Ribuan Pelaku Seni dan Budaya Padati Gedung Sate: Kolaborasi Lintas Kementerian Wujudkan Perlindungan Sosial untuk Seniman Indonesia

- Penulis

Selasa, 11 November 2025 - 00:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARARAKYAT.info|| Bandung — Suasana penuh semangat dan warna-warni budaya mewarnai halaman Gedung Sate, Bandung, saat lebih dari 1000 pelaku seni dan budaya dari berbagai daerah di Indonesia berkumpul dalam kegiatan bertajuk “Bakti Negeri untuk Pelaku Seni dan Budaya”. Acara yang digagas oleh Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) ini menjadi momentum penting bagi dunia seni Indonesia untuk menunjukkan bahwa seni bukan sekadar ekspresi jiwa, melainkan juga kekuatan ekonomi dan identitas bangsa.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Pratikno, dalam sambutannya menegaskan pentingnya akar budaya dalam setiap langkah kemajuan bangsa.

“Sebagai bangsa, kita jangan hanya menjulang tinggi, tapi juga harus berakar kuat pada seni budaya kita. Itulah jati diri yang membedakan kita di tengah arus globalisasi,” ujarnya disambut tepuk tangan meriah para peserta.(10/11/2025)

Kegiatan ini menghadirkan beragam lapisan masyarakat seni mulai dari seniman tradisional dan kontemporer, pelajar seni, penyandang disabilitas, hingga perwakilan masyarakat adat. Mereka tak hanya menampilkan karya, tetapi juga mendapatkan berbagai layanan sosial dan fasilitas pendukung dari pemerintah.

Beberapa layanan yang disediakan antara lain:
Pendaftaran BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan khusus untuk pelaku seni dan budaya.
Pemeriksaan dan skrining kesehatan, termasuk deteksi dini penyakit TBC.
Layanan administrasi kependudukan dari Dinas Dukcapil.
Bantuan sarana untuk seniman disabilitas, sebagai wujud inklusivitas seni tanpa batas.
Pameran pangan lokal dan obat tradisional, yang menampilkan kekayaan kearifan lokal Nusantara.
Panggung ekspresi budaya, menampilkan pertunjukan musik, tari, teater, hingga seni rupa dari berbagai komunitas daerah.

Suasana Gedung Sate seolah menjelma menjadi ruang besar bagi keberagaman budaya Indonesia. Di satu sisi, alunan gamelan berpadu dengan tabuhan kendang Sunda, sementara di sisi lain, kelompok tari kontemporer dan pelukis jalanan memamerkan kreativitasnya.

Acara ini juga menandai bentuk nyata kolaborasi lintas kementerian, lembaga, dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam memastikan para pelaku seni tidak hanya mendapat ruang berekspresi, tetapi juga perlindungan sosial dan ekonomi yang layak. Pemerintah berkomitmen agar profesi seniman dan pekerja budaya tidak lagi dipandang sebelah mata, melainkan sebagai bagian penting dalam pembangunan manusia Indonesia seutuhnya.

“Seniman adalah penafsir zaman. Mereka mengangkat nilai, kritik, dan keindahan yang memperkaya jiwa bangsa. Maka negara wajib hadir memberikan perlindungan,” ujar salah satu perwakilan Kemenko PMK dalam sesi diskusi publik yang digelar di sela-sela acara.

Selain memperkuat jaring pengaman sosial bagi seniman, kegiatan ini juga mendorong ekosistem ekonomi kreatif berbasis budaya lokal. Pemerintah berharap inisiatif seperti ini dapat berlanjut di daerah lain, agar setiap pelaku seni dari Sabang sampai Merauke dapat terus berkarya tanpa khawatir soal keberlangsungan hidup mereka.

Dengan antusiasme ribuan peserta dan dukungan penuh berbagai pihak, “Bakti Negeri untuk Pelaku Seni dan Budaya” di Gedung Sate menjadi bukti bahwa kebudayaan adalah urat nadi bangsa. Melalui seni, masyarakat tak hanya mengekspresikan diri, tetapi juga meneguhkan rasa persatuan dan harga diri sebagai bangsa yang besar dan beradab.

Mari terus dukung pelaku seni dan budaya Indonesia agar tetap berkarya, berdaya, dan berbudaya!

(Swd)

READ  Mahasiswa Dihadang di Depan PCNU Bangil, BEM Pasuruan Raya Kecam Pembungkaman dan Desak Penegakan Hukum

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.suararakyat.info untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Aksi Berakhir Tanpa Hasil, PC PMII Pasuruan Gugat Kepemimpinan PKC Jatim dan Soroti Kedekatan dengan Penguasa
Dinilai Abaikan Amanat Reformasi, BEM Pasuruan Raya Tolak Keras Pengesahan Revisi UU Polri
Ormas Aksi Bela Rakyat Serahkan Berkas Hak Angket ke DPRD, Usulkan Pemakzulan Wali Kota Sukabumi
Keponakan Pahlawan Nasional Marsinah, Prajurit TNI AD Wahyu Tetap Tegar Bertugas di Papua Meski Ditinggal Sang Ayah
Sesat Pikir “Public Trust”, Ketika Penegakan Hukum Tereduksi Menjadi Sekadar Pencitraan
Empat Bulan Buron, Oknum Kiai Cabul Cicantayan Belum Ditangkap: Publik Pertanyakan Nyali dan Keseriusan APH
APMP Jatim Serahkan Dokumen Bukti Tambahan Dugaan Korupsi RSUD Dr Soetomo ke Kejari Surabaya, Minta Proses Hukum Transparan 
Diduga Gelanggang Judi Sabung Ayam di Teporo Kian Terang-terangan, Kepercayaan Publik terhadap Penegak Hukum Dipertaruhkan
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 24 Juni 2026 - 11:49 WIB

Aksi Berakhir Tanpa Hasil, PC PMII Pasuruan Gugat Kepemimpinan PKC Jatim dan Soroti Kedekatan dengan Penguasa

Minggu, 14 Juni 2026 - 06:06 WIB

Dinilai Abaikan Amanat Reformasi, BEM Pasuruan Raya Tolak Keras Pengesahan Revisi UU Polri

Selasa, 9 Juni 2026 - 00:26 WIB

Ormas Aksi Bela Rakyat Serahkan Berkas Hak Angket ke DPRD, Usulkan Pemakzulan Wali Kota Sukabumi

Sabtu, 6 Juni 2026 - 01:20 WIB

Keponakan Pahlawan Nasional Marsinah, Prajurit TNI AD Wahyu Tetap Tegar Bertugas di Papua Meski Ditinggal Sang Ayah

Jumat, 29 Mei 2026 - 12:10 WIB

Sesat Pikir “Public Trust”, Ketika Penegakan Hukum Tereduksi Menjadi Sekadar Pencitraan

Berita Terbaru