Percepat Digitalisasi Desa, Mendes PDT Fokus Atasi 606 Blank Spot di Sulawesi Tengah

- Penulis

Rabu, 21 Januari 2026 - 10:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARARAKYAT.info|| PALU – Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDT) Yandri Susanto menegaskan komitmen pemerintah pusat dalam mempercepat digitalisasi desa di Sulawesi Tengah, khususnya untuk mengatasi persoalan 606 desa yang hingga kini masih mengalami keterbatasan akses jaringan atau blank spot. Digitalisasi desa dinilai sebagai kebutuhan mendesak agar desa tidak semakin tertinggal dari perkembangan zaman serta mampu beradaptasi dengan transformasi ekonomi dan teknologi nasional.

Menurut Yandri, keberadaan jaringan internet dan ekosistem digital yang memadai di desa bukan lagi sekadar pelengkap, melainkan fondasi utama pembangunan desa modern. Tanpa konektivitas digital, desa akan sulit mengakses informasi, memperluas pasar produk lokal, hingga meningkatkan kualitas pelayanan publik kepada masyarakat.

“Digitalisasi desa adalah kunci. Desa tidak boleh tertinggal dalam arus transformasi digital nasional. Pemerintah berkomitmen untuk memastikan desa-desa, termasuk di Sulawesi Tengah, mendapatkan akses yang setara terhadap teknologi dan jaringan internet,” ujar Yandri dalam keterangannya.(21/1/2026)

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menekankan, desa yang terkoneksi secara digital akan memiliki peluang lebih besar untuk mengembangkan potensi ekonomi lokal. Mulai dari pemasaran produk UMKM desa, penguatan Badan Usaha Milik Desa (BUM Desa), hingga pengembangan sektor pariwisata berbasis desa dapat dilakukan secara lebih luas dan efisien melalui platform digital.

Selain fokus pada percepatan digitalisasi, Kemendes PDT juga berencana melakukan kunjungan langsung ke Sulawesi Tengah dalam waktu dekat. Kunjungan ini bertujuan untuk mengawal dan memastikan implementasi sejumlah program strategis berjalan optimal di tingkat desa dan kelurahan. Salah satu program unggulan yang menjadi perhatian adalah pengembangan Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih.

READ  H. Ayep Zaki dan Desi Ratnasari di Nobatkan Menjadi Indung Jeng Bapa Budaya Kota Sukabumi

Program Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih dirancang sebagai instrumen penguatan ekonomi rakyat berbasis kelembagaan desa. Melalui koperasi ini, masyarakat desa diharapkan dapat mengonsolidasikan potensi ekonomi lokal, meningkatkan daya tawar produk desa, serta memperluas akses pasar hingga ke tingkat nasional bahkan internasional.

Yandri menjelaskan, integrasi antara digitalisasi desa dan penguatan koperasi menjadi strategi penting untuk mendorong kemandirian ekonomi desa. Dengan dukungan teknologi digital, BUM Desa dan koperasi desa dapat memasarkan produk unggulan secara lebih luas, transparan, dan berkelanjutan.

“Jika desa sudah terkoneksi secara digital, koperasi desa dan BUM Desa akan lebih mudah menembus pasar nasional dan global. Ini bukan hanya soal teknologi, tetapi soal peningkatan kesejahteraan masyarakat desa secara nyata,” tegasnya.

Pemerintah berharap, melalui sinergi antara digitalisasi, penguatan kelembagaan ekonomi desa, serta pendampingan berkelanjutan, desa-desa di Sulawesi Tengah dapat tumbuh menjadi pusat-pusat ekonomi baru. Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam memperkecil kesenjangan pembangunan antara wilayah perkotaan dan pedesaan.

Dengan komitmen tersebut, Kemendes PDT optimistis bahwa desa-desa yang selama ini terkendala akses jaringan akan segera terhubung, tidak hanya secara infrastruktur, tetapi juga secara ekonomi dan sosial. Transformasi desa berbasis digital diyakini akan membuka jalan menuju desa yang mandiri, berdaya saing, dan sejahtera.

Editor : Red

Sumber Berita: Suararakyat.info

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.suararakyat.info untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kesbangpol Kota Sorong Perkuat Transparansi Keuangan Forum Lintas Suku Papua Raya
Musorprovlub KONI Papua Barat Daya 2026 Resmi Dibuka, Gubernur Ajak Bersatu Raih Prestasi Olahraga
Bappeda Kota Sorong Perkuat Kualitas Renja OPD Melalui Bimtek 2026, Langkah Strategis Wujudkan Perencanaan Berkualitas
Lewat Rakor dan Lokmin, Camat Sukaraja Dorong Sinergi Kesehatan, Kesiapsiagaan Kemarau, dan Persatuan Warga
Bupati Herman Tegaskan Percepatan Kinerja OPD, Ingatkan ASN Tingkatkan Disiplin dan Tanggung Jawab
MANTAP ” 95 Sekolah di Kepulauan Meranti Lolos Program Revitalisasi 2026, 21 Sekolah Masuki Tahap Pelaksanaan
Audiensi Bupati Asmar Berbuah Komitmen BNPP RI Kawal Pembangunan Kawasan Perbatasan Meranti
Optimalkan PAD demi Percepatan Pembangunan, Bapenda Kabupaten Sukabumi Perkuat Pendataan PKB dan BBNKB Melalui Aplikasi Srikandi Jawara
Berita ini 0 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 29 Juli 2026 - 07:14 WIB

Kesbangpol Kota Sorong Perkuat Transparansi Keuangan Forum Lintas Suku Papua Raya

Rabu, 29 Juli 2026 - 04:03 WIB

Musorprovlub KONI Papua Barat Daya 2026 Resmi Dibuka, Gubernur Ajak Bersatu Raih Prestasi Olahraga

Selasa, 28 Juli 2026 - 08:50 WIB

Bappeda Kota Sorong Perkuat Kualitas Renja OPD Melalui Bimtek 2026, Langkah Strategis Wujudkan Perencanaan Berkualitas

Selasa, 28 Juli 2026 - 06:21 WIB

Lewat Rakor dan Lokmin, Camat Sukaraja Dorong Sinergi Kesehatan, Kesiapsiagaan Kemarau, dan Persatuan Warga

Selasa, 28 Juli 2026 - 03:20 WIB

Bupati Herman Tegaskan Percepatan Kinerja OPD, Ingatkan ASN Tingkatkan Disiplin dan Tanggung Jawab

Berita Terbaru