Kota Sorong Papua Barat Daya – Universitas Muhammadiyah Sorong (UNAMIN) memperingati Milad ke-43 sebagai momentum refleksi perjalanan panjang institusi dalam kontribusinya terhadap pembangunan sumber daya manusia (SDM) di Tanah Papua, Rabu (21/1/2026).
Rektor Universitas Muhammadiyah Sorong, Dr. H. Muhammad Ali, menyampaikan bahwa kehadiran UNAMIN yang awalnya bernama Sekolah Tinggi Al-Amin sejak tahun 1982 tidak terlepas dari niat luhur para pendirinya untuk ikut ambil bagian dalam percepatan pembangunan SDM di Irian Jaya kala itu.
“Sejak awal pendiriannya, Al-Amin memang diniatkan sebagai bentuk kontribusi nyata untuk daerah ini, membantu pemerintah dalam mempercepat peningkatan kualitas SDM. Ini saya dengar langsung dari para pendirinya ketika saya masih menjadi Sekretaris Yayasan Al-Amin,” ujar Rektor.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia menjelaskan, sebagai perguruan tinggi swasta pertama di Tanah Papua, perjalanan UNAMIN selama 43 tahun penuh dengan dinamika. Namun dinamika tersebut justru menjadi energi positif untuk peningkatan kualitas kelembagaan.
“Dinamika yang terjadi bukan sesuatu yang negatif. Perbedaan pandangan dan ide itu justru mendorong UNAMIN untuk terus berkembang, baik dalam proses peningkatan akreditasi maupun transformasi menuju universitas,” jelasnya.
Menurut Rektor, peringatan milad ini tidak hanya menjadi ajang mengenang masa lalu, tetapi juga sebagai titik tolak mempersiapkan masa depan UNAMIN agar semakin berdampak bagi mahasiswa dan masyarakat.
“Perguruan tinggi ke depan harus punya impact. Bukan sekadar meluluskan sarjana, tetapi memastikan ada perubahan nyata pada mahasiswa setelah lulus untuk menghadapi masa depan,” tegasnya.
Terkait pengembangan akademik, Rektor menyebutkan bahwa UNAMIN berencana menambah program studi, khususnya yang berkaitan dengan bidang kesehatan, sebagai salah satu prioritas ke depan.
Dalam penerimaan mahasiswa baru tahun ini, UNAMIN menargetkan sekitar 1.500 mahasiswa. Namun ia berharap adanya kebijakan khusus dari Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) mengingat karakteristik mahasiswa di Papua yang terkadang tidak aktif sementara waktu.
“Kami berharap mahasiswa yang tidak aktif sementara tidak langsung dihitung dalam rasio dosen-mahasiswa, karena ini berdampak pada akreditasi dan keberlangsungan perguruan tinggi,” ungkapnya.
Mengenai rencana pembangunan kampus baru, Rektor menyampaikan bahwa saat ini UNAMIN masih memfokuskan aktivitas di kampus utama sesuai arahan Pimpinan Pusat Muhammadiyah, sambil melakukan penguatan sarana dan aktivitas akademik yang ada.
Di akhir pernyataannya, Rektor berharap seluruh sivitas akademika UNAMIN dapat semakin dewasa dalam berpikir dan bertindak seiring bertambahnya usia universitas.
“Kalau kita ingin UNAMIN lebih besar dan lebih berkualitas, maka cara, metode, dan pola kerja kita juga harus berubah. Ke depan UNAMIN akan melakukan perubahan metode gerakan untuk meningkatkan kualitas SDM secara berkelanjutan,” pungkasnya.
Penulis : Leonardo
Editor : Tim Redaksi
Sumber Berita: SuaraRakyat














