Kota Sorong Papua Barat Daya — Komite Eksekutif Papua (KEP) bersama Satuan Tugas (Satgas) Makan Bergizi Gratis (MBG) Provinsi Papua Barat Daya melakukan kunjungan lapangan untuk meninjau langsung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMA Negeri 2 Kota Sorong, Senin (9/2/2026).
Kunjungan ini dipimpin Pimpinan KEP Komjen Pol (Purn) Paulus Waterpauw, didampingi Ketua Satgas MBG Papua Barat Daya Ahmad Nausrau, Asisten II Setda Papua Barat Daya Jhony Way, serta disambut Kepala SMA Negeri 2 Kota Sorong Rode Lidia Momot, jajaran dewan guru, dan siswa-siswi.
Dalam kesempatan itu, Pimpinan KEP dan Ketua Satgas MBG berdialog langsung dengan guru dan siswa untuk mendengarkan secara langsung pelaksanaan program, manfaat yang dirasakan, hingga berbagai kendala di lapangan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Pimpinan KEP Komjen Pol (Purn) Paulus Waterpauw menjelaskan bahwa Komite Eksekutif Papua memiliki tugas melakukan sinkronisasi, harmonisasi, serta evaluasi terhadap pelaksanaan program-program strategis nasional Presiden Republik Indonesia di Tanah Papua, termasuk Program Makan Bergizi Gratis.
“Kami hadir untuk memastikan program Presiden berjalan baik di lapangan. Dari dialog singkat dengan siswa dan guru, responsnya sangat positif. Anak-anak merasa terbantu, senang, dan bersyukur. Ini solusi nyata yang sangat dibutuhkan,” ujar Paulus Waterpauw.
Ia menyebutkan, secara nasional target dapur MBG di Tanah Papua mencapai 2.519 dapur. Namun hingga saat ini baru sekitar 179 dapur yang beroperasi. Faktor geografis, jarak sekolah, serta kondisi alam menjadi tantangan utama dalam percepatan pelaksanaan program tersebut.
“Di sinilah tugas kami, melakukan harmonisasi dan evaluasi. Program ini kami lihat, apakah berjalan atau belum, apa kendalanya, dan bagaimana solusinya agar bisa dipercepat,” jelasnya.
Pada kesempatan tersebut, Paulus Waterpauw juga mengapresiasi dukungan pihak sekolah dan para guru terhadap program MBG, serta antusiasme siswa yang merasakan langsung manfaatnya.
Sementara itu, Ketua Satgas MBG Papua Barat Daya Ahmad Nausrau menyampaikan bahwa pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis di SMA Negeri 2 Sorong secara umum berjalan baik tanpa kendala berarti.
“Secara umum tidak ada kendala yang signifikan. Anak-anak sangat senang dengan menu makan bergizi gratis dari Bapak Presiden. Program ini sangat membantu, terutama bagi siswa dari keluarga dengan keterbatasan ekonomi,” ujar Ahmad Nausrau.
Meski demikian, ia mengakui masih terdapat sejumlah catatan evaluasi, seperti kualitas buah yang terkadang kurang segar akibat jarak distribusi yang cukup jauh, serta belum optimalnya pemanfaatan pangan lokal di Kota Sorong.
“Pangan lokal sempat kami sajikan, namun karena karakter siswa di Kota Sorong yang heterogen dan belum terbiasa, muncul beberapa keluhan sehingga sementara dihentikan sambil dievaluasi. Berbeda dengan Sorong Selatan, di mana siswa justru menikmati pangan lokal karena sudah terbiasa,” ungkap Wakil Gubernur Papua Barat Daya tersebut.
Ahmad Nausrau juga mengungkapkan bahwa hingga saat ini masih terdapat dua kabupaten di Papua Barat Daya yang belum melaksanakan Program Makan Bergizi Gratis, yakni Kabupaten Maybrat dan Kabupaten Tambrauw.
“Kami terus berkoordinasi agar program ini segera berjalan di seluruh wilayah Papua Barat Daya, sehingga seluruh anak-anak di setiap kabupaten dapat merasakan manfaat yang sama,” tutupnya.
Penulis : Leonardo
Editor : Tim Redaksi
Sumber Berita: Suara Rakyat














