SUARARAKYAT.info|| Sukabumi— Akses jalan utama menuju Kampung Gunung Rompang, Desa Loji, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi, kembali tertutup longsor akibat intensitas hujan yang sangat ekstrem dalam beberapa hari terakhir. Peristiwa tersebut terjadi pada Minggu malam (14/12/2025), saat hujan deras mengguyur wilayah tersebut tanpa henti selama berjam-jam.
Material longsoran berupa tanah bercampur bebatuan dan lumpur menutupi badan jalan, sehingga tidak dapat dilalui kendaraan, baik roda dua maupun roda empat. Jalan tersebut merupakan satu-satunya akses vital bagi warga Gunung Rompang untuk beraktivitas, termasuk mengangkut hasil pertanian, kebutuhan logistik, serta akses menuju fasilitas pendidikan dan kesehatan.
Beruntung, dalam kejadian ini tidak terdapat korban jiwa. Namun dampak longsor tetap dirasakan oleh warga, khususnya para petani. Sejumlah lahan padi atau huma milik warga dilaporkan ikut terdampak timbunan tanah longsor.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Hamdan, salah satu warga sekaligus pemilik huma yang terdampak, menuturkan bahwa longsor terjadi secara tiba-tiba saat hujan deras mengguyur wilayah tersebut sejak sore hingga malam hari.
“Hujannya deras sekali dan lama, tidak berhenti-henti. Minggu malam itu tiba-tiba tanah dari tebing langsung turun dan menutup jalan. Sebagian huma saya juga ikut tertimbun,” ujar Hamdan kepada wartawan.
Pasca longsor, hingga Senin pagi, belum terlihat adanya alat berat yang diturunkan ke lokasi. Demi menjaga agar aktivitas warga tetap berjalan, masyarakat Kampung Gunung Rompang secara swadaya melakukan pembersihan material longsoran menggunakan alat manual seadanya, seperti cangkul, sekop, dan linggis.
Gotong royong dilakukan agar jalan setidaknya bisa dilalui kendaraan roda dua dan pejalan kaki. Meski demikian, kondisi jalan masih rawan dan berbahaya, terutama saat hujan kembali turun karena dikhawatirkan terjadi longsor susulan.
Warga berharap pemerintah daerah, khususnya instansi terkait seperti BPBD dan pemerintah Desa segera turun tangan dengan menurunkan alat berat serta melakukan penanganan permanen. Mengingat lokasi tersebut kerap mengalami longsor setiap musim hujan, warga juga mendesak adanya pembangunan tembok penahan tanah atau sistem drainase yang memadai.
“Kami berharap ada perhatian serius. Ini bukan pertama kali longsor terjadi. Kalau dibiarkan terus, kami yang jadi korban,” keluh salah seorang warga lainnya.
Hingga berita ini diturunkan, warga masih terus berjibaku membersihkan sisa material longsoran secara manual, sembari berharap cuaca membaik dan bantuan segera datang.
Editor : Red-SR
Sumber Berita: Suararakyat. info














