SUARARAKYAT.info||Semarang — Malam akhir pekan di Kota Semarang, Jawa Tengah, menjadi saksi berkumpulnya para pengurus dan anggota organisasi hukum FERADI WPI (Forum Edukasi dan Regulasi Advokat Indonesia Wilayah Perwakilan Indonesia) dalam acara High Table’s Meeting of FERADI WPI, Sabtu (1/11/2025).
Pertemuan nasional yang dikemas dalam suasana hangat ini digelar di Resto Burjo Borneo Tembalang, Jalan Banjarsari Selatan Nomor 48, Kota Semarang. Kegiatan berlangsung mulai pukul 22.00 WIB hingga tengah malam.
Dari pantauan di lokasi, peserta mulai berdatangan sejak sore hari. Mereka datang dari berbagai kota di Indonesia, mewakili unsur DPP, DPD, DPC, serta lembaga dan komunitas yang berafiliasi dengan FERADI seperti FERADI OFFICIUM NOBILE, FERADI MEDIATORE, KAWAN JARI, PMBI, SUBUR JAYA LAWFIRM, PT Kawan Jari Grup, dan media KawanJariNews.com.
Acara ini juga dihadiri langsung oleh Ketua Umum FERADI WPI beserta jajaran Wakil Ketua Umum, Sekretaris Jenderal, Bendahara Umum, para Kepala Divisi DPP, Ketua PBH Area, Ketua DPD dan DPC, serta anggota dari berbagai daerah di tanah air.
Dalam forum strategis tersebut, para peserta membahas sejumlah agenda besar untuk tahun kerja 2026. Salah satu poin utama adalah penguatan program bantuan hukum pro bono bagi masyarakat kurang mampu. FERADI WPI berkomitmen memperluas akses keadilan melalui kerja nyata para advokat dan paralegal di berbagai daerah.
Selain itu, dibahas pula rencana kerjasama dengan berbagai universitas di Indonesia untuk penyelenggaraan perkuliahan hukum, Pendidikan Khusus Profesi Advokat (PKPA), Ujian Profesi Advokat (UPA), serta pengambilan Sumpah Advokat sesuai ketentuan organisasi dan Mahkamah Agung.
Tak hanya fokus pada jalur akademik, FERADI juga menyiapkan pelatihan hukum non-akademik guna memperkuat kapasitas sumber daya manusia di bidang hukum dan media. Di antaranya adalah program:
Certified Paralegal of FERADI WPI (C.PFW)
Certified Mediator of FERADI MEDIATORE (C.MDF)
Certified Journalist of KAWAN JARI (C.JKJ)
Ketua Umum FERADI WPI dalam sambutannya menegaskan bahwa organisasi ini bukan hanya wadah advokat, tetapi juga ruang pembelajaran dan pengabdian sosial. “Kami ingin menghadirkan wajah hukum yang humanis, profesional, dan berkeadilan. FERADI bukan sekadar organisasi advokat, tapi komunitas intelektual hukum yang siap membangun bangsa,” ujarnya.
Kegiatan malam itu berlangsung penuh keakraban. Sembari menikmati santap malam dan alunan musik di Resto Burjo Borneo Tembalang, para peserta berdiskusi santai tentang berbagai isu hukum aktual dan strategi pengembangan organisasi.
Setiap peserta diwajibkan menunjukkan KTA atau ID Card organisasi, baik dalam bentuk fisik maupun softfile, sebagai bentuk kedisiplinan dan identitas resmi anggota.
Pertemuan ditutup menjelang tengah malam dengan semangat kebersamaan dan kesepakatan untuk memperkuat sinergi antara advokat, akademisi, media, dan masyarakat hukum luas di tahun mendatang.
(Nbl/Sukindar)














