Puluhan Karyawan PT Bamboo RI Keluhkan Gaji Tertunggak, Total Diduga Capai Puluhan Juta Rupiah

- Penulis

Kamis, 5 Maret 2026 - 23:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARARAKYAT.info ||Sukabumi – Puluhan karyawan PT Bamboo Republik Indonesia yang berlokasi di Jalan Sejahtera, Kelurahan Dayeuhluhur, Kecamatan Warudoyong, Kota Sukabumi, mengeluhkan keterlambatan pembayaran gaji yang disebut belum diselesaikan sejak awal tahun 2026.Jumat (6/3/2026)

Berdasarkan keterangan dari sumber internal karyawan, sekitar 25 pekerja terdampak penundaan gaji sejak Januari hingga Maret 2026. Dari jumlah tersebut, sekitar 10 orang masih tetap bekerja hingga saat ini, meski kondisi pembayaran upah dinilai belum jelas.

Para pekerja mengaku sempat menerima pembayaran sebagian. Pada 3 Februari 2026, mereka disebut memperoleh kasbon sebesar Rp300 ribu. Kemudian pada 9 Februari 2026, sebagian karyawan menerima sisa gaji Januari sekitar Rp2,3 juta.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Namun pada bulan berikutnya, kondisi kembali tidak menentu. Para pekerja yang tetap bekerja selama Februari 2026 disebut hanya menerima sekitar 50 persen dari gaji, yang dibayarkan pada 27 Februari, sementara sisa pembayaran masih tertunda tanpa kepastian waktu pencairan.

Keluhan para pekerja juga diperkuat oleh catatan data internal karyawan yang memperlihatkan daftar nama pekerja, besaran gaji, hingga keterangan fasilitas kerja. Dalam catatan tersebut tercantum lebih dari 22 nama karyawan dengan rata-rata gaji sekitar Rp2,5 juta per bulan.

Dalam dokumen yang ditunjukkan kepada wartawan, juga tertulis akumulasi nilai gaji yang tercatat mencapai sekitar Rp54.025.000. Catatan tersebut turut memuat keterangan tambahan seperti uang makan atau coffee break sekitar Rp75 ribu, serta kolom terkait kepesertaan BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan yang pada sebagian nama tercantum tidak tersedia.

READ  Pemuda 25 Tahun Ditemukan Tewas, Diduga Tenggelam di Kali Bekasi Sukawangi Korban Ditemukan SarGab Basarnas Kondisi MD

Para pekerja menyebutkan bahwa mereka telah berupaya mencari solusi dengan melakukan tiga kali pertemuan atau musyawarah di lingkungan pabrik guna meminta kepastian pembayaran gaji. Menurut mereka, persoalan ini bahkan telah diketahui oleh pihak RT, RW hingga lurah setempat.

Namun hingga kini, para karyawan mengaku belum mendapatkan titik terang. Bahkan dalam salah satu pertemuan dengan pihak perusahaan, mereka mengaku mendapat perlakuan tidak menyenangkan saat menanyakan hak mereka.

“Kami hanya ingin kepastian gaji. Tapi saat pertemuan terakhir malah dimaki-maki, diolok-olok, bahkan disamakan seperti binatang,” ujar salah satu sumber yang meminta identitasnya tidak disebutkan,Jumat (6/3/2026).

Sumber tersebut juga menyebutkan bahwa dalam pertemuan tersebut sempat muncul pernyataan yang menyinggung soal berbagai “jasa” perusahaan selama para karyawan bekerja, bahkan hingga hal-hal kecil seperti makanan yang pernah diberikan.

“Padahal kami hanya menagih hak kami, tapi malah diminta mengganti semua dari awal selama kami bekerja,” ungkapnya.

Para pekerja berharap ada itikad baik dari pihak perusahaan untuk segera menyelesaikan kewajiban pembayaran gaji, mengingat sebagian dari mereka mengaku sangat bergantung pada penghasilan tersebut untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak PT Bamboo Republik Indonesia belum memberikan keterangan resmi terkait keluhan para karyawan tersebut. Media ini masih berupaya melakukan konfirmasi kepada manajemen perusahaan untuk memperoleh penjelasan lebih lanjut.

Penulis : Prim/Tim

Editor : Red

Sumber Berita: Suararakyat.info

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.suararakyat.info untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

BREAKING NEWS: Polres Raja Ampat Bersama Tim Gabungan Evakuasi Jenazah Laki-laki Tanpa Identitas di Perairan Waipun
Hujan Deras dan Drainase Buruk Picu Longsor di Perum Griya Bojongkokosan Asri, Warga Cemas Ancaman Susulan
Desakan FORWACIB Menguat, Dugaan Kejanggalan Kredit Rp2 Miliar Seret Nama Legislator Kota Sukabumi
Kepala Dinas atau Juru Lempar Jawaban?  MIO Sukabumi Raya Soroti Dugaan Mandulnya Pengawasan di Dinas PU Kabupaten Sukabumi
Air Bersih Tak Pernah Mengalir, Warga Sukasirna Desak KPK Turun Periksa Program Hibah MBR dan SL Mandiri PDAM Sukabumi
Kapolsek Kalibunder Pastikan Penanganan Kasus Pria Ditemukan Meninggal di Alfamart Dilakukan Sesuai Prosedur
SIMPUL Sukabumi Gelar Aksi Damai, Soroti Mangkraknya Pembangunan RSB Bebeza dan Transparansi Dana Umat di BAZNAS Kabupaten Sukabumi
Jalan Kabupaten Terabaikan, Warga Jampang Tengah Tandu Pasien 10 Km Demi Akses Layanan Kesehatan
Berita ini 0 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 26 Mei 2026 - 14:56 WIB

BREAKING NEWS: Polres Raja Ampat Bersama Tim Gabungan Evakuasi Jenazah Laki-laki Tanpa Identitas di Perairan Waipun

Kamis, 14 Mei 2026 - 12:45 WIB

Hujan Deras dan Drainase Buruk Picu Longsor di Perum Griya Bojongkokosan Asri, Warga Cemas Ancaman Susulan

Rabu, 13 Mei 2026 - 10:54 WIB

Desakan FORWACIB Menguat, Dugaan Kejanggalan Kredit Rp2 Miliar Seret Nama Legislator Kota Sukabumi

Senin, 11 Mei 2026 - 14:31 WIB

Kepala Dinas atau Juru Lempar Jawaban?  MIO Sukabumi Raya Soroti Dugaan Mandulnya Pengawasan di Dinas PU Kabupaten Sukabumi

Jumat, 8 Mei 2026 - 08:16 WIB

Air Bersih Tak Pernah Mengalir, Warga Sukasirna Desak KPK Turun Periksa Program Hibah MBR dan SL Mandiri PDAM Sukabumi

Berita Terbaru