Seorang Ibu Rumah Tangga di Desa Centai Jadi Korban Dugaan Penganiayaan: Luka di Kepala, Luka di Hati, dan Perjuangan Mencari Keadilan

- Penulis

Minggu, 2 November 2025 - 09:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARARAKYAT.info||Pulau Merbau, Kepulauan Meranti — Akhir Oktober 2025 menjadi bulan kelam bagi seorang ibu rumah tangga bernama Nuri (40), warga Desa Centai, Kecamatan Pulau Merbau, Kabupaten Kepulauan Meranti. Perempuan yang sehari-hari berjualan kecil-kecilan itu mengalami dugaan penganiayaan yang dilakukan oleh tetangganya sendiri. Kini, ia tengah berjuang mencari keadilan dan meminta pendampingan hukum dari lembaga bantuan hukum setempat.

Cekcok Lama Berujung Pemukulan

Peristiwa tersebut terjadi pada Selasa (28/10/2025) sekitar pukul 09.00 pagi, di kediaman korban di Desa Centai. Awalnya, suasana pagi berjalan seperti biasa, hingga tiba-tiba rumah Nuri didatangi oleh seorang perempuan berusia sekitar 60 tahun, berinisial MI, yang dikenal sebagai tetangga sekaligus ibu dari S (27) seorang perempuan yang pernah terlibat masalah pribadi dengan keluarga Nuri.

Menurut penuturan korban, kedatangan MI disertai dengan kata-kata kasar dan hinaan yang memicu percekcokan. Nuri mengaku bingung dengan kemarahan tersebut karena permasalahan yang disinggung sebetulnya telah diselesaikan satu tahun sebelumnya.
“Masalah kami itu sudah selesai sejak Mei 2024 di Tanjung Balai Karimun. Sudah ada perjanjian damai waktu itu. Kami sepakat tidak akan saling berhubungan lagi,” ujar Nuri kepada awak media dengan suara bergetar.

Namun, pagi itu kemarahan lama seolah kembali dibangkitkan. Situasi memanas ketika S (27) anak MI datang bersama suaminya A (44) dan seorang kerabatnya berinisial N, langsung mendatangi rumah korban. Di tempat itulah, dugaan kekerasan terjadi.
“S menjambak rambut saya, memukul kepala saya berkali-kali sampai hidung saya berdarah dan kepala saya benjol. Saya sempat jatuh dan pusing,” tutur Nuri sambil memperlihatkan bekas luka di kepala bagian belakang.

Keributan itu baru berhenti setelah seorang warga sekitar, N (tetangga korban), datang dan melerai pertengkaran. Kepada media pada Minggu (2/11/2025), saksi N membenarkan bahwa dirinya mendengar suara ribut dan tangisan anak kecil dari arah rumah korban.
“Saya langsung datang, dan waktu itu memang tidak ada yang melerai. Saya minta keluarga MI dan anaknya pulang, biar tidak tambah parah,” ungkapnya.

Laporan Polisi dan Proses Hukum

Keesokan harinya, Rabu (29/10/2025), korban didampingi suaminya mendatangi SPKT Polres Kepulauan Meranti untuk melaporkan kejadian tersebut. Ia juga telah menjalani visum di Puskesmas setempat.
Kapolres melalui IPTU Wahyu, Kepala SPKT Polres Kepulauan Meranti, membenarkan adanya laporan dugaan pengeroyokan tersebut.
“Laporan sudah kami terima dan telah kami teruskan ke Kasat Reskrim untuk proses penyelidikan lebih lanjut,” ujar IPTU Wahyu.

Sementara itu, Kepala Desa Centai, M. Latief, S.Sos, saat dikonfirmasi juga membenarkan bahwa dirinya telah memanggil kedua belah pihak ke kantor desa pada tanggal (29/10/2025). Pertemuan tersebut juga dihadiri oleh Bhabinkamtibmas Desa Centai.
“Sudah kami panggil keduanya, kami dengarkan keterangan dari masing-masing pihak, tapi memang tidak ada kesepakatan damai karena korban tidak terima telah dikeroyok,” jelas Latief.

Merasa dirugikan dan khawatir kasusnya tidak mendapat perhatian serius, Nuri akhirnya mendatangi LBH Cenderawasih Ramlan CPLA untuk meminta pendampingan hukum. Ia berharap bisa mendapatkan keadilan dan perlindungan sebagai korban kekerasan.
“Sekarang saya hanya ingin keadilan. Saya tidak mau masalah ini dianggap sepele, karena saya benar-benar disakiti,” ujarnya lirih.

Pihak LBH Cenderawasih Ramlan CPLA dikabarkan siap memberikan bantuan hukum dan mengawal kasus ini sampai ke tingkat penyidikan. Mereka menilai kasus semacam ini tidak boleh dibiarkan berlarut-larut karena bisa menimbulkan trauma mendalam bagi korban, terlebih jika pelaku masih berkeliaran di lingkungan yang sama.

Desakan Publik untuk Penegakan Hukum

Kasus dugaan penganiayaan ini kini tengah menjadi perhatian masyarakat Desa Centai. Beberapa warga berharap agar pihak kepolisian bertindak cepat dan tegas demi menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah mereka.
“Jangan sampai kekerasan antarwarga dibiarkan. Kalau tidak diselesaikan secara hukum, bisa jadi preseden buruk bagi desa,” ucap salah satu tokoh masyarakat yang enggan disebutkan namanya.

Bagi Nuri, perjuangannya belum berakhir. Luka di kepala mungkin bisa sembuh dalam beberapa hari, tapi luka di hati karena perlakuan kasar dari tetangga sendiri mungkin akan lama ia pulihkan. Namun, dengan dukungan keluarga, masyarakat, dan pendamping hukum, ia bertekad untuk terus memperjuangkan haknya.

“Saya hanya ingin hidup tenang, berdagang seperti biasa, tanpa rasa takut. Saya ingin pelaku bertanggung jawab atas apa yang mereka lakukan,” kata Nuri menutup keterangannya.

(Mp)

READ  PMI Asal Sukabumi Diduga Disiksa Majikan di Dubai, Dirawat Intensif di Rumah Sakit Rashid

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.suararakyat.info untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Petugas Keamanan Tewas, Polisi Kejar Pelaku Penikaman
Polres Metro Bekasi Amankan Pengedar Sabu dan Ganja 3 Kg di Tambun Utara
Kios di Ongkrak Diduga Jual Telur Infertil, Warga Keluhkan Bau Menyengat dan Soroti Aturan Pemerintah
Santri 13 Tahun Meninggal Dunia Usai Terjatuh dari Lantai Dua Pesantren, Diduga Panik Saat Ketahuan Merokok
Banjir Bandang Terjang Ciapus Banjaran, Diduga Satu Korban Meninggal Dunia dan Satu Masih Dalam Pencarian
Saat Jamaah Salat Magrib, Motor Hilang Digondol Maling di Parungkuda
Dua Pemotor Tewas diduga Terlindas Damkar Usai Hindari Truk Parkir di Rawa Palangan Cikarang Barat
Kepala Dapur SPPG Sukakersa Minta Maaf, Klarifikasi Menu Sambal untuk Balita dalam Program MBG
Berita ini 1 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Minggu, 26 April 2026 - 06:39 WIB

Petugas Keamanan Tewas, Polisi Kejar Pelaku Penikaman

Kamis, 23 April 2026 - 18:35 WIB

Polres Metro Bekasi Amankan Pengedar Sabu dan Ganja 3 Kg di Tambun Utara

Selasa, 21 April 2026 - 02:50 WIB

Kios di Ongkrak Diduga Jual Telur Infertil, Warga Keluhkan Bau Menyengat dan Soroti Aturan Pemerintah

Minggu, 19 April 2026 - 15:59 WIB

Santri 13 Tahun Meninggal Dunia Usai Terjatuh dari Lantai Dua Pesantren, Diduga Panik Saat Ketahuan Merokok

Rabu, 15 April 2026 - 13:36 WIB

Banjir Bandang Terjang Ciapus Banjaran, Diduga Satu Korban Meninggal Dunia dan Satu Masih Dalam Pencarian

Berita Terbaru