Luapan Sungai Leuwi Notog Kian Mengancam, Warga Kampung Kaum Kidul Minta Pemerintah Bertindak Cepat

- Penulis

Kamis, 11 Desember 2025 - 23:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARARAKYAT.info|| Bandung- Intensitas hujan yang terus meningkat dalam beberapa pekan terakhir kembali memicu luapan Sungai Leuwi Notog di Kampung Kaum Kidul Barat, RT 03 RW 16, Desa Ciwidey, Kecamatan Ciwidey. Debit air yang naik secara drastis merendam puluhan rumah warga pada Kamis (11/12/2025), menambah panjang daftar kejadian banjir tahunan yang tak kunjung ditangani secara serius.

Banjir kali ini bukanlah insiden mendadak. Warga menyebutnya sebagai “siklus tahunan” yang selalu datang saat musim hujan tiba. Kondisi sungai yang semakin dangkal, pendangkalan saluran air di beberapa titik, serta tidak adanya tanggul penahan arus menjadi faktor utama yang memperparah luapan air. Akibatnya, setiap hujan deras turun, ketakutan masyarakat kembali berulang—khawatir air naik secara cepat dan masuk ke rumah mereka.

Salah satu warga, Pak Kiki, mengungkapkan kegelisahan yang selama ini dirasakan masyarakat. Ia menilai situasi di sepanjang Sungai Leuwi Notog semakin mengkhawatirkan dari tahun ke tahun.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Banjir ini sudah seperti siklus tahunan. Sungainya makin dangkal, tidak ada tanggul yang bisa menahan luapan air. Setiap hujan deras, air langsung masuk ke rumah-rumah. Bahkan dinding sungai di beberapa titik sudah mulai terkikis, kami takut bisa terjadi longsor kapan saja,” ungkapnya.

READ  Kepala-Kepala Suku di PBD Serukan Perdamaian: “Jangan Terprovokasi, Jaga Kota Kita!"

Ia menambahkan bahwa kerusakan pada dinding sungai bukan hanya mengancam keselamatan, tetapi juga berpotensi memperburuk banjir di masa mendatang. Jika dibiarkan, erosi di sepanjang tepi sungai bisa menyebabkan runtuhan tanah yang memblokir aliran, memicu banjir lebih besar, atau bahkan membahayakan rumah warga yang berada di tepi sungai.

Lebih jauh, masyarakat Kampung Kaum Kidul berharap pemerintah desa, kecamatan, hingga kabupaten dapat turun langsung meninjau situasi tersebut. Menurut mereka, sudah saatnya ada intervensi konkret berupa pengerukan sungai, perbaikan turap, serta pembangunan tanggul yang kokoh untuk melindungi permukiman.

“Kami hanya ingin pemerintah lebih memperhatikan kondisi kami. Setiap tahun kami selalu dihantui banjir. Kami berharap ada langkah cepat dan nyata sebelum terjadi hal yang lebih buruk,” pungkas Pak Kiki.

Hingga saat ini warga masih berjibaku membersihkan rumah dan menyelamatkan barang-barang yang terendam. Cuaca yang masih tidak menentu membuat mereka tetap siaga jika luapan kembali meningkat.

Penulis : Agus Kapinis

Editor : Red-SR

Sumber Berita: Suararakyat. info

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.suararakyat.info untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sorotan Dugaan Pungutan di Tiga Madrasah Inhil, Kemenag Diminta Bertindak Tegas dan Perketat Pengawasan Dana BOS serta PIP
Kaki Mahasiswi di Bangka Barat Nyaris Putus Dibacok, Polres Ungkap Motif Pelaku penganiayaan Karena Tersinggung
Kebakaran Hanguskan Kampung Adat Ciptamulya, Pemkab Sukabumi Siapkan Tanggap Darurat
Satu HP Jadi Saksi Bisu, Jurnalis Peliput Galian PJT II Cikampek Diteror Orang Tak Dikenal
Lima Karyawan PTPN IV Regional 1 Kebun Cibungur Pertanyakan Perbedaan Bonus Tahunan, Manajemen Tunggu Penjelasan Kantor Pusat
Panglima Koarmada III Gelar Penghijauan Markas Guna Wujudkan Lingkungan ASRI
LSM Annahl Kawal Dugaan Pemalsuan Data Dewas RSUD. R.Syamsudin, Minta Proses Hukum Tak Tebang Pilih
Ketua KNPI Kota Sukabumi Sentil DPRD: ” Jangan Jadi Pengkhianat Rakyat
Berita ini 0 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 4 Agustus 2026 - 14:16 WIB

Sorotan Dugaan Pungutan di Tiga Madrasah Inhil, Kemenag Diminta Bertindak Tegas dan Perketat Pengawasan Dana BOS serta PIP

Minggu, 26 Juli 2026 - 23:15 WIB

Kaki Mahasiswi di Bangka Barat Nyaris Putus Dibacok, Polres Ungkap Motif Pelaku penganiayaan Karena Tersinggung

Minggu, 26 Juli 2026 - 10:35 WIB

Kebakaran Hanguskan Kampung Adat Ciptamulya, Pemkab Sukabumi Siapkan Tanggap Darurat

Sabtu, 18 Juli 2026 - 13:38 WIB

Satu HP Jadi Saksi Bisu, Jurnalis Peliput Galian PJT II Cikampek Diteror Orang Tak Dikenal

Selasa, 14 Juli 2026 - 09:06 WIB

Lima Karyawan PTPN IV Regional 1 Kebun Cibungur Pertanyakan Perbedaan Bonus Tahunan, Manajemen Tunggu Penjelasan Kantor Pusat

Berita Terbaru