SUARARAKYAT.info||Tembilahan – Suasana haru menyelimuti warga Jalan Harapan, Kecamatan Tembilahan, Kabupaten Indragiri Hilir, Riau, pada Kamis sore (17/10/2025). Warga dikejutkan oleh penemuan sosok pria yang diketahui tenggelam di dalam drainase ketika air tengah pasang. Setelah dievakuasi oleh warga dan pihak berwenang, korban diketahui merupakan seorang pria bernama M, yang selama ini dikenal warga sebagai sosok ayah penyayang dan pekerja keras.
Menurut keterangan sejumlah saksi di lokasi kejadian, peristiwa itu bermula ketika warga melihat sesuatu yang mencurigakan di dalam aliran drainase besar di tepi jalan. Saat diperiksa, ternyata terdapat tubuh manusia yang tersangkut di antara aliran air yang cukup deras. Warga pun segera menghubungi pihak kepolisian untuk melakukan evakuasi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Begitu jenazah diangkat, suasana mendadak berubah menjadi pilu. Sejumlah warga yang mengenali korban langsung menangis, terlebih ketika diketahui bahwa korban merupakan ayah kandung dari seorang anak kecil yang rumahnya tidak jauh dari tempat kejadian di rumah mantan istrinya di Jalan Harapan.
“Biasanya sore-sore begini almarhum datang mengantarkan belanja untuk anaknya sepulang sekolah. Beliau sangat sayang sama anaknya,” ujar seorang warga yang juga kerabat dekat korban saat ditemui di rumah duka.
Dari keterangan pihak keluarga, almarhum dikenal sehari-hari bekerja membantu di Polsek Pelabuhan Tembilahan sebagai tenaga serabutan. Meski hidup sederhana, M dikenal tak pernah mengeluh dan selalu menyempatkan waktu untuk mengunjungi anak kandungnya. Namun, di balik sosoknya yang tenang, almarhum ternyata memiliki penyakit bawaan berupa ayan (epilepsi) yang kerap kambuh tanpa bisa diprediksi.
“Ya, almarhum memang ada penyakit bawaan ayan. Sekarang beliau tinggalnya di Jalan Keritang, sudah tidak di sini lagi. Tapi tetap sering datang nengok anaknya,” tambah salah satu anggota keluarga di rumah duka.
Tangis pilu pecah ketika anak kandung almarhum yang masih kecil datang ke rumah duka dan melihat jenazah sang ayah terbujur kaku. Suara isak dan jeritan “Ayah…” menggema di antara kerumunan warga yang turut berduka, menciptakan suasana haru yang tak terbendung.

Saat ini, jenazah telah dibawa ke UGD RSUD Puri Husada Tembilahan untuk dilakukan pemeriksaan medis dan proses otopsi oleh pihak kepolisian guna memastikan penyebab pasti kematian. Setelah proses tersebut selesai, jenazah akan segera dibawa kembali ke rumah duka di Jalan Harapan untuk disemayamkan sebelum dimakamkan.
Kapolsek Pelabuhan Tembilahan yang dikonfirmasi awak media membenarkan adanya peristiwa tersebut dan menyampaikan turut berduka cita. “Benar, korban dikenal sering membantu di lingkungan Polsek. Kami ikut berduka atas kepergian beliau,” ucap salah seorang anggota kepolisian dengan nada sedih.
Peristiwa tragis ini menjadi pengingat betapa besar kasih sayang seorang ayah kepada anaknya, bahkan hingga di akhir hayatnya. Warga berharap keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan dan kekuatan menghadapi cobaan berat ini.
(Syahwani)














