Rudi Heryanto: Bupati Sukabumi Bukan Tak Tanggap, Tapi Terjebak Efisiensi Anggaran Rp 726 Miliar

- Penulis

Rabu, 21 Januari 2026 - 14:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARARAKYAT.info||Sukabumi-Anggota DPRD Kabupaten Sukabumi dari Fraksi Partai Demokrat, Rudi Heryanto, menanggapi pernyataan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) terkait kinerja Bupati Sukabumi yang dinilai kurang tanggap dalam penanggulangan bencana.

Menurut Rudi, persoalan tersebut bukan semata-mata karena kurang tanggap, melainkan diduga akibat kebingungan Pemerintah Kabupaten Sukabumi menyikapi kebijakan efisiensi anggaran yang mencapai Rp 726 miliar, di mana Kabupaten Sukabumi menjadi salah satu daerah dengan pengurangan terbesar.

“Bukan kurang tanggap, mungkin beliau sedang bingung. Baru dilantik, janji politiknya banyak, tapi langsung dihadapkan pada efisiensi anggaran yang besar sehingga banyak program tidak bisa terealisasi,” ujarnya, Rabu (21/1/2026)

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Rudi juga menanggapi pernyataan Gubernur Jawa Barat yang menyebutkan bahwa Pemerintah Provinsi siap membantu apabila pemerintah daerah kekurangan anggaran. Namun menurutnya, bantuan provinsi sering kali hanya sebatas pembangunan infrastruktur, sementara di lapangan tetap dibutuhkan kesiapan dari pemerintah kabupaten.

“Masalahnya, bantuan itu kan biasanya hanya infrastrukturnya saja. Di lapangan harus ada persiapan dari Pemkab, terutama untuk penyediaan lahan,” jelasnya.

Ia menyoroti persoalan relokasi korban bencana yang hingga kini belum tuntas karena keterbatasan lahan. Salah satu contohnya adalah Dusun Suradita, Kecamatan Gegerbitung, yang sampai saat ini belum memiliki tanah untuk relokasi.

“Rata-rata relokasi korban bencana itu tidak ada tanahnya. Paling diarahkan ke HGU, sementara HGU itu butuh perizinan ke pemerintah pusat. Saya menilai Pemda belum menganggarkan pengadaan tanah secara serius,” katanya.

READ  Toilet Nyaman dan Bersih, Wajah Baru Pelayanan di RSUD Sekarwangi untuk Pengunjung

Rudi menilai Pemerintah Kabupaten Sukabumi belum menunjukkan keseriusan dan terkesan santai, baik dalam penanganan bencana maupun persoalan infrastruktur jalan rusak.

Terkait langkah DPRD, khususnya Komisi III, Rudi menyebutkan pihaknya akan mendorong Pemkab Sukabumi untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), salah satunya melalui optimalisasi pajak perusahaan.

“Kami mendorong pemkab memaksimalkan pajak dari perusahaan-perusahaan. Masih banyak perusahaan nakal yang hanya membayar pajak tanah, sementara bangunannya tidak dihitung,” tegasnya.

Ia juga meminta Pemkab Sukabumi lebih peka terhadap aspirasi masyarakat. Menurutnya, masih banyak jalan rusak dan wilayah yang belum tersentuh bantuan pemerintah.

Selain itu, Rudi menyoroti dampak pengurangan Dana Desa (DD) yang dinilai merugikan desa. Akibatnya, desa tidak lagi mampu membangun jalan lingkungan (jaling).

“Yang bisa disentuh Dinas Perkim itu hanya desa kumuh. Contohnya di Dapil IV, hanya Kecamatan Sukaraja saja yang bisa dibangun, kecamatan lainnya tidak,” ujarnya.

Di akhir pernyataannya, Rudi meminta agar kebijakan pengurangan anggaran tersebut dapat dikaji ulang dan dikembalikan seperti semula demi kepentingan masyarakat.

“Tolonglah, kebijakan itu dikembalikan kepada semula,” pungkasnya.

Penulis : Prim RK

Editor : Red

Sumber Berita: Suararakyat.info

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.suararakyat.info untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Akademisi dan Pemerintah Bersinergi, Penguatan Komunikasi Strategis Jadi Kunci Percepatan Pembangunan Desa di Sukabumi
Isu Dugaan Penyimpangan Korupsi Dana Parkir Di Dishub Kota Sukabumi, LSM An-Nahl Siapkan Laporan
Forum RT dan RW Sekota Sukabumi Desak DPRD Komitmen Wali Kota Harus Dibuktikan
Bangunan Masjid Cisayar Rp 3.6 M Diduga Jadi Sarang Hantu,Inspektorat dan Kejari Jangan Tutup Mata Periksa Dinas Perkim
Dapur SPPG Margaluyu Disidak BGN, Dugaan Pelanggaran SOP Terbongkar: Program Gizi Jangan Dijadikan Ladang Bisnis!
DPRD Sukabumi Sikat HGU Bermasalah, Iwan Ridwan: Tak Ada Toleransi untuk Izin Mati
Isu Revisi Ditolak Mentah, Ketua DPRD Kota Sukabumi Tegaskan Minhol Nol Persen Tetap Berlaku
Tol Bocimi Melaju, Jalan Kabupaten Terluka: Ayi Permana Desak Tanggung Jawab
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 2 Juni 2026 - 14:40 WIB

Akademisi dan Pemerintah Bersinergi, Penguatan Komunikasi Strategis Jadi Kunci Percepatan Pembangunan Desa di Sukabumi

Selasa, 26 Mei 2026 - 23:28 WIB

Isu Dugaan Penyimpangan Korupsi Dana Parkir Di Dishub Kota Sukabumi, LSM An-Nahl Siapkan Laporan

Rabu, 20 Mei 2026 - 13:44 WIB

Forum RT dan RW Sekota Sukabumi Desak DPRD Komitmen Wali Kota Harus Dibuktikan

Rabu, 20 Mei 2026 - 02:19 WIB

Bangunan Masjid Cisayar Rp 3.6 M Diduga Jadi Sarang Hantu,Inspektorat dan Kejari Jangan Tutup Mata Periksa Dinas Perkim

Selasa, 12 Mei 2026 - 15:01 WIB

Dapur SPPG Margaluyu Disidak BGN, Dugaan Pelanggaran SOP Terbongkar: Program Gizi Jangan Dijadikan Ladang Bisnis!

Berita Terbaru