Ditemukan Tak Bernyawa di Rumahnya, Warga Sukakersa Diduga Meninggal Akibat Sakit Menahun

- Penulis

Sabtu, 21 Maret 2026 - 06:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARARAKYAT.info || Sukabumi — Warga Kampung Lebaksiuh, RT 15/05, Desa Sukakersa, Kecamatan Parakansalak, Kabupaten Sukabumi, digegerkan dengan penemuan sesosok jenazah laki-laki di dalam rumahnya sendiri pada Sabtu (21/3/2026) pagi sekitar pukul 08.00 WIB.

Korban diketahui bernama M. Agung Cahyono (46), seorang buruh harian lepas yang tinggal seorang diri setelah bercerai. Berdasarkan informasi yang dihimpun, penemuan jenazah bermula ketika Ketua RT setempat bersama putranya, Sdr. Bintang, mendatangi rumah korban sekitar pukul 07.30 WIB. Kedatangan mereka bertujuan untuk bersilaturahmi sekaligus mengecek kondisi korban yang diketahui sedang dalam keadaan sakit.

Namun, setelah beberapa kali dipanggil, tidak ada respons dari dalam rumah. Merasa curiga, saksi kemudian mencoba melihat ke dalam melalui jendela yang dalam kondisi terbuka. Saat itulah saksi melihat korban sudah dalam keadaan telungkup di kamar tidur dengan kondisi tubuh membengkak dan diduga telah meninggal dunia.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Mengetahui hal tersebut, saksi segera menghubungi pihak keluarga serta melaporkan kejadian tersebut kepada aparat setempat.Kepala Desa Sukakersa, H. Deden Deni Wahyudin, SE, menjelaskan bahwa sebelumnya korban sempat mengalami gangguan kesehatan serius. Pada Rabu, 11 Maret 2026, korban bahkan sempat dibawa ke RS Sekarwangi menggunakan ambulans dengan didampingi perangkat desa untuk mendapatkan penanganan medis.

“Dari hasil pemeriksaan pihak rumah sakit, almarhum diketahui mengalami gangguan pada organ jantung dan hati. Namun pada tanggal 13 Maret 2026, yang bersangkutan memutuskan pulang dari rumah sakit tanpa sepengetahuan pihak medis,” ungkapnya.

READ  Nahas Seorang Wanita Diduga Alami Kecelakaan Lalu Lintas Korban Tutup Usia di Lokasi

Kondisi kesehatan korban diketahui semakin memburuk beberapa hari setelahnya. Pada Rabu malam, 18 Maret 2026 sekitar pukul 20.00 WIB, korban sempat menghubungi saksi untuk meminta bantuan mencarikan oksigen karena mengalami sesak napas. Namun upaya pencarian ke sejumlah fasilitas kesehatan seperti praktik Bidan Restia, Klinik Humaira, hingga ambulans setempat tidak membuahkan hasil lantaran ketersediaan oksigen sedang kosong.

Keesokan harinya, Kamis (19/3/2026), seorang warga bernama Sdr. Okeu sempat mengunjungi korban. Dalam kunjungan tersebut, korban mengeluhkan kondisi tubuhnya yang semakin lemah dan mengalami pembengkakan.

Setelah dilakukan pemeriksaan awal di lokasi kejadian oleh petugas, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Berdasarkan dugaan sementara, korban meninggal dunia akibat sakit yang dideritanya, dengan perkiraan waktu kematian sekitar dua hari sebelum ditemukan.

Sejumlah pihak turut mendatangi lokasi kejadian, di antaranya Kapolsek Parakansalak beserta anggota, personel Koramil Parakansalak, petugas Puskesmas Parakansalak, BPBD, Tagana Kecamatan Parakansalak, serta Kepala Desa Sukakersa bersama perangkat desa.

Pihak keluarga korban menerima peristiwa ini sebagai musibah dan takdir dari Allah SWT. Mereka juga menyatakan penolakan untuk dilakukan autopsi terhadap jenazah dan memilih agar almarhum segera dimakamkan di pemakaman keluarga yang lokasinya tidak jauh dari kediamannya.

Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat akan pentingnya kepedulian terhadap lingkungan sekitar, khususnya bagi warga yang tinggal seorang diri dan tengah mengalami kondisi kesehatan yang menurun.

Editor : Redaksi

Sumber Berita: Suararakyat.info

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.suararakyat.info untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kaki Mahasiswi di Bangka Barat Nyaris Putus Dibacok, Polres Ungkap Motif Pelaku penganiayaan Karena Tersinggung
Kebakaran Hanguskan Kampung Adat Ciptamulya, Pemkab Sukabumi Siapkan Tanggap Darurat
Satu HP Jadi Saksi Bisu, Jurnalis Peliput Galian PJT II Cikampek Diteror Orang Tak Dikenal
Lima Karyawan PTPN IV Regional 1 Kebun Cibungur Pertanyakan Perbedaan Bonus Tahunan, Manajemen Tunggu Penjelasan Kantor Pusat
Panglima Koarmada III Gelar Penghijauan Markas Guna Wujudkan Lingkungan ASRI
LSM Annahl Kawal Dugaan Pemalsuan Data Dewas RSUD. R.Syamsudin, Minta Proses Hukum Tak Tebang Pilih
Ketua KNPI Kota Sukabumi Sentil DPRD: ” Jangan Jadi Pengkhianat Rakyat
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Pakenjeng kembali menjadi sorotan publik
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 26 Juli 2026 - 23:15 WIB

Kaki Mahasiswi di Bangka Barat Nyaris Putus Dibacok, Polres Ungkap Motif Pelaku penganiayaan Karena Tersinggung

Minggu, 26 Juli 2026 - 10:35 WIB

Kebakaran Hanguskan Kampung Adat Ciptamulya, Pemkab Sukabumi Siapkan Tanggap Darurat

Sabtu, 18 Juli 2026 - 13:38 WIB

Satu HP Jadi Saksi Bisu, Jurnalis Peliput Galian PJT II Cikampek Diteror Orang Tak Dikenal

Selasa, 14 Juli 2026 - 09:06 WIB

Lima Karyawan PTPN IV Regional 1 Kebun Cibungur Pertanyakan Perbedaan Bonus Tahunan, Manajemen Tunggu Penjelasan Kantor Pusat

Rabu, 8 Juli 2026 - 02:05 WIB

Panglima Koarmada III Gelar Penghijauan Markas Guna Wujudkan Lingkungan ASRI

Berita Terbaru