SUARARAKYAT.info | JAKARTA — Semangat kebersamaan dan kepedulian sosial mewarnai kegiatan buka puasa bersama yang digelar dalam tajuk “Ayo Jaga Jakarta” di Hotel Red Top, Pecenongan, Jakarta Pusat, Selasa (3/3/2026). Kegiatan ini bukan sekadar agenda seremonial Ramadan, melainkan momentum memperkuat silaturahmi antarrelawan sekaligus menghadirkan kebahagiaan bagi 100 anak yatim yang turut diundang untuk merasakan keberkahan di bulan suci.
Acara berlangsung hangat, penuh keakraban dan nuansa kekeluargaan. Para relawan dari berbagai elemen hadir dengan satu semangat yang sama: menjaga Jakarta sebagai rumah bersama yang inklusif, damai, dan berkeadilan.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi DKI Jakarta, Muhamad Matsani, S.Sos., M.Si, yang mewakili Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung yang berhalangan hadir. Selain itu, tampak pula Wakil Wali Kota Jakarta Pusat Eric Pahlevi Zakaria Lumbun beserta para ketua relawan dari berbagai komunitas.
Dalam sambutannya, Muhamad Matsani menekankan pentingnya merawat persatuan dan kesatuan, terutama dalam momentum Ramadan yang sarat dengan nilai spiritual dan sosial. Menurutnya, pemerintah tidak dapat bekerja sendiri tanpa dukungan dan partisipasi aktif masyarakat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Di bulan Ramadan ini, mari kita tingkatkan komitmen untuk merawat persatuan dan kesatuan. Pemerintah tidak bisa berjalan sendiri, perlu kolaborasi dan kontribusi semua pihak. Karena itu, kita gaungkan kembali jargon ‘Ayo Kita Jaga Jakarta’ dengan semangat ‘Jakarta Gue – Jakarta Loe – Jakarta Kita’,” ujarnya kepada awak media.
Ia juga mengajak seluruh relawan untuk berperan aktif dalam pembangunan kota, tidak hanya dalam konteks fisik, tetapi juga dalam membangun harmoni sosial dan memperkuat solidaritas warga.
“Relawan diharapkan berkontribusi nyata untuk kemajuan Jakarta, agar rakyatnya hidup makmur dan sejahtera. Ramadan adalah momentum memperkuat ukhuwah Islamiyah dan komitmen kita terhadap Jakarta yang maju, inklusif, dan berkeadilan,” tambahnya.
Matsani juga menyinggung karakter masyarakat Betawi yang dikenal santun, terbuka, dan menjunjung tinggi toleransi. Nilai-nilai tersebut, menurutnya, harus terus dirawat sebagai fondasi kehidupan sosial di Ibu Kota.
“Betawi itu identik dengan kesantunan, keterbukaan, dan toleransi. Itu modal sosial yang besar bagi Jakarta. Nilai-nilai ini harus kita jaga bersama,” imbuhnya.
Sementara itu, Ketua Panitia, Aris Risnan Ridho, menjelaskan bahwa kegiatan ini terselenggara berkat kerja sama dan gotong royong para relawan yang memiliki kepedulian terhadap sesama, khususnya anak-anak yatim.
Ia juga menyampaikan pesan Gubernur kepada seluruh warga Jakarta agar tetap menjaga stabilitas dan kondusivitas daerah, terlebih di tengah dinamika global yang penuh ketidakpastian akibat konflik dan perang di sejumlah wilayah dunia.
“Dalam situasi dunia yang tidak menentu, pesan Gubernur kepada kita semua adalah jaga Jakarta. Ciptakan iklim yang kondusif agar masyarakat semakin sejahtera, penuh berkah, dan terus menjaga silaturahmi,” tandasnya.
Kegiatan ini ditutup dengan doa bersama dan santunan kepada anak-anak yatim, sebagai simbol komitmen bahwa semangat menjaga Jakarta bukan hanya slogan, tetapi diwujudkan melalui aksi nyata berbasis kepedulian dan solidaritas sosial.
Melalui momentum Ramadan ini, para relawan berharap gerakan “Ayo Jaga Jakarta” tidak berhenti sebagai jargon, melainkan menjadi gerakan moral kolektif untuk membangun Jakarta yang adil, rukun, dan membawa keberkahan bagi seluruh warganya.
Penulis : S Handoko
Editor : Red
Sumber Berita: Suararakyat.info














