Praktik Prostitusi Terselubung di Kuantan Mudik Semakin Meresahkan dan Diduga Dibekingi oleh Oknum Tertentu

- Penulis

Selasa, 6 Januari 2026 - 09:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARARAKYAT.info|| Kuantan Singingi, Riau-Dugaan praktik prostitusi terselubung di kawasan Bukit Betabuh, Desa Kasang, Kecamatan Kuantan Mudik, Kabupaten Kuantan Singingi, kembali menjadi sorotan publik. Aktivitas tersebut dilaporkan telah berlangsung selama beberapa minggu terakhir dan dinilai belum tersentuh penegakan hukum, meski sebelumnya telah ramai diberitakan dan viral di media sosial.

Laporan terbaru diterima awak media pada Senin dini hari (5/1/2026) dari masyarakat setempat yang mengetahui persis keberadaan dan praktik Prostitusi Terselubung tersebut di bukit betabuh wilayah desa kasang.

Dalam keterangannya, menyebut sejumlah kejanggalan warung remang-remang dan tempat hiburan berkedok kafe karaoke yang diduga melayani praktik asusila yang masih beroperasi di wilayah bukit betabuh, berdasarkan temuan lapangan oleh masyarakat pada 3/1/2026. Informasi ini dipastikan kebenarannya secara hukum tanpa kalimat dalam penelusuran lagi., tegasnya sumber

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Mohon diberitakan kembali tempat hiburan karaoke dan tempat maksiat di Bukit Betabuh. Salah satunya Pemilik warung miliknya bermerek “KARAOKE RANI”, tidak menerima nasihat masyarakat dan bahkan menyebut usahanya tidak akan tersentuh penegak hukum. Kami sudah mendatangi langsung lokasi dan pemiliknya menunjukkan sikap arogan,” ujar narasumber kepada awak media, seraya mengirimkan rekaman video lokasi yang dimaksud.

Narasumber tersebut juga meminta agar persoalan ini melibatkan pemerintah kecamatan setempat serta Polsek Kuantan Mudik untuk dilakukan penindakan sesuai hukum yang berlaku.

Sementara itu, narasumber lain mengungkapkan adanya sejumlah perempuan yang diduga bekerja di kafe remang-remang di wilayah Desa Kasang..

“Mengapa tidak Abang muat juga ke media foto SZ, padahal dia di warung remang-remang yang abang beritakan milik oknum polisi tersebut., ujar inisial DS

Informasi tersebut masih dalam tahap penelusuran dan belum dapat dipastikan kebenarannya secara hukum.

Sebelumnya, dalam pemberitaan beberapa minggu lalu, dugaan praktik prostitusi terselubung ini mencuat setelah adanya pengakuan seorang perempuan berinisial AS yang mengaku bekerja di salah satu warung remang-remang di kawasan tersebut. AS menyebutkan bahwa dirinya didatangi seorang pria yang diduga oknum aparat kepolisian dengan panggilan samaran berinisial Bule atau Pule, yang menawarkan jasa hubungan seksual dengan tarif 250 ribu rupiah sekali menginap (Sortem). Karena menolak, AS mengaku mendapat intimidasi agar tidak lagi bekerja di lokasi tersebut hingga akhirnya inisial AS berpindah dan meninggalkan tempat itu.

READ  Misteri Kriminalisasi Jekson Sihombing oleh Polda Riau: Dari Tas Merah Marun hingga Dugaan Rp57 Triliun Penggelapan Pajak dan Kematian dua Balita

AS juga menyebut bahwa pria tersebut diduga memiliki atau menguasai salah satu kafe remang-remang di sekitar Bukit Betabuh yang dikelola oleh seorang perempuan bernama Wina. Di lokasi itu, disebutkan terdapat belasan perempuan yang diduga berperan sebagai pelayan hiburan malam.

Keberadaan warung dan kafe remang-remang di kawasan Bukit Betabuh sebenarnya pernah ditertibkan dan digusur oleh masyarakat. Namun, berdasarkan pantauan dan laporan warga, tempat-tempat tersebut kembali tumbuh dan beroperasi.

Lokasi yang berada di tepi jalan lintas umum ini dinilai sangat meresahkan masyarakat karena dianggap melanggar norma adat dan agama, serta berpotensi mengganggu ketertiban umum dan citra daerah.

Saat dikonfirmasi, Kepala Desa Kasang menyampaikan bahwa pihak desa sebelumnya telah mengetahui adanya penertiban oleh masyarakat, namun tidak mengetahui secara pasti perkembangan terbaru.

“Kalau masalah penyakit masyarakat, sebelumnya memang sudah pernah digusur oleh warga. Tapi kalau sekarang kembali marak, kami belum mengetahui secara pasti,” ujar Kepala Desa Kasang singkat.

Masyarakat menduga sulitnya penertiban lokasi-lokasi tersebut disebabkan adanya dugaan keterlibatan oknum tertentu yang membekingi atau memiliki usaha tersebut. Warga berharap aparat penegak hukum dan pemerintah daerah dapat bertindak tegas, transparan, dan profesional dalam menindaklanjuti laporan ini.

Masyarakat juga meminta agar penegakan hukum dilakukan tanpa pandang bulu guna menjaga marwah hukum, ketertiban sosial, serta nilai-nilai adat dan agama di Kabupaten Kuantan Singingi.

Penulis : Tim

Editor : Red-01

Sumber Berita: SUARARAKYAT.info

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.suararakyat.info untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Desakan FORWACIB Menguat, Dugaan Kejanggalan Kredit Rp2 Miliar Seret Nama Legislator Kota Sukabumi
Kepala Dinas atau Juru Lempar Jawaban?  MIO Sukabumi Raya Soroti Dugaan Mandulnya Pengawasan di Dinas PU Kabupaten Sukabumi
Air Bersih Tak Pernah Mengalir, Warga Sukasirna Desak KPK Turun Periksa Program Hibah MBR dan SL Mandiri PDAM Sukabumi
Kapolsek Kalibunder Pastikan Penanganan Kasus Pria Ditemukan Meninggal di Alfamart Dilakukan Sesuai Prosedur
SIMPUL Sukabumi Gelar Aksi Damai, Soroti Mangkraknya Pembangunan RSB Bebeza dan Transparansi Dana Umat di BAZNAS Kabupaten Sukabumi
Jalan Kabupaten Terabaikan, Warga Jampang Tengah Tandu Pasien 10 Km Demi Akses Layanan Kesehatan
Ujian Integritas Penegakan Hukum: Publik Desak Polres Sukabumi Tuntaskan Kasus Dugaan Ustad Cabul di Ponpes Cicantayan
Kasus Korupsi DPR Papua Barat Daya Rugikan Negara Rp715 Juta, Enam Tersangka Ditahan
Berita ini 0 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 13 Mei 2026 - 10:54 WIB

Desakan FORWACIB Menguat, Dugaan Kejanggalan Kredit Rp2 Miliar Seret Nama Legislator Kota Sukabumi

Senin, 11 Mei 2026 - 14:31 WIB

Kepala Dinas atau Juru Lempar Jawaban?  MIO Sukabumi Raya Soroti Dugaan Mandulnya Pengawasan di Dinas PU Kabupaten Sukabumi

Jumat, 8 Mei 2026 - 08:16 WIB

Air Bersih Tak Pernah Mengalir, Warga Sukasirna Desak KPK Turun Periksa Program Hibah MBR dan SL Mandiri PDAM Sukabumi

Jumat, 8 Mei 2026 - 03:44 WIB

Kapolsek Kalibunder Pastikan Penanganan Kasus Pria Ditemukan Meninggal di Alfamart Dilakukan Sesuai Prosedur

Kamis, 7 Mei 2026 - 06:35 WIB

SIMPUL Sukabumi Gelar Aksi Damai, Soroti Mangkraknya Pembangunan RSB Bebeza dan Transparansi Dana Umat di BAZNAS Kabupaten Sukabumi

Berita Terbaru

Badan Gizi Nasional

BGN Tegaskan Relawan SPPG Wajib Terlindungi BPJS Ketenagakerjaan

Rabu, 13 Mei 2026 - 09:57 WIB