SUARARAKYAT || Indragiri Hilir, Riau – Musibah tanah longsor kembali melanda permukiman warga di Kampung Baru RT 01/RW 05, Kuala Enok, Kecamatan Tanah Merah, Kabupaten Indragiri Hilir, Riau, pada Sabtu (18 Juli 2026) sekitar pukul 12.35 WIB. Peristiwa yang terjadi di siang hari tersebut mengakibatkan sedikitnya enam unit rumah warga mengalami kerusakan hingga ambruk akibat tergerus longsoran tanah di kawasan pesisir.
Berdasarkan informasi yang dihimpun di lokasi kejadian, rumah-rumah yang terdampak diketahui milik H. Maruyah, H. Ecah, Yaki, Tanjok, Mansur, H. Parok, dan Kanjok. Sebagian bangunan mengalami kerusakan berat setelah pondasi rumah tidak mampu lagi menahan pergeseran tanah yang terus mengalami erosi.
Detik-detik terjadinya longsor membuat warga sekitar panik. Suara retakan tanah yang disusul runtuhnya bangunan membuat masyarakat berhamburan keluar rumah untuk menyelamatkan diri. Beruntung, hingga informasi ini diterima belum ada laporan mengenai korban jiwa maupun korban luka-luka. Namun kerugian material diperkirakan cukup besar mengingat sejumlah rumah mengalami kerusakan parah.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Usai kejadian, suasana gotong royong langsung terlihat di lokasi. Warga secara bahu-membahu membantu para korban mengevakuasi barang-barang berharga yang masih dapat diselamatkan. Perabot rumah tangga, dokumen penting, pakaian, hingga peralatan elektronik dipindahkan ke tempat yang lebih aman guna menghindari kerusakan lebih lanjut apabila terjadi longsor susulan.
Masyarakat juga terus mengawasi kondisi tanah di sekitar lokasi karena dikhawatirkan masih berpotensi mengalami pergerakan. Beberapa warga memilih mengungsi sementara ke rumah kerabat dan tetangga demi menjaga keselamatan keluarga.
Peristiwa ini kembali menjadi peringatan akan tingginya risiko bencana longsor di kawasan pesisir Kuala Enok yang dalam beberapa tahun terakhir kerap mengalami abrasi dan pergeseran tanah. Warga berharap pemerintah daerah bersama instansi terkait segera turun ke lokasi untuk melakukan penanganan darurat, pendataan korban, serta memberikan bantuan kepada masyarakat yang terdampak.
Selain itu, masyarakat juga meminta dilakukan kajian teknis terhadap kondisi bantaran sungai dan kawasan permukiman guna mencegah terulangnya bencana serupa di masa mendatang. Langkah mitigasi dinilai sangat penting mengingat sebagian besar rumah warga berada di wilayah yang rawan mengalami longsor akibat erosi dan perubahan struktur tanah.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pemerintah daerah maupun instansi terkait mengenai penyebab pasti longsor tersebut. Besaran kerugian material yang dialami para korban juga masih dalam proses pendataan. Aparat bersama pemerintah setempat diharapkan segera melakukan asesmen untuk memastikan kondisi para korban serta kebutuhan bantuan yang diperlukan.
Penulis : Syahwani
Editor : Redaksi
Sumber Berita: SUARARAKYAT.info














