Negara Absen, Warga Hadir: Gotong Royong Secara Swadaya Ungkap Kegagalan Tata Kelola Dana Desa

- Penulis

Minggu, 4 Mei 2025 - 12:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suararakyat.info.Sukabumi -Di tengah gencarnya wacana pembangunan dari pusat hingga desa, realitas di lapangan kerap menunjukkan ironi yang menyakitkan. Warga Desa Cidolog, Kecamatan Cidolog, Kabupaten Sukabumi, kembali membuktikan bahwa ketika negara absen dalam kewajibannya, rakyatlah yang justru bergerak mengambil peran. Melalui kegiatan gotong royong yang dilaksanakan pada Minggu, 4 Mei 2025, masyarakat memperbaiki saluran gorong-gorong di Kampung Lembur Tengah RT.016 RW.006 secara swadaya, dengan dana murni hasil udunan dan iuran warga sebesar Rp500.000.

Inisiatif ini lahir bukan dari program pemerintah, bukan pula hasil hibah lembaga atau intervensi politik. Kegiatan yang tercatat dalam bidang “Pelaksanaan Gotong Royong” dan sub bidang “Perbaikan Gorong-gorong” ini sepenuhnya diprakarsai oleh masyarakat yang sudah jenuh menunggu respons pemerintah desa atas kerusakan infrastruktur dasar yang tak kunjung diperbaiki.

Dengan jumlah dana yang sangat kecil jauh dari besarnya alokasi Dana Desa maupun anggaran aspirasi masyarakat berhasil menyelesaikan perbaikan secara cepat, efisien, dan transparan. Fakta ini sekaligus menjadi tamparan keras terhadap birokrasi desa yang kerap kali lamban, tidak akuntabel, bahkan terindikasi menyalahgunakan kewenangan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Pemerintah terlalu sibuk membahas audit, sementara rakyat langsung bekerja,” ujar salah seorang warga.dalam keterangan pesan voice.

Kegelisahan tersebut diperkuat oleh pernyataan tokoh masyarakat, yang mengungkap bahwa terdapat lima titik jalan desa yang masuk rencana perbaikan, namun progresnya nihil.

READ  SOP Mengalahkan Kemanusiaan, Dugaan Pelayanan RS Betha Medika Cisaat Picu Kemarahan Keluarga Pasien

“Setiap ada anggaran desa,selalu tidak ada kejelasan Lieur lah. Cidolog mah mejehna di audit (bahasa sunda-red) ” tegasnya

Situasi ini menimbulkan pertanyaan mendasar mengenai integritas dan tata kelola pemerintahan desa. ruang partisipasi dan kontrol publik otomatis menyempit. Potensi konflik kepentingan terbuka lebar, dan akuntabilitas terhadap penggunaan dana publik menjadi kabur.

Gotong royong warga Cidolog bukan hanya bentuk solidaritas, tetapi juga sebuah kritik diam terhadap sistem pemerintahan desa yang gagal menjalankan fungsinya secara proporsional dan bertanggung jawab. Di saat negara terlambat hadir atau bahkan abai, rakyat membuktikan bahwa pembangunan sejati dapat berjalan tanpa harus bergantung pada birokrasi yang kompleks dan rawan disalahgunakan.

Pemerintah daerah dan aparat pengawas seharusnya tidak hanya fokus pada audit administratif, melainkan mulai mendengar suara dari bawah. Kemandirian warga memang patut diapresiasi, tetapi tidak boleh menjadi dalih pembiaran terhadap tugas-tugas negara yang terabaikan.

Cidolog adalah cermin kecil dari wajah besar Indonesia: negara terlalu sibuk mencatat, rakyat terlalu sering dibiarkan bekerja sendiri.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak pemerintah Desa belum terkonfirmasi dan memberikan pernyataan secara resminya.

 

(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.suararakyat.info untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Akademisi dan Pemerintah Bersinergi, Penguatan Komunikasi Strategis Jadi Kunci Percepatan Pembangunan Desa di Sukabumi
Isu Dugaan Penyimpangan Korupsi Dana Parkir Di Dishub Kota Sukabumi, LSM An-Nahl Siapkan Laporan
Forum RT dan RW Sekota Sukabumi Desak DPRD Komitmen Wali Kota Harus Dibuktikan
Bangunan Masjid Cisayar Rp 3.6 M Diduga Jadi Sarang Hantu,Inspektorat dan Kejari Jangan Tutup Mata Periksa Dinas Perkim
Dapur SPPG Margaluyu Disidak BGN, Dugaan Pelanggaran SOP Terbongkar: Program Gizi Jangan Dijadikan Ladang Bisnis!
DPRD Sukabumi Sikat HGU Bermasalah, Iwan Ridwan: Tak Ada Toleransi untuk Izin Mati
Isu Revisi Ditolak Mentah, Ketua DPRD Kota Sukabumi Tegaskan Minhol Nol Persen Tetap Berlaku
Tol Bocimi Melaju, Jalan Kabupaten Terluka: Ayi Permana Desak Tanggung Jawab
Berita ini 0 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 2 Juni 2026 - 14:40 WIB

Akademisi dan Pemerintah Bersinergi, Penguatan Komunikasi Strategis Jadi Kunci Percepatan Pembangunan Desa di Sukabumi

Selasa, 26 Mei 2026 - 23:28 WIB

Isu Dugaan Penyimpangan Korupsi Dana Parkir Di Dishub Kota Sukabumi, LSM An-Nahl Siapkan Laporan

Rabu, 20 Mei 2026 - 13:44 WIB

Forum RT dan RW Sekota Sukabumi Desak DPRD Komitmen Wali Kota Harus Dibuktikan

Rabu, 20 Mei 2026 - 02:19 WIB

Bangunan Masjid Cisayar Rp 3.6 M Diduga Jadi Sarang Hantu,Inspektorat dan Kejari Jangan Tutup Mata Periksa Dinas Perkim

Selasa, 12 Mei 2026 - 15:01 WIB

Dapur SPPG Margaluyu Disidak BGN, Dugaan Pelanggaran SOP Terbongkar: Program Gizi Jangan Dijadikan Ladang Bisnis!

Berita Terbaru