Korban Janji Kerja Berujung PHP Bertambah: Dugaan Penipuan Puluhan Juta Rupiah, Nama Ik dan Jak Disebut dalam Jaringan

- Penulis

Selasa, 6 Januari 2026 - 10:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARARAKYAT.info||Sukabumi — Dugaan praktik penipuan dengan modus iming-iming penyaluran kerja keluar negri (timur tengah) dan ke Jakarta kembali mencuat di Kabupaten Sukabumi. Seorang perempuan paruh baya berinisial Ik diduga terlibat dalam jaringan yang menjanjikan pekerjaan kepada calon korban dengan syarat menyerahkan sejumlah uang di awal. (6/1/2026)

Namun hingga bertahun-tahun berlalu, pekerjaan yang dijanjikan tak pernah terealisasi, hanya menyisakan janji manis alias pemberi harapan palsu (PHP).

Dugaan ini diungkap oleh YN, yang membongkar praktik tersebut setelah salah satu korban kaka nya sendiri berinisial NS mengaku telah menyerahkan uang dalam jumlah besar sejak tahun 2023. Total dana yang diserahkan mencapai Rp27 juta, disertai bukti pembayaran tertulis yang dibubuhi materai, sehingga memperkuat dugaan adanya transaksi yang bersifat serius dan terencana.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut keterangan korban, uang tersebut diserahkan dengan dalih untuk pengurusan berbagai persyaratan kerja, termasuk pembuatan paspor dan dokumen pendukung lain. Korban diyakinkan bahwa seluruh proses akan diurus oleh jaringan yang disebut memiliki koneksi untuk penempatan kerja, ke timur tengah dan ke wilayah Jakarta.

Ik sendiri diketahui berdomisili di Kampung Cilangkap RT 01 RW 06, Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Saat dikonfirmasi oleh tim media di kediamannya, Ik membantah menerima seluruh uang sebagaimana disebut korban.

“Iya, uang itu diserahkan langsung ke Jack (nama samaran). Saya hanya menerima sekitar Rp4 juta saja, itu pun sudah saya kembalikan ke Jack. Uang tersebut untuk mengurus paspor dan keperluan lainnya, sekarang tidak tau Jack ada dimana no nya pun tidak aktif. Hanya saja pernah bilang dia asli sagaranten dan tinggal di waru doyong kota sukabumi.” ujar Ik saat ditemui.

READ  Infrastruktur Ambruk di Sukabumi,Ruas Parungkuda–Pakuwon Diduga Dibiarkan Rusak Bertahun-tahun, Nyawa Warga Jadi Taruhan

Namun, pernyataan tersebut memunculkan tanda tanya besar. Pasalnya, setelah tim media melakukan penelusuran dan konfirmasi ke data sistem imigrasi, nama NS yang disebut sebagai calon tenaga kerja tidak pernah tercatat mengurus paspor, baik di Kantor Imigrasi Bogor maupun dalam sistem keimigrasian yang relevan.

Fakta ini semakin memperkuat dugaan bahwa alasan pengurusan paspor hanya dijadikan dalih untuk menarik uang dari korban.

Korban NS mengaku telah berulang kali menagih kejelasan, namun hanya menerima janji tanpa kepastian. Tidak ada kontrak kerja, tidak ada tiket keberangkatan, dan tidak ada bukti proses resmi penempatan kerja.

Lebih jauh, YN menyebut bahwa dugaan praktik ini tidak berdiri sendiri. Ik diduga terhubung dengan jaringan yang lebih luas dan memiliki pola serupa dalam merekrut korban.

Modusnya hampir sama menjanjikan pekerjaan, meminta uang di muka, lalu proses tidak pernah berjalan sebagaimana dijanjikan.

Saat ini, NS bersama korban lainnya menyatakan siap menempuh jalur hukum dan tengah mengumpulkan bukti tambahan. Tidak menutup kemungkinan jumlah korban akan terus bertambah seiring dengan dibukanya ruang pengaduan dan penelusuran lebih lanjut oleh tim media serta pihak terkait.

Hingga berita ini diturunkan, tim media masih terus melakukan pendalaman informasi, menggali keterangan dari korban lain, serta menelusuri dugaan keterkaitan jaringan tersebut dengan praktik TPPO (Tindak Pidana Perdagangan Orang) maupun penipuan terorganisir.

Kasus ini menjadi peringatan serius bagi masyarakat agar lebih waspada terhadap tawaran kerja yang mengharuskan pembayaran di awal tanpa kejelasan legalitas, kontrak resmi, maupun prosedur yang transparan. Sementara itu, publik menunggu langkah tegas aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas dugaan praktik yang dinilai merugikan dan mencederai rasa keadilan masyarakat.

Editor : Red-01

Sumber Berita: SUARARAKYAT.info

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.suararakyat.info untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

PDAM Tirta Jaya Mandiri Bangun Tapping Point di Parungkuda, Pelayanan Air Bersih Ditingkatkan
Tanggapan Perumda Tirta Jaya Mandiri Atas Aksi Unjuk Rasa Forum Mahasiswa Perubahan Sukabumi
Galih Permana Soroti Transparansi Anggaran Proyek Bina Marga Jabar, Aksi BMI Dikawal Ratusan Aparat Kepolisian
Misteri Proyek Revitalisasi SD Negeri Manggis Rp1 Miliar, Kepala Sekolah Sulit di Konfirmasi, Informasi Publik Seolah Tertutup
Listrik Kerap Padam Tanpa Pemberitahuan, Warga RT 023 Perumahan Kedungwaringin Bekasi Keluhkan Terganggunya Aktivitas dan Pasokan Air Bersih
Desy Ratnasari Gandeng Puslitkoka Tingkatkan Kapasitas Petani Kopi di Gegerbitung
Tarif Parkir RS DKH Cibadak Dikeluhkan Pengunjung, Diminta Dievaluasi Demi Meringankan Beban Keluarga Pasien
Usai Pemberitaan Proyek Jadi Sorotan, Pelaksana CV Arrahmah Hubungi Awak Media Minta Klarifikasi: Bos dan Kadis Sudah Menelepon Saya
Berita ini 0 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 5 Agustus 2026 - 08:09 WIB

PDAM Tirta Jaya Mandiri Bangun Tapping Point di Parungkuda, Pelayanan Air Bersih Ditingkatkan

Rabu, 5 Agustus 2026 - 08:05 WIB

Tanggapan Perumda Tirta Jaya Mandiri Atas Aksi Unjuk Rasa Forum Mahasiswa Perubahan Sukabumi

Senin, 3 Agustus 2026 - 10:03 WIB

Galih Permana Soroti Transparansi Anggaran Proyek Bina Marga Jabar, Aksi BMI Dikawal Ratusan Aparat Kepolisian

Senin, 3 Agustus 2026 - 04:55 WIB

Misteri Proyek Revitalisasi SD Negeri Manggis Rp1 Miliar, Kepala Sekolah Sulit di Konfirmasi, Informasi Publik Seolah Tertutup

Minggu, 2 Agustus 2026 - 06:56 WIB

Listrik Kerap Padam Tanpa Pemberitahuan, Warga RT 023 Perumahan Kedungwaringin Bekasi Keluhkan Terganggunya Aktivitas dan Pasokan Air Bersih

Berita Terbaru