Prof. Dr. KH. Sutan Nasomal: Semangat Juang Pahlawan Harus Jadi Api Pembakar Perubahan Bangsa

- Penulis

Jumat, 7 November 2025 - 23:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARARAKYAT.info|| Jakarta-Dalam momentum peringatan Hari Pahlawan Nasional, sosok akademisi dan tokoh kebangsaan Prof. Dr. KH. Sutan Nasomal, SH., MH., menyerukan pentingnya menghidupkan kembali semangat juang para pahlawan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara di era modern ini. Dalam wawancaranya bersama sejumlah pemimpin redaksi media nasional dan internasional pada (8/11/2025) di Jakarta, Prof. Sutan menegaskan bahwa nilai-nilai perjuangan para pahlawan harus menjadi fondasi moral dan spiritual bagi generasi penerus untuk membangun Indonesia yang sejahtera, adil, dan bermartabat.

“Kita sudah 100 tahun merdeka, dan itu bukan waktu yang singkat. Semua ini berkat perjuangan para pahlawan yang rela mengorbankan jiwa, raga, bahkan nyawa mereka untuk mengusir penjajahan selama 350 tahun,” ujar Prof. Sutan dari kantor Markas Pusat Partai Oposisi Merdeka melalui sambungan telepon seluler.

Menurutnya, kekayaan alam Indonesia yang melimpah merupakan anugerah besar Tuhan yang harus dikelola dengan semangat keadilan sosial, bukan dengan kerakusan dan kepentingan kelompok tertentu. Ia menegaskan bahwa rakyat Indonesia memiliki harapan besar di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, agar pemerataan kesejahteraan benar-benar dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat.

“Rakyat ingin kesehatan gratis, pendidikan gratis tanpa pungutan, pekerjaan yang layak, serta kebutuhan pokok seperti sandang, pangan, listrik, BBM, dan pupuk tersedia dengan harga terjangkau. Itulah cita-cita kemerdekaan yang harus diwujudkan,” tegasnya.

Sebagai Pakar Hukum Internasional sekaligus Ekonom, Prof. Sutan menyoroti bahwa kemerdekaan sejati tidak hanya diukur dari pembangunan fisik, tetapi juga pembangunan jiwa bangsa. Ia menyebut, “Jangan hanya membangun raganya saja, tapi bangun juga jiwanya. Hukum harus tegak tanpa pandang bulu. Jangan sampai hukum tajam ke bawah, tapi tumpul ke atas.”

Ia menyoroti fenomena ‘tikus berdasi’ yang terus menggerogoti sendi-sendi bangsa. Menurutnya, pengkhianatan terhadap negara tidak hanya datang dari luar, tetapi juga dari dalam pemerintahan sendiri oleh mereka yang memanfaatkan jabatan untuk memperkaya diri dan kelompoknya.

“Banyak kerajaan di masa lalu runtuh bukan karena perang, tetapi karena para tikus yang duduk di posisi penting dan menindas rakyat kecil,” katanya. “Begitu juga di NKRI saat ini, kekayaan negara dicuri oleh tangan-tangan yang bermain di air keruh. Ini bentuk penjajahan baru yang memiskinkan rakyat dan memperkaya elite.”

Prof. Sutan menilai, Presiden Prabowo Subianto memikul tanggung jawab besar dalam mewujudkan cita-cita pahlawan bangsa memberantas korupsi, kolusi, dan nepotisme. Ia menyerukan dukungan penuh terhadap kepemimpinan yang tegas, berani, dan berkomitmen memerangi para pengkhianat bangsa.

“Negara akan kuat jika pemimpinnya berani melawan para pengkhianat. Saya ucapkan terima kasih dan doa tulus untuk Bapak Presiden Prabowo, semoga sehat selalu dan tetap diberi kekuatan untuk membangun bangsa dengan semangat pahlawan sejati,” ucap Prof. Sutan dengan nada haru.

Menurutnya, semangat nasionalisme tidak boleh berhenti hanya pada upacara atau peringatan seremonial. Nilai-nilai kepahlawanan harus hidup dalam tindakan nyata: kejujuran, tanggung jawab, dan kesetiaan kepada rakyat.

Prof. Sutan juga menegaskan perlunya revolusi mental yang menyeluruh agar bangsa ini terbebas dari “mental maling” yakni perilaku korup, malas, dan tak bertanggung jawab. Ia menilai pendidikan karakter dan pembinaan moral menjadi kunci untuk menumbuhkan generasi yang cinta tanah air dan patuh pada hukum.

“Bangun karakter bangsa dengan kebenaran, kejujuran, dan kesadaran spiritual. Bila jiwa rakyat bersih, maka bangsa akan kuat,” ujarnya. “Para pahlawan dulu rela mati demi kebenaran, masa kini kita harus rela hidup dengan benar demi menjaga kemerdekaan.”

Di akhir pesannya, Prof. Dr. KH. Sutan Nasomal mengajak seluruh rakyat Indonesia untuk tidak melupakan sejarah. Menurutnya, perjalanan panjang bangsa ini penuh darah, air mata, dan pengorbanan. Ia menyerukan agar setiap momentum Hari Pahlawan dijadikan ajang perenungan untuk memperbaiki arah bangsa ke depan.

“Mari kita panjatkan doa bersama agar para pahlawan bangsa ditempatkan di sisi Allah SWT dengan kemuliaan. Karena berkat merekalah kita dapat hidup merdeka hari ini,” tutupnya penuh khidmat.

Narasumber:Prof. Dr. KH. Sutan Nasomal, SH., MH. adalah Pakar Hukum Internasional, Ekonom, Presiden Partai Oposisi Merdeka, Jenderal Kompii, serta Pengasuh Pondok Pesantren Ass Saqwa Plus. Ia dikenal sebagai tokoh yang konsisten menyuarakan moralitas politik dan keadilan sosial dengan berpijak pada nilai-nilai kejujuran, religiusitas, dan nasionalisme sejati.
(*)

READ  Hari Kartini 2026, Wapres Gibran Rakabuming Raka Berbagi Kebahagiaan dengan Mama-Mama Papua Di Sorong

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.suararakyat.info untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

FABEM Jabar Dorong Penguatan Rantai Pasok Nasional, Nilai Figur Berpengalaman Peternakan Dibutuhkan untuk Dampingi Menteri Pertanian
9 Hari TMMD Ke-129 di Kampung Sesor, Pembangunan Melaju Pesat, Semangat Gotong Royong Kian Menguat
Pelaku Akui Perbuatan Tapi Klaim Suka Sama Suka? Korban Tegaskan Semua Saya Lakukan Karena Dipaksa 
Diduga Sarat Kepentingan Politik, Transparansi Penyelenggaraan Bupati Cup Inhil 2026 Jadi Sorotan Publik
Wajah Biadab Terorisme di Tanah Papua: Ketika Darah Saudara Sendiri Ditumpahkan Atas Nama Doktrin Sesat
DPD Tani Merdeka Indonesia Kota Sukabumi Dukung Don Muzakir Isi Jabatan Wakil Menteri Pertanian
Kondisi Tak Batasi Ruang Prestasi, Kelompok KKN UIN SATU Desa Jeli Soroti Potensi Difabel Berprestasi
Bank Indonesia Gelar Festival QRISTAL Kasuari 2026, Percepat Digitalisasi Ekonomi di Papua Barat Daya
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 26 Juli 2026 - 00:30 WIB

FABEM Jabar Dorong Penguatan Rantai Pasok Nasional, Nilai Figur Berpengalaman Peternakan Dibutuhkan untuk Dampingi Menteri Pertanian

Sabtu, 25 Juli 2026 - 07:17 WIB

9 Hari TMMD Ke-129 di Kampung Sesor, Pembangunan Melaju Pesat, Semangat Gotong Royong Kian Menguat

Sabtu, 25 Juli 2026 - 06:43 WIB

Pelaku Akui Perbuatan Tapi Klaim Suka Sama Suka? Korban Tegaskan Semua Saya Lakukan Karena Dipaksa 

Sabtu, 25 Juli 2026 - 00:00 WIB

Diduga Sarat Kepentingan Politik, Transparansi Penyelenggaraan Bupati Cup Inhil 2026 Jadi Sorotan Publik

Jumat, 24 Juli 2026 - 09:27 WIB

Wajah Biadab Terorisme di Tanah Papua: Ketika Darah Saudara Sendiri Ditumpahkan Atas Nama Doktrin Sesat

Berita Terbaru