SUARARAKYAT.info|| Bandung Barat — Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI) Jenderal TNI Agus Subiyanto meninjau langsung lokasi bencana tanah longsor yang melanda Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jumat (6/2/2026). Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh tahapan penanganan darurat, operasi pencarian, serta evakuasi korban berjalan secara optimal dan terkoordinasi dengan baik.
Dalam peninjauan tersebut, Panglima TNI menyempatkan diri berdialog langsung dengan jajaran Tim SAR Gabungan, yang terdiri dari unsur TNI, Polri, Basarnas, BPBD, relawan, serta unsur pemerintah daerah. Ia memberikan apresiasi tinggi atas dedikasi dan kerja keras seluruh personel yang hingga kini masih bertahan di lokasi bencana, meski dihadapkan pada medan yang berat dan cuaca yang tidak menentu.
“Tim pencari korban masih semangat. Kita hadir untuk memberi dukungan, memberi semangat, dan memastikan prajurit serta seluruh unsur di lapangan bekerja dengan aman dan optimal,” ujar Panglima TNI di hadapan awak media.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Memasuki hari ke-14 operasi pencarian, Tim SAR Gabungan terus melanjutkan upaya menemukan korban yang diduga masih tertimbun material longsoran. Proses pencarian dilakukan dengan berbagai metode, mulai dari pencarian manual, pengerahan alat berat, hingga pelibatan anjing pelacak (K9) guna mempercepat identifikasi titik-titik potensial keberadaan korban.
Menurut Panglima TNI, kompleksitas medan menjadi tantangan utama dalam operasi ini. Kontur tanah yang labil, timbunan material longsor yang tebal, serta curah hujan yang masih tinggi mengharuskan seluruh personel bekerja dengan tingkat kewaspadaan tinggi, tanpa mengurangi ketelitian dan ketekunan dalam proses pencarian.
Selain meninjau langsung area longsor, Panglima TNI juga memastikan kesiapan personel, alutsista, serta sarana pendukung yang dikerahkan di lokasi, termasuk alat berat, kendaraan taktis, peralatan medis lapangan, hingga dapur umum bagi petugas dan warga terdampak.
TNI, lanjutnya, berkomitmen untuk terus berada di garis depan dalam setiap penanganan bencana alam di tanah air. Kehadiran TNI tidak hanya sebatas pengerahan kekuatan, tetapi juga sebagai wujud nyata kepedulian dan tanggung jawab negara dalam melindungi serta membantu masyarakat yang tertimpa musibah.
“Penanganan bencana adalah tugas kemanusiaan. TNI akan terus bersinergi dengan seluruh unsur terkait sampai seluruh proses pencarian, evakuasi, dan penanganan pascabencana dapat diselesaikan dengan baik,” tegas Panglima TNI.
Di sisi lain, Panglima TNI juga mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi bencana susulan, mengingat kondisi geografis wilayah Cisarua yang rawan longsor, terutama di tengah intensitas hujan yang masih cukup tinggi.
Kunjungan ini sekaligus menjadi bentuk dukungan moril bagi para prajurit dan relawan di lapangan, agar tetap solid, profesional, dan humanis dalam menjalankan tugas kemanusiaan, demi memastikan setiap korban mendapatkan penanganan terbaik serta memberikan ketenangan bagi keluarga yang terdampak.
Editor : Red
Sumber Berita: Suararakyat.info













