Tolak Jadi Pion Imperialis, Aliansi BEM Pasuruan dan Probolinggo Raya Gelar Konsolidasi Akbar Sikapi Keterlibatan RI di BoP

- Penulis

Senin, 16 Maret 2026 - 01:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARARAKYAT.info || PROBOLINGGO— Menyikapi arah kebijakan luar negeri pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang dinilai kian membahayakan posisi geopolitik Indonesia, Aliansi BEM Pasuruan Raya (BEMPAS) dan Aliansi BEM Probolinggo Raya (BEMPRO) menggelar Konsolidasi Akbar Jilid III dan Sarasehan di Asyiq Cafe, Probolinggo, pada Minggu (15/3).

Forum yang mempertemukan ratusan aktivis mahasiswa dari dua wilayah ini mengusung tajuk *”Board of Peace dan Bayang-Bayang Perang Dunia III”*. Konsolidasi ini secara tegas menyoroti keterlibatan aktif Indonesia dalam skema *Board of Peace* (BoP), penandatanganan perjanjian dagang RI-AS, hingga wacana pengiriman pasukan TNI ke Gaza di tengah eskalasi serangan Amerika Serikat dan Israel ke Iran.

Gerakan ini sekaligus mempertegas dukungan mahasiswa daerah terhadap Petisi Masyarakat Sipil Nasional yang sebelumnya telah diteken oleh puluhan organisasi nirlaba, serikat buruh, dan petani.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam sambutannya, *Koordinator Aliansi BEM Pasuruan Raya, M Ubaidillah Abdi*, menegaskan bahwa mahasiswa tidak boleh sekadar menjadi penonton saat kedaulatan bangsa sedang dipertaruhkan di atas meja diplomasi internasional.

“Kita melihat hari ini bagaimana peta kekuatan global bergeser dan ketegangan kian meruncing. Langkah pemerintah melalui perjanjian dagang dengan AS dan keterlibatan dalam BoP bukanlah sebuah jalan tengah atau *honest broker* seperti yang diklaim, melainkan ancaman terseretnya Indonesia ke dalam pusaran konflik militer internasional,” tegas Ubaidillah di hadapan forum.

Ia juga menambahkan bahwa narasi perdamaian tidak boleh dijadikan kedok untuk memuluskan kepentingan imperialisme Barat. “Pemerintah harus ingat amanat konstitusi. Kita menolak segala bentuk kerja sama yang menjadikan Indonesia sekadar penyedia logistik atau alat geopolitik kekuatan asing yang justru menjauhkan kita dari prinsip kemerdekaan bagi segala bangsa. Mahasiswa tidak boleh diam saat dunia sedang terancam dan kedaulatan digadaikan,” lanjutnya.

READ  Jatim Didorong Jadi Pelopor Nasional, Mendes PDT Yandri Susanto Tegaskan Desa Bersinar Harus Jadi Gerakan Nyata

Senada dengan hal tersebut, *Koordinator Aliansi BEM Probolinggo Raya, M Robius Zaman*, (Azam) sebagai tuan rumah konsolidasi, menyoroti dampak kebijakan global tersebut terhadap stabilitas dan kesejahteraan rakyat di daerah.

“Konsolidasi di Probolinggo hari ini adalah bukti nyata bahwa mahasiswa di daerah tidak buta terhadap politik luar negeri. Kebijakan elitis di pusat, seperti perjanjian dagang internasional, seringkali berujung pada investasi berdarah yang mengorbankan hak-hak buruh dan petani di daerah kita. Kita menolak tegas jika ekonomi nasional dibangun di atas penderitaan rakyat akibat ketergantungan pada hegemoni Barat,” ungkap Azam

Ia juga menyerukan pentingnya merapatkan barisan lintas wilayah untuk mengawal isu ini. “Jika langkah diplomasi pemerintah justru membahayakan rakyat, mengkhianati amanat UUD 1945, dan diam terhadap kejahatan kemanusiaan di Gaza maupun ancaman perang kawasan, maka kami dari Probolinggo dan Pasuruan siap menjadi garda terdepan untuk melakukan aksi perlawanan!” serunya yang disambut riuh pekik ‘Hidup Mahasiswa’ dari para peserta.

Konsolidasi Akbar ini juga menghadirkan sejumlah pemantik diskusi, yakni Pres Qais Zauqi dan Bung Indra, yang membedah tuntas korelasi antara kebijakan makro global dengan realitas sosial kemasyarakatan di Indonesia.

Acara ditutup dengan pembacaan Pernyataan Sikap Bersama BEMPAS dan BEMPRO yang menuntut pemerintah untuk segera membatalkan perjanjian dagang RI-AS yang merugikan, mengkaji ulang posisi Indonesia di BoP, dan mengecam keras segala bentuk agresi militer AS-Israel di Timur Tengah.

Kedua aliansi BEM berkomitmen akan terus melipatgandakan kekuatan, memperkuat literasi politik di akar rumput, dan siap turun ke jalan jika suara kritis masyarakat sipil terus diabaikan oleh negara.

Penulis : M Ubaidillah

Editor : Redaksi

Sumber Berita: Suararakyat.info

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.suararakyat.info untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Leher Terjerat Kabel Menjuntai, Pengendara Terluka Parah di Kediri: Dugaan Kelalaian Jaringan Internet Menguat
Gus Man GMPI Jatim Serukan Warga Bijak Bermedsos dan Jaga Persatuan di Tengah Maraknya Isu Nasional
PKBM Aji Saka Kediri Disorot,Pemerhati Publik Desak Dinas Pendidikan dan Inspektorat Turun Tangan
BEM PTMAI Zona V Jawa Timur–Bali Gelar Aksi di DPRD Jatim, Tegaskan Penolakan Impunitas dan Tuntut Keadilan
Mahasiswa Dihadang di Depan PCNU Bangil, BEM Pasuruan Raya Kecam Pembungkaman dan Desak Penegakan Hukum
Tiga Wisatawan Diduga Tenggelam di Ujung Genteng, Satu Meninggal Dunia dan Dua Masih dalam Pencarian
PMII Pasuruan Kepung Kantor Pemkab, Tuntut Keadilan bagi Bocah yang Tewas di Lubang Tambang Jeladri
PC PMII Pasuruan Soroti Dugaan Kegagalan Reklamasi Tambang Usai Tragedi Anak Tenggelam di Winongan
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 16 April 2026 - 02:50 WIB

Leher Terjerat Kabel Menjuntai, Pengendara Terluka Parah di Kediri: Dugaan Kelalaian Jaringan Internet Menguat

Rabu, 15 April 2026 - 12:27 WIB

Gus Man GMPI Jatim Serukan Warga Bijak Bermedsos dan Jaga Persatuan di Tengah Maraknya Isu Nasional

Minggu, 12 April 2026 - 07:15 WIB

PKBM Aji Saka Kediri Disorot,Pemerhati Publik Desak Dinas Pendidikan dan Inspektorat Turun Tangan

Jumat, 10 April 2026 - 14:31 WIB

BEM PTMAI Zona V Jawa Timur–Bali Gelar Aksi di DPRD Jatim, Tegaskan Penolakan Impunitas dan Tuntut Keadilan

Kamis, 9 April 2026 - 14:18 WIB

Mahasiswa Dihadang di Depan PCNU Bangil, BEM Pasuruan Raya Kecam Pembungkaman dan Desak Penegakan Hukum

Berita Terbaru