Suararakyat.info.Sukabumi-Dalam balutan udara sejuk dan keasrian alam Taman Agro Wisata Gunung Wayang, yang terletak di Desa Gunung Endut, Kecamatan Kalapanunggal, Kabupaten Sukabumi, ratusan pengemudi angkutan umum dari Kabupaten Sukabumi dan Bogor menggelar kegiatan halal bihalal yang penuh kehangatan dan semangat persaudaraan.(11/5/2025)
Acara yang berlangsung pada hari Minggu ini diinisiasi oleh komunitas pengemudi yang menamakan diri mereka “Bocah Nakal – The Choice Community”. Dengan mengusung tema “Melangkah Bersama Menjalin Persaudaraan”, kegiatan ini menjadi momentum penting untuk mempererat tali silaturahmi antar pengemudi lintas trayek dan wilayah.
Sekitar 200 anggota komunitas hadir, datang dari berbagai rute trayek di Sukabumi dan Bogor. Suasana kekeluargaan begitu terasa, terlebih dengan kehadiran hiburan musik dangdut yang menghidupkan acara, serta momen penuh makna berupa penyerahan bingkisan kepada 20 anak yatim piatu dari wilayah sekitar Desa Gunung Endut.
Ketua panitia kegiatan, Bapak Riyad, menyampaikan harapannya agar komunitas ini semakin solid dan terus menjaga semangat kebersamaan. “Sebagai pecinta otomotif, saya ingin kita semua tetap kompak dan menjaga tali silaturahmi antar sesama pengemudi,” ujarnya penuh semangat.
Senada dengan hal tersebut, salah satu dewan pendiri komunitas, Bapak Temy Rizaldi, turut memberikan sambutan yang menginspirasi. “Kami berharap komunitas ini terus berkembang, semakin solid, dan tetap menjadi wadah positif bagi para pengemudi,” katanya.
Kegiatan ini juga mendapatkan apresiasi dari pengelola lokasi wisata. Bapak Suhandi Wirata, selaku ketua pengelola Agro Wisata Gunung Wayang, mengungkapkan rasa terima kasihnya. “Kami sangat bersyukur karena komunitas ini mempercayakan tempat kami sebagai lokasi kegiatan halal bihalal dan silaturahmi. Meski dengan segala keterbatasan, kami berharap bisa memberikan pelayanan yang memuaskan,” tuturnya kepada awak media.
Kegiatan halal bihalal ini bukan hanya sekadar ajang kumpul tahunan, tetapi juga menjadi simbol dari persatuan dan semangat kolaborasi antarpengemudi yang selama ini mungkin hanya saling sapa di jalan. Dalam suasana penuh harmoni alam pegunungan, semangat persaudaraan itu tumbuh dan diperkuat untuk menghadapi tantangan bersama ke depan.
(Rizwan)














