tokoh srikandi dalam perjuangan PPPA-PPWI Sampali, yang hari itu menyampaikan pesan spiritual yang menggugah dari Injil Markus 5:11-20 dalam tajuk yang ia beri judul: “Percakapan Iman di Rumah Sampali Deser.”

Dengan suara yang penuh keyakinan, Bunda Farida mengutip firman Tuhan: “Pulanglah ke rumahmu, kepada orang-orang sekampungmu, dan beritahukanlah kepada mereka segala sesuatu yang telah diperbuat oleh Tuhan atasmu” (Markus 5:19). Sebaris ayat yang menjadi dasar renungan iman sekaligus seruan moral bagi warga Sampali yang kini sedang menghadapi krisis kemanusiaan akibat penggusuran brutal oleh aparat dan korporasi.

Sudah lebih dari 64 tahun keluarga-keluarga di Sampali mendiami tanah eks-HGU PTPN II, sebagian besar dari mereka adalah keturunan langsung eks pekerja perkebunan yang telah berkontribusi pada kemakmuran negara sejak era kolonial. Namun kini, rumah-rumah yang mereka bangun dengan jerih payah itu dirobohkan. Mereka digusur secara paksa, tanpa kepastian, tanpa keadilan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Perjalanan Sang Pahlawan dari Tanah Terpinggirkan

Bunda Farida menjabarkan bahwa kisah perjuangan warga Sampali mirip dengan narasi universal tentang “perjalanan sang pahlawan”, yang sering kita jumpai dalam karya-karya besar dunia dari The Wizard of Oz, Star Wars, hingga The Lion King. Dalam narasi ini, seorang tokoh biasa harus meninggalkan kenyamanannya, menghadapi ujian berat, dan pada akhirnya kembali ke rumah dengan membawa pelajaran dan pencerahan.

“Kita adalah tokoh-tokoh utama dari cerita besar ini,” ujar Bunda Farida. “Kami terusir dari rumah kami, dari tanah kami yang telah kami jaga sejak sebelum Indonesia merdeka. Tapi ini bukan akhir cerita. Kami menuju Jakarta, menuntut keadilan ke pemerintah pusat. Dan ketika kami kembali, kami akan membawa kebenaran, iman, dan semangat membangun kembali rumah kami bukan hanya secara fisik, tapi secara spiritual.”ungkapnya (12/6/2025)

READ  Pemprov Papua Barat Daya Pererat Kemitraan dengan Insan Pers Lewat Buka Puasa Bersama

Ia menegaskan bahwa perjuangan ini bukan hanya soal hak tanah atau tempat tinggal. Ini adalah perjuangan untuk menegakkan martabat manusia, melawan ketidakadilan sistemik, dan menyatakan bahwa rumah – dalam arti terdalam – adalah tempat di mana kebenaran, iman, dan kasih Allah hadir.

Sampali: Rumah yang Dikenang dan Diperjuangkan

“Tiada tempat seindah rumah Sampali,” ucap Bunda Farida, menggemakan kata-kata Dorothy dalam The Wizard of Oz, namun dengan makna yang jauh lebih dalam. Rumah bukan sekadar bangunan. Rumah adalah tanah warisan, tempat anak-anak tumbuh dan belajar, tempat doa-doa dipanjatkan, tempat orang tua menghembuskan nafas terakhir. Di sana gereja berdiri, masjid berdiri, surau dan kapel berdiri tempat Tuhan dihadirkan dalam kehidupan sehari-hari.

Bagi warga Sampali, kehilangan rumah adalah kehilangan sejarah dan masa depan sekaligus. Maka, panggilan untuk pulang sebagaimana disebut dalam Markus 5 adalah panggilan untuk kembali menegakkan iman di tengah reruntuhan, menceritakan keajaiban dan kekuatan Tuhan di tengah kehancuran yang diciptakan oleh tangan-tangan tamak.

Refleksi dan Seruan: Kembali ke Akar, Kembali ke Kebenaran

Di akhir pesannya, Bunda Farida mengajak semua pihak untuk melakukan refleksi batin: Siapa di antara kita yang perlu mendengar kisah tentang keajaiban Tuhan? Apa langkah pertama yang bisa kita ambil untuk membagikan kebenaran dan pengalaman iman kita – terutama kepada mereka yang paling mengenal kita?

“Happy Yesus Almasih, Tuhan Yeshua, berilah aku keberanian,” doa Bunda Farida. “Berilah aku keberanian untuk melawan kezoliman para penjahat laknat, menceritakan perbuatan-perbuatan-Mu yang menakjubkan. Bukan hanya kepada orang asing, melainkan juga kepada orang-orang yang paling mengenalku, yaitu keluarga dan lingkunganku sendiri.”pungkasnya dalm. Doa

Pesan ini bukan sekadar renungan pribadi, melainkan seruan publik. Bahwa perjuangan rakyat kecil seperti di Sampali bukan hanya soal agraria, melainkan tentang nilai-nilai iman, keberanian, dan kasih yang menolak tunduk kepada tirani dan kerakusan.

 

(Dr.Bernard)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.suararakyat.info untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

AL Washliyah Memanas , Warga dan Kader Ingin Perubahan
Santri Didorong Kuasai STEM, Nusron Wahid: Dari Pesantren Menuju Pengambil Kebijakan Negara
Wacana “War Ticket” Haji Picu Perdebatan, SAPUHI Minta Pemerintah Kaji Matang Solusi Antrian 26 Tahun
Polres Maybrat Amankan Ibadah Jumat Agung, Berjalan Aman dan Kondusif
*Polres Maybrat Amankan Ibadah Jumat Agung, Berjalan Aman dan Kondusif*
Refleksi Iman dan Kepedulian Sosial, Rumah Doa GAKORPAN Milkha Indonesia Gelar 100 Lilin di Momen Kamis Putih dan Jumat Agung
Proyek Peningkatan Masjid Darul Naim Tidak Dapat di Fungsikan , Aparat Penegak Hukum di Desak Lakukan Investigasi
Semangat Kemenangan Menggema! Kodam XVIII/Kasuari Gelar Sholat Idul Fitri 1447 H dan Halal Bihalal Penuh Kebersamaan
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 22 April 2026 - 11:18 WIB

AL Washliyah Memanas , Warga dan Kader Ingin Perubahan

Minggu, 19 April 2026 - 00:01 WIB

Santri Didorong Kuasai STEM, Nusron Wahid: Dari Pesantren Menuju Pengambil Kebijakan Negara

Selasa, 14 April 2026 - 00:17 WIB

Wacana “War Ticket” Haji Picu Perdebatan, SAPUHI Minta Pemerintah Kaji Matang Solusi Antrian 26 Tahun

Sabtu, 4 April 2026 - 02:16 WIB

Polres Maybrat Amankan Ibadah Jumat Agung, Berjalan Aman dan Kondusif

Sabtu, 4 April 2026 - 02:16 WIB

*Polres Maybrat Amankan Ibadah Jumat Agung, Berjalan Aman dan Kondusif*

Berita Terbaru