SUARARAKYAT.info ||SUKABUMI – Drs. Iwan Nirwana akhirnya angkat bicara terkait pemberitaan yang dimuat di salah satu media online pada 3 Maret 2026 berjudul “Buron! Seorang oknum ASN dan Sekmat di Sukabumi Diduga Gelapkan Mobil Rental Puluhan Juta, Rajin Bolos Kerja?”.
Iwan menegaskan ,dirinya sangat dirugikan atas isi pemberitaan tersebut karena dinilai memuat informasi yang tidak akurat, kesimpulan sepihak, serta mencemarkan nama baik dan reputasi profesionalnya sebagai aparatur sipil negara.
Dalam klarifikasi resminya, Iwan membantah keras narasi yang menyebut dirinya terlibat jaringan sindikat penipuan dan penggelapan mobil rental, Berstatus buron dan sering bolos kerja, Memiliki pengetahuan serta keterlibatan langsung dalam dugaan pelanggaran yang diberitakan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia menegaskan ,dirinya tidak pernah diberitahu secara jelas mengenai persoalan yang menjadi objek pemberitaan tersebut. Nama dirinya, menurut Iwan, dicatut oleh salah satu rekan sejawat, yakni Sdri. Ai Ismayati, tanpa sepengetahuan dan tanpa keterlibatan dirinya dalam permasalahan dimaksud.
“Saya tidak memiliki keterlibatan apapun dalam peristiwa yang diberitakan. Saya baru mengetahui nama saya disebut setelah berita tersebut terbit,” tegas Iwan dalam pernyataannya.Rabu (4/3/2026)
Iwan menjelaskan ,selama periode yang disebut dalam berita, ia menjalankan tugas sebagai Sekretaris Kecamatan dengan fokus pada pembinaan kepegawaian serta tanggung jawab administratif lainnya. Ia juga mengaku memiliki dokumen resmi terkait deskripsi jabatan yang membuktikan ruang lingkup tugasnya.
Selain itu, menurutnya, terdapat pernyataan tertulis dari pihak yang bersangkutan yang menyebut bahwa dirinya tidak pernah terlibat dalam persoalan tersebut dan hanya dicatut secara tidak sengaja.
Iwan menduga persoalan bermula dari sengketa bisnis antara pihak lain terkait keterlambatan pemenuhan kewajiban pembayaran dalam kerja sama rental kendaraan. Persoalan tersebut, menurutnya, lebih tepat dikategorikan sebagai wanprestasi yang seharusnya dapat diselesaikan secara perdata oleh para pihak terkait.Ia juga menyoroti proses jurnalistik yang dinilai tidak maksimal dalam melakukan verifikasi.
Menurutnya, pihak media memang sempat satu kali menghubungi dirinya terkait hak jawab, namun setelah ia meminta agar komunikasi dilakukan langsung dengan pihak yang bersangkutan, tidak ada lagi upaya konfirmasi lanjutan sebelum berita diterbitkan.
Bahkan, Iwan mengaku menerima komunikasi melalui sambungan telepon dari oknum pewarta yang meminta dirinya membantu menyampaikan pesan kepada Sdri. Ai Ismayati agar memenuhi janji tertentu. Ia mengaku merasa tertekan atas komunikasi tersebut.
“Check and recheck merupakan langkah penting dalam memastikan keakuratan informasi sebelum disampaikan ke publik,” ujarnya.
Sebagai bentuk sikap resmi, Iwan meminta kepada pihak media online tersebut untuk,Menarik seluruh konten berita yang dinilai tidak akurat dari seluruh platform digital, menerbitkan berita koreksi dan klarifikasi resmi yang memuat fakta sebenarnya.
,Menyampaikan permintaan maaf secara terbuka melalui platform yang samaa.
Ia menegaskan ,selama ini dirinya menjalankan tugas profesional dengan integritas sesuai kaidah hukum dan etika yang berlaku. Ia juga menyatakan siap bekerja sama dengan pihak berwenang apabila diperlukan untuk memperjelas persoalan tersebut.
Iwan berharap klarifikasi ini dapat meluruskan persepsi publik, memulihkan nama baiknya, serta menghindarkan dampak negatif terhadap keluarga dan institusi tempatnya berdinas.
“Dengan adanya klarifikasi ini, saya berharap prasangka yang tidak perlu dapat segera teratasi dan nama baik saya dapat dipulihkan,” tutupnya.
Penulis : Prim RK
Editor : Suararakyat. Info














