Warga Villa Kencana Cikarang Demo Di Depan Kantor Develover, Tuntut Penanganan Banjir

- Penulis

Minggu, 22 Februari 2026 - 11:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARARAKYAT.info || Bekasi – Ratusan warga Perumahan Villa Kencana Cikarang, Desa Sukajadi, Kecamatan Sukatani, Kabupaten Bekasi, menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor developer Arrayan pada Minggu (22/2/2026). Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk protes atas persoalan banjir yang dinilai tak kunjung terselesaikan.

Dalam aksi tersebut, warga dari sejumlah blok terdampak seperti Blok EE, CC, GG, FF, OO, BB, P, dan L menyuarakan tuntutan agar pihak pengembang segera mengambil langkah konkret dalam menangani sistem drainase dan aliran air yang masuk ke kawasan perumahan.

Salah satu warga Blok L, Dovie (35), menyampaikan langsung keluhannya kepada wartawan. Ia berharap adanya perbaikan infrastruktur saluran air yang dinilai menjadi penyebab utama banjir berulang.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Saya Dovie, harapan saya mudah-mudahan gorong-gorong yang ada di Hanifah Cell bisa diganti dengan gorong-gorong besar. Selain itu, sumber aliran air dari perumahan BSD menuju Villa Kencana Cikarang bisa ditutup, sehingga Villa Kencana ini bukan jadi rumah terminal air. Kami ingin lingkungan yang bersih, ekonomi yang baik, dan bebas banjir,” ujarnya.

READ  Seorang Remaja Diduga Hilang, Orangtua Mohon Bantuan Warga Sukabumi dan Sekitarnya

Dovie juga mengungkapkan kerugian materiil yang dialaminya akibat banjir yang kerap melanda kawasan tersebut.

“Mesin cuci mati, lemari hancur, tembok rusak, kipas rusak. Walaupun kulkas sempat terendam, alhamdulillah masih bisa selamat,” jelasnya.

Ia menambahkan, banjir besar sebelumnya pernah terjadi pada tahun 2023 dan berlangsung selama sembilan hari. Sementara pada tahun 2026 ini, banjir bahkan berlangsung hingga 14 hari.

“Banjir 2023 itu sembilan hari. Tahun 2026 ini sampai 14 hari,” ungkapnya.

Warga menilai, perumahan mereka kerap menjadi titik tampungan air dari wilayah sekitar, sehingga saat curah hujan tinggi, air dengan cepat meluap dan menggenangi rumah-rumah warga selama berhari-hari.

Melalui aksi tersebut, warga berharap pihak developer segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem drainase, memperbesar kapasitas gorong-gorong, serta menata ulang aliran air agar tidak lagi menjadikan Villa Kencana Cikarang sebagai titik akhir aliran air dari kawasan lain.

Penulis : Haris Pranatha

Editor : Red

Sumber Berita: Suararakyat.info

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.suararakyat.info untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Akademisi dan Pemerintah Bersinergi, Penguatan Komunikasi Strategis Jadi Kunci Percepatan Pembangunan Desa di Sukabumi
Isu Dugaan Penyimpangan Korupsi Dana Parkir Di Dishub Kota Sukabumi, LSM An-Nahl Siapkan Laporan
Forum RT dan RW Sekota Sukabumi Desak DPRD Komitmen Wali Kota Harus Dibuktikan
Bangunan Masjid Cisayar Rp 3.6 M Diduga Jadi Sarang Hantu,Inspektorat dan Kejari Jangan Tutup Mata Periksa Dinas Perkim
Dapur SPPG Margaluyu Disidak BGN, Dugaan Pelanggaran SOP Terbongkar: Program Gizi Jangan Dijadikan Ladang Bisnis!
DPRD Sukabumi Sikat HGU Bermasalah, Iwan Ridwan: Tak Ada Toleransi untuk Izin Mati
Isu Revisi Ditolak Mentah, Ketua DPRD Kota Sukabumi Tegaskan Minhol Nol Persen Tetap Berlaku
Tol Bocimi Melaju, Jalan Kabupaten Terluka: Ayi Permana Desak Tanggung Jawab
Berita ini 0 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 2 Juni 2026 - 14:40 WIB

Akademisi dan Pemerintah Bersinergi, Penguatan Komunikasi Strategis Jadi Kunci Percepatan Pembangunan Desa di Sukabumi

Selasa, 26 Mei 2026 - 23:28 WIB

Isu Dugaan Penyimpangan Korupsi Dana Parkir Di Dishub Kota Sukabumi, LSM An-Nahl Siapkan Laporan

Rabu, 20 Mei 2026 - 13:44 WIB

Forum RT dan RW Sekota Sukabumi Desak DPRD Komitmen Wali Kota Harus Dibuktikan

Rabu, 20 Mei 2026 - 02:19 WIB

Bangunan Masjid Cisayar Rp 3.6 M Diduga Jadi Sarang Hantu,Inspektorat dan Kejari Jangan Tutup Mata Periksa Dinas Perkim

Selasa, 12 Mei 2026 - 15:01 WIB

Dapur SPPG Margaluyu Disidak BGN, Dugaan Pelanggaran SOP Terbongkar: Program Gizi Jangan Dijadikan Ladang Bisnis!

Berita Terbaru