Ketua Umum Aliansi Cyber Pers Aktivis Indonesia Desak Polisi Usut Tuntas Teror Terhadap Jurnalis Syahbudin Padank di Subulussalam Aceh

- Penulis

Minggu, 19 Oktober 2025 - 06:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARARAKYAT.info|| Jakarta- Aksi teror dan ancaman terhadap jurnalis kembali mencoreng wajah kebebasan pers di Indonesia. Kali ini menimpa Syahbudin Padank, wartawan media online 1kabar.com, yang menjadi korban dugaan teror di kediamannya di Desa Sikalondang, Kecamatan Simpang Kiri, Kota Subulussalam, Aceh.

Peristiwa tersebut telah dilaporkan secara resmi ke Polres Subulussalam, Polda Aceh, dengan Nomor Laporan Polisi: LP/B/137/X/2025/SPKT/POLRES SUBULUSSALAM/POLDA ACEH tertanggal 17 Oktober 2025. Dalam laporan itu, Syahbudin Padank melaporkan adanya dugaan tindak pidana pengrusakan dan ancaman, di mana kaca mobil miliknya ditemukan pecah dengan indikasi kuat akibat aksi teror.

Insiden ini segera mendapat sorotan luas dari kalangan media dan organisasi pers nasional. Salah satu suara paling keras datang dari Herry Setiawan, S.H., C.BJ., C.EJ., Pemimpin Redaksi Media Aktivis Indonesia sekaligus Ketua Umum Aliansi Cyber Pers Aktivis Indonesia (ACPAI).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam pernyataannya kepada redaksi SUARARAKYAT.info, Herry Setiawan menyatakan kecaman keras terhadap tindakan brutal yang menimpa jurnalis Syahbudin Padank, dan menilai bahwa kejadian tersebut merupakan serangan terhadap kebebasan pers dan hak asasi manusia.

“Kami menilai tindakan teror ini bukan hanya menyerang individu Syahbudin Padank, tetapi juga mengancam kemerdekaan pers di Indonesia. Aparat penegak hukum harus turun tangan serius, mengusut pelaku hingga ke akar-akarnya,” tegas Herry Setiawan.minggu (19/10/2025)

Ia juga mendesak Kapolri, Kapolda Aceh, dan Dewan Pers untuk tidak diam dalam menghadapi ancaman terhadap insan pers, terutama di daerah-daerah yang rawan intimidasi. Menurutnya, jika pelaku dibiarkan bebas tanpa hukuman, maka kejadian serupa akan terus berulang dan membuat jurnalis di lapangan bekerja dalam ketakutan.

READ  Korupsi Tidak Pernah Berhenti, Indonesia Darurat Korupsi

“Kita tidak boleh membiarkan praktik teror terhadap wartawan menjadi budaya. Negara wajib hadir melindungi setiap jurnalis yang bekerja menyuarakan kebenaran,” tambahnya.

Syahbudin sendiri diketahui merupakan jurnalis yang aktif mengkritisi berbagai persoalan sosial dan kebijakan publik di wilayah Aceh Selatan dan Subulussalam. Dalam laporannya ke polisi, ia menyebut bahwa kaca mobil miliknya pecah secara misterius pada dini hari. Warga sekitar sempat mendengar suara keras seperti ledakan atau tembakan, sebelum menemukan mobil dalam keadaan rusak.

Mengetahui hal itu, Syahbudin langsung melapor ke SPKT Polres Subulussalam untuk mendapatkan perlindungan hukum dan mengusut tuntas motif di balik peristiwa tersebut.

Aliansi Cyber Pers Aktivis Indonesia juga berencana membentuk Tim Advokasi dan Solidaritas Pers Nasional, guna mengawal kasus ini sampai tuntas dan memastikan tidak ada lagi intimidasi terhadap pekerja media di seluruh Indonesia.

Kasus ini menambah panjang daftar kekerasan dan ancaman terhadap jurnalis yang tengah menjalankan tugasnya di lapangan. Publik pun menanti langkah tegas dari aparat hukum dalam menegakkan keadilan dan perlindungan bagi kebebasan pers, sebagaimana dijamin oleh Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.suararakyat.info untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Status Hukum Berbalik: Ayah Korban Nizam Syafei Jadi Tersangka di Tengah Praperadilan yang Memanas
Diduga Motor Warga Sukabakti Raib Saat Pagi, Keamanan Lingkungan Kembali Dipertanyakan
Begal di Gambir Sasar Petugas Damkar, Lima Pelaku Ditangkap, Empat Masih Buron
Polri Ungkap Kerugian Rp1,26 Triliun dari Penyalahgunaan BBM dan LPG Subsidi
Kasus Pembunuhan mayat di dalam freezer, korban Dimutilasi di Kabupaten Bekasi Terungkap, Korban Dibunuh karena Tolak Ajakan Curi Mobil Bos
Subdit Resmob Polda Metro Jaya Tangkap Tersangka Dugaan Kasus Pembunuhan Perempuan di Cipayung
Kurang dari 24 Jam, Kanit Reskrim Polsek Sukatani Amankan Pelaku dan Motor NMAX Diduga Hasil Curian
Satresnarkoba Polres Garut Amankan Pengedar Psikotropika, Transaksi Diduga Melalui Akun Media Sosial
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 18 April 2026 - 14:22 WIB

Status Hukum Berbalik: Ayah Korban Nizam Syafei Jadi Tersangka di Tengah Praperadilan yang Memanas

Jumat, 17 April 2026 - 06:12 WIB

Diduga Motor Warga Sukabakti Raib Saat Pagi, Keamanan Lingkungan Kembali Dipertanyakan

Kamis, 16 April 2026 - 15:32 WIB

Begal di Gambir Sasar Petugas Damkar, Lima Pelaku Ditangkap, Empat Masih Buron

Selasa, 7 April 2026 - 15:17 WIB

Polri Ungkap Kerugian Rp1,26 Triliun dari Penyalahgunaan BBM dan LPG Subsidi

Selasa, 31 Maret 2026 - 18:54 WIB

Kasus Pembunuhan mayat di dalam freezer, korban Dimutilasi di Kabupaten Bekasi Terungkap, Korban Dibunuh karena Tolak Ajakan Curi Mobil Bos

Berita Terbaru