Kado Pahit Akhir Tahun: Pasuruan Peringkat 5 HIV Se-Jatim, BEMPAS Raya Minta Pemkab Berbenah Serius di Daerah Santri

- Penulis

Rabu, 31 Desember 2025 - 11:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARARAKYAT.info|| PASURUAN – Kabupaten Pasuruan menutup lembaran tahun 2025 dengan catatan kesehatan sosial yang memprihatinkan. Berdasarkan data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2025, wilayah yang masyhur dengan julukan Daerah Santri ini justru bertengger di posisi peringkat kelima tertinggi di Jawa Timur dalam temuan kasus HIV/AIDS.

Data BPS tersebut merinci adanya 178 kasus baru yang terdeteksi di Kabupaten Pasuruan. Munculnya angka ini di tengah kuatnya nilai-nilai religiusitas daerah menjadi ironi besar, sekaligus menjadi cermin retaknya jaring edukasi dan kontrol sosial di masyarakat.

Akar Masalah: Pergaulan Bebas dan Rendahnya Edukasi
Aliansi BEM Pasuruan Raya (BEMPAS Raya) menilai tingginya angka kasus ini bukan sekadar statistik, melainkan dampak dari masalah yang bersifat sistemik. Penyebab utamanya, selain perilaku individu, adalah rendahnya tingkat edukasi kesehatan serta masih tingginya stigma sosial. Kondisi ini diperparah dengan fenomena pergaulan bebas yang semakin tak terbendung di berbagai lapisan masyarakat.
Presiden Mahasiswa Akbid Hasna yang tergabung dalam aliansi tersebut menyatakan bahwa angka ini hanyalah fenomena gunung es yang terlihat di permukaan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Data 178 kasus ini sangat miris. Banyak masyarakat yang takut memeriksakan diri karena khawatir dicap negatif oleh lingkungan. Sebagai daerah santri, hal ini menjadi tantangan berat karena topik kesehatan reproduksi masih dianggap tabu, sehingga generasi muda tidak memperoleh pengetahuan pencegahan yang tepat di tengah arus pergaulan bebas yang kian masif,” ungkap Presma Akbid,Rabu (31/12/2025)

Tamparan Bagi Wajah Sosial Pasuruan
Koordinator Aliansi BEMPAS Raya, M. Ubaidillah Abdi, menegaskan bahwa peringkat lima besar se-Jawa Timur ini adalah tamparan keras bagi wajah sosial Pasuruan di penghujung tahun 2025. Ia menyebut krisis ini sebagai bukti bahwa jaring kontrol sosial di “Bumi Santri” sedang mengalami kebocoran.

READ  Sekandal Pengawasn OJK Kalbar : NPL BPR Duta Niaga Pontianak Tembus 90% Diduga Ada Pembiaran Sistemk

“Tahun ini kita tutup dengan kado pahit. Kita tidak bisa hanya membanggakan identitas daerah santri jika kenyataannya perilaku berisiko terus meningkat tanpa ada ruang edukasi yang jujur di tingkat akar rumput,” tegas Ubaidillah.

Minta Pemkab Berhenti Seremonial
Dalam keterangannya, Aliansi BEMPAS Raya meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pasuruan untuk segera berbenah dan tidak tinggal diam melihat data miris ini. Mahasiswa mendesak agar Pemkab tidak lagi terjebak dalam agenda-agenda yang hanya bersifat seremonial tanpa menyentuh akar masalah.

Kebijakan Radikal: Meminta Pemkab menyusun langkah strategis yang menyasar langsung kelompok rentan.
Penguatan Anggaran: Mendorong Pemkab untuk mengalokasikan anggaran khusus edukasi kesehatan hingga ke pelosok desa.
Layanan Inklusif: Memastikan fasilitas kesehatan di Pasuruan mampu memberikan pelayanan yang ramah dan bebas stigma bagi seluruh warga.

Ajakan Kolaborasi Berbenah Bersama
Sebagai penutup tahun, Aliansi BEMPAS Raya mengajak seluruh lapisan masyarakat mulai dari tokoh agama, akademisi, hingga seluruh elemen sipil—untuk berkolaborasi demi memperbaiki kondisi ini.

“Data miris ini adalah panggilan untuk kita semua agar berhenti saling menyalahkan dan mulai bergerak bersama. Pemkab tidak bisa jalan sendiri, masyarakat pun tidak boleh abai. Mari kita jadikan momentum akhir tahun ini sebagai titik balik untuk berbenah, demi menjaga martabat daerah santri dan memastikan keselamatan generasi masa depan Pasuruan,” pungkas Ubaidillah.

Sumber: M Ubaidillah (Bempas)

Editor : Red-01

Sumber Berita: SUARARAKYAT.info

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.suararakyat.info untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Klarifikasi Resmi: Isu Kematian Hilman Suararakyat Dipastikan Hoaks, Masyarakat Diminta Waspada Penipuan
Diduga Gedung Rakyat Tanpa Wakil: DPRD Kota Pasuruan Disegel Mahasiswa, Mosi Tidak Percaya Menggema di Tengah Kekecewaan
Blokade Jalan Depan Kodim Picu Ketegangan, Long March Mahasiswa Pasuruan Dipaksa Putar Arah
Leher Terjerat Kabel Menjuntai, Pengendara Terluka Parah di Kediri: Dugaan Kelalaian Jaringan Internet Menguat
Gus Man GMPI Jatim Serukan Warga Bijak Bermedsos dan Jaga Persatuan di Tengah Maraknya Isu Nasional
PKBM Aji Saka Kediri Disorot,Pemerhati Publik Desak Dinas Pendidikan dan Inspektorat Turun Tangan
BEM PTMAI Zona V Jawa Timur–Bali Gelar Aksi di DPRD Jatim, Tegaskan Penolakan Impunitas dan Tuntut Keadilan
Mahasiswa Dihadang di Depan PCNU Bangil, BEM Pasuruan Raya Kecam Pembungkaman dan Desak Penegakan Hukum
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 18 April 2026 - 09:12 WIB

Klarifikasi Resmi: Isu Kematian Hilman Suararakyat Dipastikan Hoaks, Masyarakat Diminta Waspada Penipuan

Kamis, 16 April 2026 - 15:18 WIB

Diduga Gedung Rakyat Tanpa Wakil: DPRD Kota Pasuruan Disegel Mahasiswa, Mosi Tidak Percaya Menggema di Tengah Kekecewaan

Kamis, 16 April 2026 - 14:54 WIB

Blokade Jalan Depan Kodim Picu Ketegangan, Long March Mahasiswa Pasuruan Dipaksa Putar Arah

Kamis, 16 April 2026 - 02:50 WIB

Leher Terjerat Kabel Menjuntai, Pengendara Terluka Parah di Kediri: Dugaan Kelalaian Jaringan Internet Menguat

Rabu, 15 April 2026 - 12:27 WIB

Gus Man GMPI Jatim Serukan Warga Bijak Bermedsos dan Jaga Persatuan di Tengah Maraknya Isu Nasional

Berita Terbaru

TNI

Kodaeral XIV Hadiri Peringatan Hari Kartini di Sorong

Selasa, 21 Apr 2026 - 14:51 WIB

Berita Daerah

GWN Dorong UMKM Bergerak di CFD Bengkalis 2–3 Mei 2026

Selasa, 21 Apr 2026 - 12:56 WIB